JUMAT BAROKAH POLRES PEMALANG

Kapolres Pemalang bersama jajarannya Jumat, 31 Januari mengundang mahasiswa KKN dan Panitia KKN UMP untuk memberikaan tambahan informasi kepada mahasiswa KKN agar bisa disampaaikan ke masyarakat terkait program Jogonegoro dan Jogowargo. Selesai kegiatan silaturahim dilanjutkan dengan sholat Jumat dan kegiatan jumat barokah yang diselenggarakan rutin setiap Jumat oleh Polres Pemalang. Kegiatan ini menjadi kegiatan yang sejalan dengan program mahasiswa KKN, yaitu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, tidak hanya bagi mahasiswa,tetapi juga masyarakat.

(22)UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI SUMBER DAYA ALAM MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN 3 SAMPANG

UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI SUMBER DAYA ALAM MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN 3 SAMPANG

Brillian Aprianningrum, Karma Iswasta Eka, Sri Muryaningsih

Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kedisiplinan dan prestasi belajar IPA di kelas IV SDN 3 Sampang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar IPA materi sumber daya alam pada siswa kelas IV SDN 3 Sampang Kecamatan Sempor menggunakan metode pembelajaran Index Card Match. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Sampang Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen sejumlah 32 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Metode Index Card Match dapat meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar IPA materi sumber daya alam pada siswa kelas IV SDN 3 Sampang. Persentase ketuntasan kedisiplinan belajar siswa pada pra siklus hanya 18,8% atau 6 siswa, setelah dilakukan tindakan pada siklus I persentase siswa yang tuntas menjadi 53,1% atau 17 siswa. Setelah dilakukan tindakan pada siklus II, ketuntasan kedisiplinan belajar siswa kembali meningkat menjadi 90,6% atau 29 siswa sudah tuntas dari total keseluruhan 32 siswa. Pada kondisi awal persentase ketuntasan prestasi belajar siswa baru 59,4% atau hanya 19 siswa yang tuntas, setelah dilakukan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 78,1% atau 25 siswa sudah tuntas. Pada siklus II ketuntasan prestasi belajar siswa kembali meningkat menjadi 90,6% atau 29 siswa sudah tuntas dari total keseluruhan 32 siswa. Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan kedisiplinan dan prestasi belajar IPA materi sumber daya alam kelas IV SDN 3 Sampang.

Kata Kunci: Kedisiplinan, Prestasi Belajar, IPA, Index Card Match

(21)PENINGKATAN SIKAP ILMIAH SISWA DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI BUMI DAN ALAM SEMESTA MENGGUNAKAN MODEL LEARNING CYCLE 7E DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL

PENINGKATAN SIKAP ILMIAH SISWA DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI BUMI DAN ALAM SEMESTA MENGGUNAKAN MODEL  LEARNING CYCLE 7E DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL

ILHAM AJI ASMARA DEWA, KARMA ISWASTA EKA, BADARUDIN

Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya sikap ilmiah dan prestasi belajar IPA pada materi bumi dan alam semesta kelas VA di SD Negeri 1 Mipiran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar menggunakan model learning cycle 7E dengan media audio visual. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdapat empat tahapan yang dilaksanakan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran IPA materi bumi dan alam semesta. Subjek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VA berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian observasi guru dan siswa, lembar skala sikap ilmiah dan lembar evaluasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap ilmiah siswa dari nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 3,23 dengan kriteria baik menjadi 3,39 dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Hasil penelitian pada prestasi belajar juga menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar yang memperoleh nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 64,04 dengan ketuntasan belajar 72,58% meningkat pada siklus II menjadi 67,98 dengan ketuntasan belajar 82,25%.

Kata kunci: model learning cycle 7e, prestasi belajar IPA dan sikap ilmiah

(20)PENINGKATAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI STRATEGI PREDICT DISCUS EXPLAIN OBSERVE DISCUSS EXPLAIN (PDEODE) MATERI DAUR AIR DI SDN I KARANGTURI

PENINGKATAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI STRATEGI PREDICT DISCUS EXPLAIN OBSERVE DISCUSS EXPLAIN (PDEODE) MATERI DAUR AIR DI SDN I KARANGTURI

ANGGUN APRILIANI, KARMA ISWASTA EKA, BADARUDIN

PGSD Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap ilmiah siswa yang masih rendah serta penerapan pendekatan pembelajaran yang hanya melibatkan guru serta menekankan pada aspek pengetahuan siswa saja sehingga tidak memunculkan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada proses pembelajaran berlangsung dapat melibatkan siswa secara langsung dalam penemuan suatu konsep untuk menganalisi jawaban dari suatu masalah melalui strategi PDEODE pada mata pelajaran IPA kelas V semester genap di SDN I Karngturi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan siklus pada setiap pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN I Karangturi Kabupaten Purbalingga dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas V SDN I Karangturi Kabupaten Purbalingga. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes tertulis dan tidak tertulis dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi PDEODE dapat meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa kelas V SDN I Karangturi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I belum adanya peningkatan yang didapat secara signifikan oleh masing-masing dimensi pada sikap ilmiah siswa dengan rata- rata sikap ilmiah siswa sebesar 66,7% . Pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata sikap ilmiah pada dimensi sikap ingin menyelidiki/ keingintahuan yang tinggi yaitu sebesar 80,7%. Sedangkan pada dimensi sikap ilmiah tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan yaitu sebesar 72,9% dan sikap ini telah dimiliki lebih dari 50% jumlah siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran PDEODE dapat meningkatkan sikap ilmiah san prestasi belajar siswa kelas V SDN I Karangturi pada materi pelajaran IPA di SD N I Karangturi.

Kata kunci : sikap ilmiah, stategi PDEODE, prestasi belajar, IPA

Artikel lengkap silahkan hubungi admin

(19)PENINGKATAN SIKAP TANGGUNG JAWAB DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI STRUKTUR BUMI MELALUI PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS V SEKOLAH DASAR

Improving Students’ Responsibility Attitudes and Learning Achievement of Natural Science on Earth Structure Material through Cooperative Script Learning in the Fifth Grade of Elementary School.

Dewi Maryam, Pratik Hari Yuwono dan Karma Iswasta Eka

PGSD Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya sikap tanggung jawab dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan sikap tanggung jawab dan prestasi belajar siswa melalui pembelajaran Cooperative Script pada mata pelajaran IPA materi struktur bumi di kelas V SD Negeri Tambaksari. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, 1 siklus terdiri dari 2x pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Tambaksari dengan jumlah siswa 26. Tahapan kegiatan setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data sikap tanggung jawab siswa menggunakan lembar skala sikap tanggung jawab siswa dan mengumpulkan data prestasi belajar siswa menggunakan lembar evaluasi yang diberikan pada setiap akhir pertemuan. Data yang diperoleh dari penelitian yaitu, sikap tanggung jawab siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata 4,1 dengan kriteria baik dan pada siklus II diperoleh skor rata-rata 4,3 dengan kriteria sangat baik. Prestasi belajar pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 66,1 dengan ketuntasan 50% dan siklus II diperoleh nilai rata-rata 80,9 dengan ketuntasan 88,5%. Meningkatnya sikap tanggung jawab siswa dilihat ketika diadakan diskusi kelompok atau tugas lain dari guru, siswa melaksanakan dengan baik dan hasil belajar dapat dilihat dari hasil evaluasi pada setiap akhir pembelajaran siswa mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan sikap tanggung jawab dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi struktur bumi di kelas V SD Negeri Tambaksari.

Kata kunci:    Pembelajaran Cooperatif Script, IPA, tanggung jawab, prestasi belajar, PTK.

Artikel lengkap silahkan hubungi admin

(18)UPAYA MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI DAUR AIR DI KELAS VA SD NEGERI 2 KALIBAGOR

UPAYA MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI DAUR AIR DI KELAS VA SD NEGERI 2 KALIBAGOR

Oleh

Rizka Cita Fillaeli, Karma Iswasta Eka, Badarudin

Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya sikap peduli terhadap lingkungan dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar IPA melalui model Inside Outside Circle (IOC). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VA SD Negeri 2 Kalibagor yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Prosedur penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan non-tes. Instrumen tes berupa evaluasi dan non-tes berupa lembar observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Data sikap peduli lingkungan siswa diperoleh dari lembar angket sikap peduli lingkungan dan data prestasi belajar diperoleh dari hasil soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, sikap peduli lingkungan siswa pada siklus I mencapai rata-rata 1,49 dan siklus II mencapai rata-rata 1,74, sedangkan hasil prestasi belajar siswa pada siklus I memperoleh persentase ketuntasan 71,42% dan pada siklus II mencapai 83,92%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Inside Outside Circle (IOC)dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar siswa di kelas VA SD Negeri 2 Kalibagor.

Kata Kunci : IPA, Model Inside Outside Circle, Prestasi Belajar, Sikap Peduli Lingkungan.

Artikel lengkap silahkan kontak admin

TRIP BALURAN-KAWAH IJEN-BROMO PART 4

Turun dari bukit cinta yang gagal mendapatkan foto sunrise, lanjut perjalanan menuju kwah Bromo. Perjalanan dari lokasi bukit cinta sudah dihadang dengan kemacetan yang panjang. Untung sopir jip yang kami tumpangi tahu medan cepat menuju kawah ijen dengan potong kompas. Apakah jalannya semulus jalan yang macet ? Jangan ditanya kalau soal jalannya. Jalan yang kami lalui betul-betul menantang nyali. Lebar jalan hanya cukup untuk satu mobil, sementara sebelah kiri tebing sebelah kanan jurang, padahal jalannya ya seperti melewati persawahan. Baru kali ini merasakan naik jip seperti mengikuti off road yang menantang nyali

Masih seperti puluhan tahun sebelumnya, kendaraan pembawa wisatawan akan berhenti di padang pasir yang berlokasi agak jauh dari tangga menuju kawah Bromo. Dari dasar tangga pengunjung harus menaiki sekitar 250 anak tangga untuk menuju kawah. Kali ini saya sengaja tidak naik ke kawah karena yang dilihat juga tidak jauh berbeda. Saya dan keluarga hanya berfoto-foto saja di sekitar gunung. Bagaimana dengan pasir berbisiknya ? Saya lewati saja lokasi pasir berbisik.

Bromonya 1

Bromonya 2

Saya justru tertarik dengan bukit teletubies yang memang belum pernah saya kunjungi. Perjalanan dari tempat parkir menuju bukit teletubies kurang lebih 10 menit dengan melewati pasir berbisik. Kami terus saja menuju bukit teletubis, tetapi berhentinya bukan di tempat orang umum berfoto ria. Kami justru berhenti sebelum di tempat umum, karena lebih leluasa mengambil gambar yang diinginkan tanpa terganggu banyak orang.

Bromonya 3

Bromonya 4

Bukit teletubies memang seperti gambaran yang ada di film Teletubies. Sepanjang mata memandanga warna hijau memenuhi bukit dan padang rumputnya. Bunga-bunga kecil muncul diantara hijauan rerumputan dan semak serta perdu. Rasanya betah berlama-lama di sini kalau tidak dibatasi waktu oleh biro travelnya. Jika ada waktu mungkin perlu mengulangi lagi agar bisa berlama-lama di bukit ini.

(Next  part 5)

INFO CORONA

Pemberitahuan Kementerian Kesehatan kepada publik bahwa virus Corona influenza kali ini serius. Metode pencegahannya adalah menjaga tenggorokan tetap lembab, jangan sampai tenggorokan Anda mengering. Dengan demikian jangan menahan dahaga Anda karena begitu membran di tenggorokan Anda kering, virus akan menyerang ke dalam tubuh Anda dalam waktu 10 menit. Minumlah 50-80 cc air hangat, 30-50 cc untuk anak-anak, sesuai umur.*
*Setiap kali Anda merasa tenggorokan Anda kering, jangan menunggu, simpan air di tangan.*
*Jangan minum banyak pada satu waktu karena itu tidak membantu, alih-alih terus menjaga kelembapan tenggorokan. Hingga akhir Maret, jangan pergi ke tempat-tempat ramai, memakai masker yang diperlukan terutama di kereta atau transportasi umum.*
*Hindari makanan yang di goreng atau pedas dan tambahkan vitamin C.*

*Gejala atau deskripsinya adalah :*

1. Demam tinggi berulang-ulang.
2. Batuk lama setelah demam.
3. Anak-anak cenderung.
4. Orang dewasa biasanya merasa tidak nyaman, sakit kepala dan sebagian besar berhubungan dengan pernapasan.
5. Sangat menular

*Semoga bermanfaat!!*

KAMPUS MERDEKA, APA ITU ?

SIARAN PERS

Nomor: 008/Sipres/A6/I/2020

Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka

Jakarta, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar. Diberi tajuk Kampus Merdeka, kali ini, terdapat empat penyesuaian kebijakan di lingkup pendidikan tinggi. “Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya paling memungkinkan untuk segera dilangsungkan, hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang,” kata Mendikbud dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Kebijakan pertama adalah otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan. Ditambahkan oleh Mendikbud, “Seluruh prodi baru akan otomatis mendapatkan akreditasi C”.

Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan bahwa kerja sama dengan organisasi akan mencakup penyusunan kurikulum, praktik kerja atau magang, dan penempatan kerja bagi para mahasiswa. Kemudian Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. “Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan,” ujar Menteri Nadiem.

Kebijakan Kampus Merdeka yang kedua adalah program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Mendatang, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis.

“Pengajuan re-akreditasi PT dan prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah mendapatkan akreditasi yang terakhir kali. Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi kapanpun,” tutur Mendikbud. “Nanti, Akreditasi A pun akan diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional. Daftar akreditasi internasional yang diakui akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri,” tambahnya.

Evaluasi akreditasi akan dilakukan BAN-PT jika ditemukan penurunan kualitas yang meliputi pengaduan masyarakat dengan disertai bukti yang konkret, serta penurunan tajam jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan lulus dari prodi ataupun perguruan tinggi.

Kebijakan Kampus Merdeka yang ketiga terkait kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi.

Sementara itu, kebijakan Kampus Merdeka yang keempat akan memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks). “Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak sks di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks. Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil sks di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan”. Disisi lain, saat ini bobot sks untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat kecil dan tidak mendorong mahasiswa untuk mencari pengalaman baru, terlebih di banyak kampus, pertukaran pelajar atau praktik kerja justru menunda kelulusan mahasiswa.

Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan terdapat perubahan pengertian mengenai sks. Setiap sks diartikan sebagai ‘jam kegiatan’, bukan lagi ‘jam belajar’. Kegiatan di sini berarti belajar di kelas, magang atau praktik kerja di industri atau organisasi, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil.

“Setiap kegiatan yang dipilih mahasiswa harus dibimbing oleh seorang dosen yang ditentukan kampusnya. Daftar kegiatan yang dapat diambil oleh mahasiswa dapat dipilih dari program yang ditentukan pemerintah dan/atau program yang disetujui oleh rektornya,” kata Mendikbud.

Mendikbud menerangkan bahwa paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. “Ini tahap awal untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak. Kita masih belum menyentuh aspek kualitas. Akan ada beberapa matriks yang akan digunakan untuk membantu perguruan tinggi mencapai targetnya,” pungkasnya. (*)

Jakarta, 24 Januari 2020

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan