BELAJAR DARI PEMULUNG

Jangan beri saya UANG

Seorang pemulung tua renta dengan kaki pincang kemarin “bekerja” memunguti sampah yang bisa dimanfaatkan di seputaran kampus UNSUD. Jalan terseok-seok,satu demi satu sampah plastik dimasukkan dalam keranjang yang dibawanya. Beberapa mahasiswa yang merasa iba mencoba mendekatinya, kemudian menjulurkan sejumlah uang. Harapan mahasiswa adalah si pemulung tua tadi menerima uang tersebut dengan ucapan terima kasih berkali-kali. Tapi apa yang terjadi ? Si pemulung menolak pemberian uang dengan nada halus. Mahasiswa yang mencoba memberikan uang masih mencoba memberikan dengan mengatakan itu pemberian yang iklas. Orang tua itu membalas ucapan mahasiswa yang cukup mengejutkan. “Jika akan membantu saya,jangan beri saya uang,itu membuat saya malas”, katanya dengan tegas. Subhanallah… Kita bayangkan sekarang peminta-minta yang berada di perempatan,yang datang dari rumah ke rumah, bagaimana kondisi mereka. Mereka justru orang-orang yang sehat,masih muda,dan tidak ada yang kurus kering. Mereka adalah orang-orang yang malas. Islam mengajarkan untuk tidak memberikan uang pada peminta-minta, hukumnya haram. Berikan bantuan pada orang yang sudah bekerja di jalan Allah tetapi masih kekurangan untuk kehidupannya. Tapi bagaimana kalau yang kita jumpai seperti pemulung tadi ? Sebuah pelajaran bahwa untuk mendapatkan uang sekecil apapun harus dimulai dengan cucuran keringat,dan mensyukuri seberapapun yang diperoleh, niscaya akan selalu cukup. Amiiin YRA. Pelajaran hidup tidak hanya dari orang-orang mampu,bahkan bisa muncul dari orang yang tidak kita sangka-sangka.

HIKMAH DIBALIK TUGAS

 

HIKMAH DIBALIK KESULITAN
Saya dalam memberikan tugas kadang memang di luar perkiraan mahasiswa,dan sering dianggap tidak masuk akal. Tugas yang saya berikan memang punya tujuan akhir,dan tujuan akhir itu baru terasa setelah 2-4 tahun kemudian sejak mengerjakan tugas, bukan sekedar nilai di akhir semester. Tujuan akhir yang terasa setelah beberapa tahun tentunya akan lebih bermakna dan dikenang dibanding sasaran jangka pendek. Saya baru saja menerima sms dari mantan mahasiswa kelas guru-guru sepuh yang cukup menyentuh,dan berikut saya tulis secara lengkap,apa adanya tanpa saya tambahi maupun saya kurangi.
Pertama P Eka memberi mt kuliah,aku diberi tgs mencari sesuatu di internet. Aku sedih. Lebih sedih lagi ketika p Eka mengatakan spt apapun,skripsi bikinan sendiri !!! Bgmana aku ini, buka leptop saja ga bs, suruh bikin skripsi sendiri. Aku berusaha untuk bisa. Mulai dari membuka,menghdpkan, menulis dst. Alhamdulillah kini sudah selesai, dan aku merasakan hikmahnya. Aku jd bs menulis di leptop, leptop membantu sy dlm menyampekan materi pmbljrn, terima kasih Pak Eka, kata2 bpk mendorong saya untuk bersemangat. Betul2 saya merasakan hikmahnya. (nama saya sembunyikan, klas PPKHB).
Maaf Bapak S, sms bapak saya tuliskan di website untuk mendorong dan memberi motivasi mereka-mereka yang takut bertemu dengan saya. Saya merasa bersyukur jika kini Bapak sudah merasakan manfaat dari tugas yang saya berikan yang awalnya memang dikeluhkan, dan saya bangga bapak bisa memanfaatkan untuk proses pembelajaran, itulah yang saya harapkan dan tujuan akhir tugas saya. SELAMAT BAPAK, dan selamat bertugas mengentaskan anak-anak bangsa menjadi anak yang kreatif.