Jangan tinggalkan lemari es begitu saja

*Bagi ibu ibu sebelum mudik perhatikan info ini*

*Harus ada koin di dalam Freezer sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama:*

Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di dalam lemari es selama kita pergi.
Jika anda berencana pergi berlibur dan meninggalkan persediaan makanan di lemari es, maka informasi ini sangatlah penting! Ini adalah trik sederhana untuk memastikan apakah makanan yang anda simpan itu masih layak dikonsumsi setelah pulang atau tidak,karena ada satu hal kecil yang jarang diperhatikan orang.

Kadang saat kita bepergian, listrik di rumah padam dalam waktu yang cukup lama, yang menyebabkan suhu makanan yang disimpan di lemari es tidak terkontrol dan kondisinya membusuk.

Nah, untuk memastikan apakah makanan tetap membeku selama anda pergi, lakukan trik sederhana ini sebelum meninggalkan rumah:
Masukkan segelas air putih ke dalam freezer. Setelah air membeku, letakkan koin di atasnya dan biarkan tetap di dalam freezer.
Setelah anda pulang dari berlibur, lihat kembali kondisi koin tsb.Jika koin berada di dasar gelas, maka anda harus segera membuang semua persediaan makanan di dalam lemari es. Hal ini karena listrik di rumah anda pernah padam untuk waktu yang lama sehingga menyebabkan suhu makanan naik kemudian turun lagi setelah listrik kembali normal.
Jika koin tetap berada di atas, itu artinya tidak pernah terjadi pemadaman listrik dan kualitas makanan tetap sebaik sebelum anda pergi. Jika koin berada di tengah gelas, berarti listrik pernah padam sementara dan sebagian makanan mungkin masih segar.
Dalam hal apapun, jika anda tidak yakin apakah makanan2 tsb masih aman atau tidak, jangan dimakan.

Semoga bermanfaat 🙂🙂

(dari sumber anonimous)

Iklan

SURAT EDARAN KEMENDIKBUD SOAL PPDB

Yth.

1. Gubernur

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN

MENTERI DALAM NEGERI

2. Bupati/Walikota di seluruh Indonesia

SURAT EDARAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN

MENTERI DALAM NEGERI

NOMOR 1 TAHUN 2OT9

NOMOR 42O/297315J

TENTANG

PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2OO3 tentang Sistem Pendidikan

Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO3 Nomor 78,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2Ol4 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2Ol4 Nomor 244, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2Ol4 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 56791;

3. Peraturan Pemerintah Nomor t7 Tahun 2OLO tentang Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OlO Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2OlO tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor tT Tahun 2OlO tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OlO Nomor lt2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);

4. Peraturan Pemerintah Nomor L2 Tahun 2Ol7 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2Ol7 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 60a1)

5 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1918);

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2Ol9 /2O2O, kami menghimbau kepada Saudara agar segera:

1. menJrusun petunjuk teknis PPDB yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Daerah dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan menyampaikan informasi petunjuk teknis dimaksud kepada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan;

2. menetapkan zonasi paling lama I (satu) bulan sebelum pelaksanaan proses PPDB;

3. memerintahkan dinas pendidikan berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil setempat dalam melakukan penetapan zonasi;

4. memastikan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah di wilayah kerja Saudara tidak melakukan tindakan jual beli kursi/titipan peserta didik/pungutan liar yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

5. sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dapat melaksanakan PPDB dengan berpedoman Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 1 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan dan petunjuk teknis PPDB yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Daerah;

6. memastikan seluruh sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah di wilayah kerja Saudara tidak melakukan tes membaca, menulis, dan berhitung dalam seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) Sekolah Dasar; dan

7. memastikan seluruh sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah di wilayah kerja Saudara tidak menjadikan nilai ujian nasional (UN) sebagai syarat seleksi untuk jalur zonasi dan perpindahan tugas orang tua/wali dan hasil UN hanya menjadi syarat administrasi dalam PPDB sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

SEANDAINYA JADI GURU MENGGUNAKAN PAKEM

 (Artikel ini ditulis oleh Nurul Kartika,mahasiswa PGSD SMT 2, untuk memenuhi tugas mata kuliah MBS)

Guru adalah seseorang yang mempunyai tugas yang mulai,membagi ilmu yang mereka miliki kepada murid – muridnya yang sudah mereka anggap sebagai anak, membimbing murid – muridnya dengan sabar, yang selalu memotivasi agar murid – muridnya nanti menjadi orang – orang yang sukses, menjadi orang yang berguna dan tidak menyusahkan orang lain. Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, diperlukan kesabaran dan pengetahuan yang banyak, pengetahuan bukan hanya pintar dibidangnya, tetapi alangkah baiknya seorang guru juga mengetahui pelajaran lain meskipun tidak sedalam pelajaran dibidangnya. Kesabaran seorang guru harus mempunyai kesabaran yang tinggi dalam membimbing semua muridnya, selalu sabar menghadapi tingkah murid yang malas dan nakal. Seorang guru mempunyai tanggung jawab yang besar, membuat anak didiknya menjadi pintar, karena itu sudah menjadi janji dan tugas seorang guru. Jadi sebagai seorang murid kita hendaknya menghargai seorang guru atas jasa  jasanya selama ini karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. 

Seandainya aku jadi guru, apakah aku bisa menjadi guru yang baik ,seorang guru yang selama ini menjadi idaman murid – muridnya. Seorang guru yang berperan sebagai sahabat, orang tua, dan guru kepada muridnya. Seandainya aku jadi guru aku ingin membuat dunia tersenyum oleh baktiku. aku ingin mengajarkan kepada anak yang susah mendapatkan pendidikan. Aku ingin berada ditengah – tengah mereka, ingin belajar bersama mereka dan merasakan segalanya. Seandainya aku jadi guru, aku juga ingin mengabdi di sekolah kusus anak – anak di dunia ini yang memiliki gangguan mental. Anak – anak tersebut mungkin ingin normal tapi mereka tidak bisa, walaupun begitu mereka tidak menyerah. Mereka akan terus semangat. Aku ingin membuat murid – muridku yakin bahwa dunia akan selalu tersenyum kepada mereka dan akan selalu menerima kekurangan mereka. Aku juga ingin agar muridku memiliki kemampuan IPTEK . Aku ingin murid didikku tidak akan pernah puas dengan prestasi yang telah dia ukir. Aku juga ingin agar mereka selalu rendah hati dan membentuk kepribadian islam kepada muridku kelak dan bisa membangun sebuah negara yang berlandaskan islam. 

Ketika saya akan menjadi guru saya akan menjadi tauladan yang baik untuk murid – murid didikku dan kesabaran dalam memberikan ilmu pengetahuan, kemauan, kerja keras dan potensi agar menjadi guru yang patut untuk dicontoh oleh anak didiknya. Saya akan berusaha untuk mengajarkan semua pengetahuan yang sudah saya dapat pada saat kuliah ,ingin menerapkan menggunakan PAKEM , untuk membuat murid bisa paham dan mengerti apa yang sudah saya ajarkan kepada mereka, dan saya akan mengajar dengan menajadi sahabat untuk anak didik saya sehingga mereka lebih gampang menerima apa yang sudah saya jelaskan kepada mereka. Ingin memperdalam bidang studi yang akan saya ajarkan yang tentunya tidak mengganggu pelajaran yang lain. saya juga akan selalu sabar menghadapi ketika ada siswa yang belum paham tentang mata pelajaran tersebut, dan saya sebagai guru harus mengajarkan ulang kembali , berusaha menjelaskan dengan rinci dan detail sampai dia mengerti dan paham. 

Dengan adanya pembelajaran PAKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Saya ingin menerapkan dengan pembelajaran tersebut , PAKEM yang dimaksudkan bahwa proses pembelajarn guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa dapat aktif bertanya, mempertanyakan dang mengemukakan pendapatnya. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini dipikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif dikelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing – masing siswa . dan hal tersebut disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya bisa membangun rasa percaya diri 

Pembelajaran kreatif, kita sebagai calon guru agar bisa untuk mengajarkan dan melatihkan siswa untuk belajar kreatif dalam membuat kerajinan atau sebagainya, untuk memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa . dan pembelajaran menyenangkan yang dimaksudkan bisa membuat suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penih pada belajra sehingga waktu curah perhatiannya. Ditambah selingan bernyanyi atau bermain game yang bersangkutan dengan mata pelajaran tersebut agar siswa tidak mudah bosan dan mengantuk. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 

Ketika saya akan menerapkan pelajaran PAKEM tersebut untuk membuat siswa agar lebih semangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Untuk tidak bosan dalam hal mata pelajaran , kita harus bisa membuat siswa tersebut senang dan agar bisa betah dikelas maupun sekolah . dengan adanya PAKEM kita bisa menerapkannya dengan cara mendidik siswa yang lebih baik dan sabar , kita bisa mengajarkan dengan menggunakan alat bantu dan berbagai cara untuk membangkitkan semangat siswa dalam belajar, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siswa. Bisa mengajarkan dengan yang lebih koperatif dan interaktif termasuk cara belajar dengan berkelompok ,siswa bisa mengemukakan pendapatnya ketika sedang diskusi.dan tidak hanya guru saja yang haru terus menerus ceramah , kita juga harus bisa membuat siswa aktif dan bisa mencari informsi serta bisa memecahkan masalah, hasil diskusi bisa kita presentasikan agar siswa yang lain bisa menangkap dan mendengarkan temannya ketika sedang berpresentasi. Kita terus membuat siswa lebih aktif , kreatif dan menyenangkan dan jangan lupa kita kasih selingan bernyanyi atau bermain game yang bersangkutan dengan mata pelajaran tersebut , untuk itu kita bisa menerapkannya ketika kita menjadi guru dan agar bisa membuat siswa senang dan tidak merasa bosan dan mengantuk.

Ijasah tanpa makna

Ini cerita teman dosen di pengurus asosiasi,yg sy sunting kembali,dan sebagian juga cerita pengalaman pribadi saya yg saya masukan
Ijazah Kosong

Di perusahaan tempat teman saya bekerja dulu ada beberapa orang operator mesin yang berijazah sarjana. Suatu hari salah seorang di antara mereka datang kepada saya untuk protes.

“Gaji saya kok disamakan dengan karyawan lain yang lulusan SMA. Padahal saya sarjana.”

“Pekerjaan dan posisi yang kamu tempati itu memang dibuka untuk lulusan SMA. Kalau mau gaji yang lebih tinggi, kamu harus cari pekerjaan untuk lulusan sarjana.”

“Tapi kan seharusnya ada tunjangan khusus untuk sarjana.”

“Tidak ada. Perusahaan memberi gaji atas dasar apa yang kamu kerjakan, bukan atas ijazahmu.”

Dia masih mencoba mendebat, tapi teman saya memotong saja. “Dengar, ya. Saya ini punya ijazah doktor. Tapi gaji saya ya gaji manager, sama seperti gaji manager lain. Tidak ada tunjangan khusus. Kalau kamu merasa kamu punya kelebihan dibanding operator lain, tunjukkan dengan kerja. Kalau kualitas kerja kamu memang berbeda, nanti akan saya naikkan gaji kamu.”

Banyak orang mengira perusahaan itu seperti kantor pemerintah yang menetapkan gaji berdasarkan tingkat ijazah. Pegawai di suatu golongan boleh meminta kenaikan pangkat bila mendapat ijazah dengan tingkat lebih tinggi. Basis penilaiannya hanya ijazah itu. Makanya banyak orang sekolah lagi untuk mencari selembar ijazah.

Mengapa ada sarjana yang bekerja sebagai operator? Tidakkah ada pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya? Ada, banyak. Besar kemungkinan dia sudah melamar dan ikut tes di banyak tempat, tapi tidak lolos. Akhirnya ia terpaksa bekerja sebagai operator.

Ada begitu banyak sarjana tanpa kompetensi. Tak sedikit dari mereka yang jadi pengangguran. Orang menyebut mereka pengangguran terdidik. Saya lebih suka menyebut mereka pengangguran berijazah. Pendidikan yang mereka lewati tidak menimbulkan bekas, karena itu tak begitu patut kalau mereka disebut terdidik.

Mengapa bisa ada sarjana seperti ini? Pertama, karena secara intelektual mereka sebenarmya memang tidak masuk kualifikasi bisa kuliah. Pola pikir masyarakat yang menganggap sarjana itu hebat membuat orang-orang yang tak mampu secara intelektual pun memaksakan diri untuk kuliah.

Kenyataan di PT masih banyak di- temukan mahasiswa fakultas teknik yang tidak paham definisi sinus cosinus. Bahkan tidak sedikit yang gagap dengan penjumlahan pecahan. Tapi kenapa bisa lulus tes masuk? Entahlah. Lebih ajaib lagi, mereka bisa lulus sarjana.

Perguruan tinggi berlomba menerima mahasiswa dan memproduksi sarjana. Orang-orang yang tidak lulus seleksi masuk, diterima di program ekstensi. Orang yang sebenarnya tidak punya kemampuan akademik memadai, bisa kuliah dengan membayar lebih. Sebuah PT yg menerapkan open learning yg awalnya diprogram untuk mereka yg sdh jadi guru sekarang bisa menerima fresh graduate dg selembar surat aspal sdh jadi wiyabakti. Kenyataan surat aspal juga saya temukan saat seleksi berkas waktu ada PPKHB di PGSD UMP yg terpaksa saya tolak.

Di luar soal itu, banyak pula mahasiswa yang sebenarnya punya basis intelektual memadai tapi tetap bodoh, karena tidak belajar. Mereka mengira belajar di perguruan tinggi itu hanya aktivitas di ruang kelas itu. Mereka tidak membekali diri dengan kemampuan belajar mandiri. Nilai kuliah tinggi, tapi kompetensi minim.

Kepada mahasiswa selalu saya ingatkan bahwa hal terpenting yang harus mereka kuasai adalah kemampuan belajar mandiri. Mereka harus membangun kemampuan itu, lalu menggunakannya untuk menambah pengetahuan dan skill yang tidak diajarkan di ruang kuliah. Dengan kemampuan itu pula mereka mengembangkan diri setelah lulus. Itulah poin terpenting dari kesarjanaan,salah satunya jadi asdos,meski tdk dpt honor, dan itu bisa menambah ilmu dan keterampilan secara mandiri. Anda bisa tanya pada beberapa mhs yg sempat mendampingi saya seperti Firman Yogi Ilmawan, Febi Maharani,Nora Anya Tamara, Aisah Wiendiarti, Gerandin Mutiara Sadewa, dan lainnya. Tanpa kemampuan itu seorang sarjana akan jadi fosil.

Di kampus-kampus ketika saya masih keliling dari satu tempat ke tempat lain se Indonesia selalu mengingatkan para dosen untuk membimbing mahasiswa meraih kompetensi, bukan sekedar dapat nilai kuliah. Kepada para mahasiswa saya ingatkan untuk membangun kompetensi. Jangan sampai jadi sarjana dengan membawa ijazah kosong,di PGSD UMP sy sebut sebagai mahasiswa mintilihir, istilah ini tdk akan ditemukan dimanapun.

BEASISWA BIDIK MISI

Kuliah mahal ? Ya iyalah. Jangan khawatir dengan mahalnya biaya kuliah. Orang tidak maampupun masih bisa kuliah. Buktinya ada anak tukaang becak yang bisa ambil S3 di London. Caranya ? Ikuti beasiswaBIDIMISI. Kabar gembiranya bagi kamu yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dengan beasiswa bidikmisi. Tahun ini, kuota penerima Bidikmisi naik 50% hingga mencapai 130.000 orang dan ditambah pula alokasi untuk penyandang disabilitas.
Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, yang mempunyai potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu, Bidikmisi juga dialokasikan untuk Program Profesi Guru (PPG), selain profesi dokter, dokter gigi, dokter hewan, ners dan apoteker yang telah berjalan.
Melansir dari akun Twitter Ditjen Belmawa, Ismunandar juga mengungkapkan bahwa alokasi untuk mahasiswa disabilitas juga akan ditambah. Adapun integrasi datanya akan dilakukan menggunakan pangkalan data Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ismunandar berharap, progam Bidikmisi tahun 2019 ini dapat memberi kesempatan bagi generasi muda untuk dapat belajar hingga pendidikan tinggi dan pada akhirnya bisa memutus rantai kemiskinan.

“Kami berharap Program Bidikmisi di tahun 2019 dapat berjalan lebih baik, terus memberi asa generasi muda cerdas Indonesia dari seluruh pelosok negeri untuk menggapai pendidikan tinggi memutus mata rantai kemiskinan untuk Indonesia yang lebih sejahtera di masa depan,” ungkap Ismunandar.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang beasiswa Bidikmisi, mulai dari persyaratan, fasilitas, hingga proses pendaftarannya, seperti dilansir dari laman resmi Bidikmisi:
1. Persyaratan Penerima Bidikmisi
– Siswa SMA atau sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus 1 (satu) tahun sebelumnya
– Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi, yang dibuktikan dengan dokumen yang sah.
Keterbatasan ekonomi ini dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar Rp4 juta, atau pendapatan kotor gabungan orang tua/ wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000.
– Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi.
2. Fasilitas Bagi Penerima
– Pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk untuk SNMPTN dan SBMPTN serta seleksi lain yang ditetapkan oleh masing-masing panitia dan perguruan tinggi.

– Penggantian biaya kedatangan pertama untuk pendaftar Bidikmisi yang diterima

– Pembebasan biaya pendidikan yang dibayarkan ke perguruan tinggi.
– Subsidi biaya hidup sebesar Rp 650.000 per bulan.
3. Jangka Waktu Pemberian Bidikmisi
– Program Sarjana maksimal 8 semester
– Program Profesi dokter maksimal 4 semester
– Dokter gigi maksimal 4 semester
– Dokter hewan maksimal 4 semester
– Ners maksimal 2 semester
– Apoteker maksimal 2 semester
4. Tata Cara dan Tahapan Pendaftaran Bidikmisi
Pendaftaran Bidikmisi dilakukan secara online melalui laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di laman LTMT atau bisa juga di laman Bidikmisi dengan klik link berikut>>>>BIDIKMISI
Bagi siswa pemegang KIP dapat langsung mendaftar secara mandiri di laman LPMT atau Bidikmisi, sedangkan untuk siswa bukan penerima KIP mendaftar ke sekolah terlebih dahulu untuk mendapatkan rekomendasi. Langkah selanjutnya untuk pendaftaran Bidikmisi oleh sekolah adalah dengan cara sebagai berikut:
– Bila sudah memiliki Kode Akses Sekolah langsung merekomendasikan masing-masing siswa melalui laman Bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan NISN
– Bagi yang belum memiliki Kode Akses Sekolah mendaftarkan terlebih dahulu sebagai institusi pemberi rekomendasi di laman Bidikmisi, dengan melampirkan hasil pindaian lampiran 1 bagian persetujuan dan tanda tangan.
Silahkan tunggu, Ditjen Belmawa akan memverifikasi pendaftaran sekolah dan mengeluarkan Kode Akses Sekolah (1 x 24 jam pada hari dan jam kerja).
– Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada siswa yang sudah direkomendasikan.
– Siswa mendaftar melalui laman Bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan dalam sistem pendaftaran.
– Bagi calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi, selanjutnya akan dilakukan verifikasi dengan mempertimbangkan dokumen pendukung, untuk melihat layak atau tidaknya untuk menerima beasiswa.
Sumber : tribunnews.com

MIND GAME,KATA HERSUBENO

Tulisan Hersubeno Arif ini bagus dan riil. Apakah data yang disampaikan betul ? Sebelum saya membaca tulisan Hersubeno kebetulan sempat cek situng 3 TPS, 2 diantaranya yg disebut Hersubeno. Cek data saya lakukan saat belum diperbaiki dan cek kedua sesudah diperbaiki disesuaikan dengan C1. Dalam hal ini data yg disebut Hersubeno adalah data yang belum diperbaiki yang sempat viral. Silahkan cermati tulisan yang saya copas ini.

*_Mind Games_ Permainan Berbahaya KPU?*

Oleh : Hersubeno Arief

Sumber : https://bit.ly/2KWj4Qs

Benarkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang menjalankan _mind games,_ permainan pikiran? Mereka coba mempengaruhi, memanipulasi rakyat Indonesia, —terutama pendukung Prabowo— agar meyakini bahwa pilpres sudah selesai.

Tidak perlu lagi melakukan perlawanan. Para saksi tidak perlu lagi mencermati hasil penghitungan suara. _Quick count_ yang dilansir lembaga survei sudah benar. Jokowi menang dan Prabowo kalah?

Metode permainan psikologi untuk memanipulasi dan mengintimidasi pikiran orang itu cukup sederhana. Melalui Aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng, KPU memasukkan ( _entry_ ) data dari daerah-daerah yang dimenangkan Jokowi.

Sebaliknya untuk provinsi yang dimenangkan Prabowo, _entry_ datanya diperlambat. Kalau toh dimasukkan, maka dipilih kota/kabupaten, bahkan kecamatan yang suaranya dimenangkan Jokowi.

Abrakadabra…..! Melalui pemetaan dan pemilihan asal suara secara cermat, data yang ditampilkan oleh KPU angkanya bisa persis sama dengan hasil _quick count._ 54-45 persen.

Spekulasi itu belakangan ini banyak bermunculan di media sosial. Jangan terlalu cepat percaya. _Please_ cek ricek terlebih dahulu.

Untuk membuktikannya silakan buka web resmi KPU dan masuk ke aplikasi Situng. Dijamin Anda akan kagum dengan hasil karya para komisioner KPU.

Aneh tapi nyata! Kok bisa-bisanya mereka melakukan hal itu. Tega banget! Mengangap semua orang Indonesia bodoh dan bisa dibodohi.

Praktisi _public relations_ Heri Rakhmadi menulis sebuah opini dengan judul “_Quick Count_, _Real Count_ KPU dan Angka Cantik 54 Persen.” Secara satire Heri mempertanyakan mengapa data _real count_ KPU bisa sama persis dengan _quick count?_

“Setelah menghiasi layar kaca dan portal berita, kini angka 54 persen juga terus menghiasi layar tabulasi real count milik KPU. Tentunya angka 54 persen ini kembali disematkan kepada Paslon 01, walau sesekali dia dengan centil naik ke angka 55 persen,” tulisnya.

Wartawan Republika Harun Husein sudah dua kali membuat tulisan di akun facebooknya. Tulisan pertama berjudul “_Real Count_ Masih Pilih Data.”

Harun menyoroti derasnya data KPU dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang diidentifikasi menjadi kantong suara Jokowi. Sebaliknya data dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, kantong suara Prabowo masuknya beringsut.

“Akibatnya, walaupun data masuk baru sekitar 7,75 persen dari total 813.350 TPS di seluruh Indonesia, hasilnya klop dengan _quick count_ dari lembaga-lembaga survei, seolah sudah distel sedemikian rupa,” tulisnya pada Sabtu (20/4) Pukul 23.49.

Harun kembali membuat tulisan kedua dengan judul “_Real Count_ (Masih) Rasa _Quick Count._”

“Sampai dengan Senin pagi ini, porsi Jateng di _Real Count_ masih tetap yang terbesar, dengan 2,9 juta suara (13,9%), disusul Jatim 2,28 juta suara (10,9%), Jabar 1,9 juta suara (9,3%), DKI Jakarta 1,2 juta (5,7%). Sedangkan daerah-daerah lainnya jauh tertinggal.”

Ketika dibuka pada Selasa malam (23/4) pukul 20.20 WIB komposisinya tidak berbeda jauh dengan yang ditulis Harun. Total prosentase suara yang masuk ke Situng KPU 26 persen, tapi di tiap-tiap daerah berbeda-beda prosentase masuknya.

Beberapa daerah yang dianggap basis 01, seperti Jawa Tengah dan Bali tinggi inputnya. Jawa Tengah sudah 21 persen, Bali 35 persen. Sementara basis 02 seperti Jawa Barat baru 11,5 persen, Banten 15 persen.

Jakarta yang seharusnya bisa lebih cepat, ternyata data yang diinput baru 26 persen. Menariknya lagi-lagi data yang diinput terkesan mencurigakan. Wilayah yang diidentifikasi sebagai basis 01 seperti Jakarta Barat sudah 30,7 persen. Lebih tinggi dari basis 02 Jakarta Selatan 27 persen, dan Jakarta Timur 20 persen.

Di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat tempat Jokowi memilih sudah masuk 49 persen, Menteng 50 persen. Namun Tanah Abang basis pendukung 02 baru 9,5 persen.

Heri dan Harun tidak salah. Walaupun keduanya menulis dengan nada bercanda, sedikit ngledek, tapi pesannya sama. Mereka mencurigai data yang dirilis Situng KPU kok “secara kebetulan” mirip dengan hasil _quick count._

“Mbok data RC jangan statis seturut QC lah. Dinamis sikitlah, atau sekali-kali zig-zag seperti MotoGP yang ada adegan kejar-kejaran dan salip menyalip di tikungan, biar penontonnya antusias tepuk tangan mengelu-elukan jagoannya…,” pesan Harun.

Sampai kapan KPU bisa menjalankan skenario _mind games?_ Mempengaruhi pikiran publik agar percaya bahwa hasil _quick count_ benar, dan Prabowo kalah?

*Sulit bertahan*

Bersamaan dengan semakin tingginya data yang masuk, maka dipastikan komposisinya akan berubah. Apalagi bila data dari Jabar yang menjadi basis 02 masuk.

Jangan lupa Jabar memiliki jumlah pemilih terbesar di Indonesia, 17 persen dari DPT. Data Situng KPU akan berubah sangat signifikan dan tak terhindarkan Prabowo menang. Apalagi bila data dari Sumatera dan sebagian Sulawesi yang dimenangkan secara mayoritas oleh Prabowo masuk. Skenario permainan pikiran publik itu berantakan.

Sampai disini kita bisa memahami mengapa KPU melakukan “kesalahan” input data yang sangat konsisten. Suara Jokowi bertambah, dan suara Prabowo berkurang.

Polanya sangat baku. Suara Jokowi digelembungkan, dan suara Prabowo dikempeskan di ratusan TPS. Itu adalah bagian dari skenario besar kecurangan.

Mereka bekerja secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM). Mulai dari perencanaan, sebelum pelaksanaan, pada saat pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan Pilpres. Apapun caranya, berapapun harganya, Jokowi harus menang!

Bagaimana KPU bisa menjelaskan kasus di TPS 4, Petak Kaja, Gianyar, Bali. Suara Jokowi berubah dari 183 menjadi 1.183, dan suara Prabowo hanya 2. Jumlah seluruh suara sah di TPS itu sebanyak 185, jumlah suara tidak sah 4, sehingga total hanya 189 suara, baik yang sah maupun yang tidak sah.

Di TPS 48 Tanah Baru, Depok, Jabar Jokowi 135 suara, Prabowo 114 suara. Suara tidak sah 3 suara, dengan jumlah pemilih 252 orang.

Namun berdasarkan data Situng, suara untuk 01 dicatat 235 suara, dan 02 ditulis 114 suara. Ada penggelembungan 100 suara untuk Jokowi.

Kalau ada waktu silakan buka media online dan medsos, dijamin Anda bakal kelelahan dan kewalahan karena mendapati “kesalahan” semacam itu. Kasusnya sangat buaanyaaak!

Suara Jokowi menggelembung sampai tambun. Suara Prabowo dikempesin sampai kurus kering.

Dengan jumlah TPS lebih dari 800.000, kalau mereka menambah rata-rata 10 suara, sudah ada penambahan 8 juta suara, atau sekitar 8 persen dari suara yang sah.

Kalau mereka bisa menambah 100 suara seperti di Depok, jumlahnya 80 juta. Tambahan suaranya sudah 50 persen. Kalau 1.000 suara seperti di Bali, jumlahnya mencapai 800 juta suara. Jokowi menang 450 persen!

Masuk akal? “Kalau mau curang ya sedikit cerdas lah. Mbok sekali-kali, ada suara Prabowo yang digelembungkan,” canda mantan Komisioner KPU Prof Chusnul Mariyah. End

GOLPUT BUKAN GOLHITS

Sekali ini web ini saya isi dengan nuansa politik karena rasa itu yang butuh penyaluran. Uneg-uneg perlu pelepasan

Fenomena golput jadi pembicaraan lagi ketika pejabat kita menyampaikan ancaman menggunakan UU ITE terhadap penyebar GOLPUT, tapi golput bukan berarti sedang menjadi GOLongan yang sedang ngeHITS. Saya tidak akan membahas masalah itu,tapi saya ingin sedikit flashback.

Trik foto di memori hp bikin lelet

Era 80-an saya termasuk anggota GOLPUT memang,dan masuk dalam kelompok diskusi Merah Putih,yang salah satu anggotanya bernama Rizal Malarangeng. Kelompok ini rutin melakukan diskusi di kampus UGM,karena memang mayoritas mahasiswa UGM. HAMPIR bisa dipastikan setiap diskusi pasti dihadiri intel, dan saya juga pernah diikuti, dan follower saya kelihatan ada kestol dibalik bajunya. Pada masa itu power Suharto masih sangat kuat,tidak ada yang berani melawan, itu era 80-90. Belum ada tanda-tanda reformasi sama sekali. Partaipun hanya ada 3, PPP,GOLKAR dan PDI. INi masa ORBA. Saya sendiri masih Golput sampai era Reformasi, dan baru ikut jadi pemilih setelah reformasi. Seiring dengan reformasi pula ketika pilihan presiden dipilih oleh rakyat saya juga menggunakan hak pilih.

Pilpres putaran berikutnya saat Mega berpasangan dengan Prabowo, jelas saya milih yang penting bukan Prabowo karena cerita soal Tim Mawar dan penculikan aktivis, yang penting tidak golput lagi,meski menurut Mahfud MD golput juga konstitusional asal tidak dikampanyekan. Mas Jok kan belum ada apa-apanya waktu,itu masih di Solo. Ketika tinggal di Solo 2 tahun saya jadi tahu bagaimana sepak terjangnya ketika jadi wali kota, dan main kagum ketika mulai mempopulerkan ESEMKA, meskipun belum ada tanda-tanda nyapres. Maka ketika diusung ke Jakarta saya juga mendukung meski tidak punya hak pilih. Perjalanan berlanjut ketika pada pilpres selanjutnya berhadapan antara Prabowo dan Mas Jok. Saya memilih mas Jok karena 2 hal, pertama masih asal bukan Prabowo dan kedua masih beerharap soal ESEMKA.

Bagaimana dengan putaran sekarang. Awalnya saya akan kembali Golput karena,harapan ESEMKA ternyata hanya fatamorgana, alasan lainnya karena janji-janjinya dulu yang tidak ditunaikan, kemudian melihat langsung bagaimana Papua, mendengar cerita mantan anggota Jasmev, mendengar bagaimana permainan uang terkait jabatan di lingkaran 1 (yang akhirnya terbukti dengan OTT, mungkin ini baru pembuka)., melihat statusnya yangg hanya petugas partai dll, melihat wakilnya yang sudah seharusnya cukup jadi guru bangsa saja, melindungi umat dari golongan manapun tapi malah ikut terjun juga,tapi pilih Prabowo belum meski ada ijtima ulama.

Saya bukan pendukung pendeng gepeng,bukan pendukung fanatik yang membabi buta. Jika milih 01 tidak milih 02 mboten, apa Golput lagi ? Tidak saya memilih tidak Golput lagi, maka saat itulah saya mencari segala informasi terkait Prabowo. Akhirnya saya tahu bahwa Prabowo adalah jenderal yang mengambil alih tanggung jawab soal penculikan, yang biasanya saling lepas tangan kalau ada persoalan. Akhirnya tahu bahwa itu adalah salah satu resiko yang harus diambil terkait sistem.Makin banyak informasi yang terkait dengan Prabowo justru menguatkan tekad untuk memilih 02. Allah maha segalanya,Allah yang menentukan, KUN FAYAKUN, kalau dikehendaki pasti akan terpilih, tetapi jika tidak, setidaknya sudah mencoba untuk mengganti pilihan dengan memilih 02, PAS kan ?

Bagi subscriber web saya,jika beda pilihan maaf,sah-sah saja kita beda pilihan asal tetap Indonesia,NKRI. Salam 2 jari.

PPG PAUD

Hari ini saya kebagian jatah mendampingi peserta PPG PAUD UMP dalam mengerjakan tugas atau workshop. Saya setelah sekian lama tidak bersentuhan dengan bidang kePAUDan,maka ini menjadi bagian kerja pertama,karena selama ini mendampingi PGSD. Mendampingi PG PAUD itu menyenangkan,apalagi kalau tiba saatnya Peerteaching, karena PAUD identik dengan nyanyi. PAUD tanpa nyanyi bukan PAUD namanya. Tidak ada ceritanya kan PAUD nyanyi lagu-lagu melankolis.

Salah satu hal yang bagi saya menyenangkan ,baik itu mendampingi PPG PGSD maupun PAUD adalah memprovokasi untuk selalu menggunakan logika yang benar. Hal ini saya lakukan karena selama ini pembelajaran seringkali tidak menggunakan logika yang benar. Saat awal pertemuan sengaja saya tanya apakah ibu-ibu sudah makan pagi,kemudian dijawab sudah. Saya berikan tepuk tangan untuk orang-orang hebat,karena bisa makan pagi,sedang saya hanya makan nasi. Ini contoh logika salah kan. Sederhana saja jika makan nasi yang dimakan nasi,makan sate yang dimakan sate,maka makan pagi yang dimakan pagi. Hal yang sama soal logika salah juga terjadi pada lagu anak-anak. Dengan cara inilah saya juga berharap istilah-istilah itu bisa menyebar sehingga logika yang benar akan mewarnai dunia pendidikan (Pwt 29 Maret 2019)