Seandainya boleh memilih

Seandainya aku boleh memilih antara jadi orang tegas dan orang jujur, maka aku akan memilih jadi orang jujur
karena orang tegas belum tentu jujur,tapi orang jujur pasti tegas,karena dengan kejujuran akan berani menolak untuk berbohong
Seandainya aku disuruh memilih menjadi orang berkemewahan atau orang kesederhanaan
maka aku akan memilih kesederhanaan, karena orang berkemewahan kadang mengada-ada, tapi kesederhaan kadang mempunyai lebih dibanding yang berkemewahan
Jika aku disuruh memilih apa adanya apa citra, maka akan ku memilih apa adanya
karena citra bisa dibentuk dengan kepura-puraan,tetapi apa adanya meski kadang dianggap aneh tapi tidak perlu berpura-pura
Kalau aku disuruh memilih mempunyai kreatifitas apa inisiatif maka aku akan memilih kreatifitas
karena mempunyai inisiatif belum tentu kreatif,tetapi kreatifitas pasti punya inisiatif
Jika aku disuruh memilih pandai bicara atau pandai menulis
maka aku akan memilih pandai menulis,karena pandai bicara belum tentu panda menulis,tapi pandai menulis pasti bisa bicara
dan tulisan akan terjaga dan diingat puluhan bahkan ratusan tahun oleh banyak orang yang bisa membaca,tapi pembicaraan hanya diingat yang mendengar saja dan tidak berlangsung lama
dan Allah sudah memberikan identitas pada ciptaanNya.
(pikiran yang berkecamuk selama jalan-jalan pagi)

20140612-062631-23191330.jpg

BELAJAR PADA SEL


CELL ITU ORGANISASI PALING HEBAT

Ciptaan Allah itu luar biasa,meskipun hanya sebuah sel,yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Sebuah sel makhluk hidup itu sudah menggambarkan jati diri makhluk hidup itu sendiri,demikian juga pada manusia. Sel manusia sudah menggambarkan sifat,fisik dan tabiat si empunya sel. Ciri-ciri yang ada pada diri seorang manusia sudah tergambarkan dalam sebuah sel,entah itu sel yang diambil di rambut,di kuku,di ginjal,di jantung dan dibagian tubuh manapun. Sel juga menggambarkan sebuah organisasi yang hebat. Struktur organisasi dalam sel benar-benar luar biasa,karena sudah ada pembagian tugas secara jelas,dan masing-masing bagian tidak akan menyerobot hak dan tugasnya bagian yang lain. Misalnya sifat-sifat yang diturunkan itu ada di dalam inti sel,dan tidak ada bagian apapun selain inti sel yang mengerjakan tugas inti sel. Apparatus golgi misalnya bekerja membungkus protein atau berkaitan dengan sintesa protein,tetai tugas ini tidak dikerjakan organela yang lain. Semua organela pada sel sebagai bagian organisasi telah tertata dengan rapi,dan semua haru bekerja sama untuk menghasilkan kehidupan. Tanpa kerja sama tidak akan dihasilkan sebuah kehidupan. Sebuah organisasi dalam masyarakat manusia mestinya mencontoh cara kerja organisasi dalam sel. Hasil kerja akan menjadi luar biasa jika semua bagian dari organisasi saling membantu dan saling bekerja sama untuk menghasilkan produk. Bagian dari sebuah organisasi mestinya tidak saling serobot terhadap hak dan tanggung jawab masing-masing bagian,sehingga akan dihasilkan sebuah produk yang berkualitas,entah itu keputusan,kebijakan atau produk barang. Sayangnya dalam organisasi masyarakat manusia sifat saling serobot,saling sikut,saling “makan”,saling tusuk dari belakang sering terjadi, itulah sebabnya mengapa sebuah organisasi manusia menjadi lemah dan hancur karenanya. Tidak ada superman/super woman,yang ada adalah super team. Marilah kita belajar organisasi pada sel kita sendiri untuk menghasilkan produk yang LUAR BIASA. Jika PGSD masih ingin tetap LUAR BIASA, seperti slogannya,belajarlah pada sel.

Bayaran kontan dari Allah SWT

BALASAN DARI ALLAH TIDAK MESTI BESOK-BESOK

Sore ini saya dapat pelajaran hidup yang luar biasa. Cerita ini tidak untuk bermaksud riya,tetapi sekedar pelajaran hidup yang mungkin bisa dipetik hikmahnya oleh banyak orang. Sore pada waktu perjalanan ke Tanjung Benoa ada sebuah kelas yang masih belum bisa memutuskan siapa yang menjadi wakil untuk berangkat ke pulau penyu,karena sesuatu sebab. Saya mencoba memecah kebekuan dengan menawarkan beaya gratis untuk asisten IPA yang ada di bus yang saya naiki,dan ternyata ada 1 orang. Saya katakan serius untuk membayari 1 orang. Ketika saya mau berangkat dan mau bayar beaya penyebrangan dikatakan nanti saja.Pulang dari Pulau Penyu ketika saya kembali mau bayar ternyata uang saya diterima dan dikatakan sudah dibayari. Beaya penyebrangan tersebut ternyata dibayar oleh orang Bali yang saya sendri belum kenal,baru basa-basi membuka percakapan saja.
Saya kemudian berpikir bahwa niat saya membayari mahasiswa untuk nyebrang ke pulau Penyu ternyata langsung dilunasi oleh Allah dengan cara seperti cerita tersebut. Kunci itu semua adalah ikhlas,dan itulah bayaran yang akhirnya saya terima. Semoga yang membaca cerita ini yang semula belum tergugah menjadi punya niat saling membantu,dan yang sudah melaksanakan makin ringan tangan dalam membantu sesama.

Bayaran kontan dari Allah SWT

BALASAN DARI ALLAH TIDAK MESTI BESOK-BESOK

Sore ini saya dapat pelajaran hidup yang luar biasa. Cerita ini tidak untuk bermaksud riya,tetapi sekedar pelajaran hidup yang mungkin bisa dipetik hikmahnya oleh banyak orang. Sore pada waktu perjalanan ke Tanjung Benoa ada sebuah kelas yang masih belum bisa memutuskan siapa yang menjadi wakil untuk berangkat ke pulau penyu,karena sesuatu sebab. Saya mencoba memecah kebekuan dengan menawarkan beaya gratis untuk asisten IPA yang ada di bus yang saya naiki,dan ternyata ada 1 orang. Saya katakan serius untuk membayari 1 orang. Ketika saya mau berangkat dan mau bayar beaya penyebrangan dikatakan nanti saja.Pulang dari Pulau Penyu ketika saya kembali mau bayar ternyata uang saya diterima dan dikatakan sudah dibayari. Beaya penyebrangan tersebut ternyata dibayar oleh orang Bali yang saya sendri belum kenal,baru basa-basi membuka percakapan saja.
Saya kemudian berpikir bahwa niat saya membayari mahasiswa untuk nyebrang ke pulau Penyu ternyata langsung dilunasi oleh Allah dengan cara seperti cerita tersebut. Kunci itu semua adalah ikhlas,dan itulah bayaran yang akhirnya saya terima. Semoga yang membaca cerita ini yang semula belum tergugah menjadi punya niat saling membantu,dan yang sudah melaksanakan makin ringan tangan dalam membantu sesama.

TIDAK SELAMANYA ADA DI ATAS

TIDAK SELAMANYA DI ATAS ANGIN DAN TIDAK SELAMANYA DI BAWAH

HARI ini saya teringat kejadian yang sangat pahit 28 tahun yang lalu. Saya kebetulan di SD dari kelas 1 selalu rangking 1sampai lulus ujian. Masuk di SMP alhamdulillah lagi-lagi di kelas 1- kelas 3 juga rangking 1. Menginjak remaja,ketika di SMA pretasi sedikit menurun,paling banter di urutan 5 atau 7. Ketika saya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi antara pilihan perintis I (UI,ITB,UGM,UNAIR), Perintis 2,Perintis 3 (UNSUD,UNS dll) atau Perintis 4 (waktu itu bernama IKIP) cukup bingung juga. Kebanyakan Jika tidak lolos perintis1 orang akan turun ke perguruan tinggi Perintis berikutnya, tetapi alhamdulillah bisa lolos di Perintis 1 (UGM). Masa awal kuliah adalah masa adaptasi,karena banyak orang-orang pinter yang berasal dari seluruh Indonesia berkumpul di sini.Persaingan nilainya memang cukup berat. Semester 1 alhamdulillah hampir semua mata kuliah lulus dengan nilai baik,namun ada satu mata kuliah yang cukup mengejutkan. Saya ingat ya pada tanggal 23-26 (kalau tidak salah ingat) bulannya Januari saya mendapatkan kenyataan bahwa mata kuliah kimia saya dapat E. Cukup kaget,sedih dan bingung juga karena di UGM jika E diperoleh 2 kali maka akan di DO dari UGM. Saya yang selama itu cukup berprestasi ternyata bisa tersandung oleh sebuah mata kuliah saja, oleh karena itu saya harus berjuang di semester 3 agar bisa lolos dari lubang jarum. Alhamdulillah akhirnya lolos juga meskipun nilainya sekedar cukup. Di semester 5,lagi-lagi kenyataan pahit terulang hanya karena saya lebih berat organisasi Pecinta alam dibanding kuliah,yang harusnya ujian justru saya tinggal kegiatan. Akhirnya saya berpikir bahwa itu adalah sebuah pelajaran hidup. Tidak selamanya orang selalu berada di atas angin, tetapi ketika berada di bawah saya juga tidak boleh menjelekkan atau iri kepada teman saya yang nilainya lebih baik,yang biasanya lebih jelek,dan dia adalah sahabat akrab saya yang sering nyontoh saya ketika mengerjakan tugas, dan kebetulan akrab dengan dosen tersebut karena pinter njahit dan sering dimintai tolong oleh anak si dosen. Saya harus bisa menerima kenyataan itu, dan saya harus berprasangka baik memang teman saya sudah belajar lebih giat dibanding saya saat itu, dan akhirnya saya dan teman akrab tersebut lulus bersama-sama,wisuda bersama-sama,dan sekarang sama-sama jadi dosen. Tulisan ini sekedar mengingat apa yang pernah membuat saya terjatuh (saat itu) tepat bulan Januari 28 tahun yang lalu, dan pelajaran itulah yang selalu saya pegang sampai sekarang hingga akhirnya saya bisa keliling Indonesia,dan suatu saat nanti ada masanya juga saya akan berhenti dari kelilingnya,dan itu harus sudah siap sejak dari sekarang. TIDAK SELAMANYA ADA DI ATAS.

IMPIAN DAN MIMPI

MEMIMPIKAN IMPIAN.

  MImpi dalam konteks fisiologi tubuh adalah salah satu cara otak melepaskan memori yang sudah tidak diperlukan,ibarat hardisk merefresh dan mendelet file tidak terpakai. Mimpi adalah salah satu komponen utama orang tidur. Orang yang tidak bisa bermimpi akan merasa cape ketika bangun tidur. Lalu bagaimana memaknai fenomena alam itu dalam dunia nyata ?
  Orang harus punya impian,sebuah mimpi yang ingin diraih. Tanpa impian orang tidak punya mimpi untuk apa,bagaimana,apa yang akan diraih nanti. Dengan impian orang menjadi semangat. Impian juga akan memotivasi orang untuk mewujudkannya,bukan sekedar mimpi lagi. Oleh karena itu berikan pikiran untuk memunculkan impian dan berikan kesempatan pada tubuh untuk mewujudkannya dengan berbagai macam usaha.
  Sungguh aneh jika ada orang yang meraih kesuksesan tanpa impian apapun sebelumnya. Impian sesungguhnya adalah sebuah cita-cita,tetapi bukan sekedar cita-cita. Ibarat anda punya impian pasangan hidup yang memenuhi kriteria dalam segala aspek harapan anda,maka anda akan menimbang benarkah orang tersebut memenuhi kriteria anda,meskipun pada akhirnya bisa terpenuhi semuanya atau hanya sebagian,minimal anda sudah punya impian dan tidak sekedar diimpikan.
  Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya bahwa saya pernah punya impian untuk mengunjungi makam BK di Blitar,Rumah BK di Blitar,Rumah pengasingan BK di Bengkulu,Rumah pengasingan BK di Ende,Rumah Bung Hata di Bukittinggi. Semua impian tersebut alhamdulillah sudah terwujud,tinggal pengasingan di Ende yang belum,tetapi saya ingin bisa mewujudkannya entah kapan. Ketika kecil saya terbiasa bermain dan sepakbola di halaman kraton Yogya (sekarang menjadi pelataran wisata), bahkan bermain layang-layang, juga tiduran di dekat tempat meletakkan DAMPAR (tempat duduk HB IX jika ada pisowanan). Beranjak dewasa saya punya impian melihat kraton yang lain,bukan sekedar Yogya. Alhamdulillah saya sudah melihat kraton PB di Solo, Kraton peninggalan Wiraraja di Sumenep,Kraton kesultanan Kutai di Tenggarong dan Kraton Kesultanan Buton. Impian-impian itulah yang memberi dorongan untuk mewujudkannya.
  Apa IMPIAN anda ? Usahakan dan wujudkan kapanpun anda bisa.
SELAMAT BERKHAYAL YANG BISA DIRAIH, YANG AKAN MENJADI MOTIVATOR UTAMA DALAM TUBUH ANDA

KETAT UNTUK ORANG LAIN LUNAK UNTUK DIRI SENDIRI


PERBEDAAN SUDUT PANDANG.

Suatu sore seorang bapak ngobrol di depan teve sambil nonton pertandingan sepakbola,di atas meja tersedia camilan goreng yang disediakan ratu rumah tangga. Ibu dan anak gadisnya di dapur sedang sibuk mencuci piring yang baru selesai dipakai untuk makan nasi waktu malam bersama-sama.
Bapak dan si anak sedang asyik bercerita soal sepak bolanya,tiba-tiba di belakang terdengar suara yang sangat keras
“Praaaaaaaaaang”..
lalu suasan hening sejenak,dan sia anak memandang si ayah dengan wajah mau bicara sesuatu.
“Ada apa ?’, tanya si bapak.
“Pasti yang memecahkan piring tadi ibu”, kata si anak dengan nada yakin.
“Kok kamu tahu ?”, tanya bapaknya lagi.
” Karena tidak ada suara marah-marah”, kata si anak “kalau yang mecahkan mbak Ais pasti ibu ngomel-ngomel”,lanjut si anak.
Begitulah kita. Kita seringkali memandang persoalan dengan sudut yang berbeda,ketat untuk orang lain tapi lunak untuk diri sendiri. Jika kita ingin dipercaya orang lain dan disegani buatlah aturan yang sama-sama ketatnya baik untuk orang lain maupun diri sendiri. Jika mahasiswa tidak boleh masuk jika terlambat kuliah 10 menit, ya aturan yang sama juga diterapkan untuk diri sendiri,begitu contohnya. Jika kita menuntut orang lain disiplin,ya disiplinkan diri sendiri dulu. Bagaimana mungkin kita meminta orang lain on time jika yang mengundang saja terlambat. Itulah sebabnya mengapa di Indonesia sangat laku keras yang namanya jam karet,bukan sekedar Indonesia penghasil karet dunia saja. Mari kita merenung apa yang telah kita lakukan

PRESIDEN TERMISKIN DUNIA

PELAJARAN DARI PEMIMPIN.

JOSE MUJICA adalah presiden Uruguay. Pada saat terpilih menjadi presiden ia hanya mempunyai sedikit uang, dan setelah menjadi presiden 90 % gajinya disumbangkan untuk kepentingan rakyat miskin (sekitar 120 juta). Sebagai Presiden ia mempunya kesempatan hidup mewah,namun itu tidak dilakukannya. Ia tetap tinggal di rumahnya yang sederhana dengan sedikit lahan pertanian dan masih menaiki mobil tua VW Beetle miliknya. Istrinya yang anggota senat masih berkebun bunga dan menjual hasil panen bunganya ke pasar. Pak Jose dianggap sebagai PRESIDEN TERMISKIN DI DUNIA (kaya lagunya Hamdan ATT). Ketika sebutan itu diberikan kepadanya,Pak Jose hanya menjawab :”Orang miskin adalah orang yang bekerja hanya untuk memenuhi gaya hidup yang berlebihan,dan ingin lebih dan lebih, dan selalu merasa kekurangan. Seandainya para pemimpin Indonesia seperti Pak Jose,barangkali pekerjaan KPK akan menjadi ringan. Namun sayang seribu kali sayang…..

BELAJAR DARI PEMULUNG

Jangan beri saya UANG

Seorang pemulung tua renta dengan kaki pincang kemarin “bekerja” memunguti sampah yang bisa dimanfaatkan di seputaran kampus UNSUD. Jalan terseok-seok,satu demi satu sampah plastik dimasukkan dalam keranjang yang dibawanya. Beberapa mahasiswa yang merasa iba mencoba mendekatinya, kemudian menjulurkan sejumlah uang. Harapan mahasiswa adalah si pemulung tua tadi menerima uang tersebut dengan ucapan terima kasih berkali-kali. Tapi apa yang terjadi ? Si pemulung menolak pemberian uang dengan nada halus. Mahasiswa yang mencoba memberikan uang masih mencoba memberikan dengan mengatakan itu pemberian yang iklas. Orang tua itu membalas ucapan mahasiswa yang cukup mengejutkan. “Jika akan membantu saya,jangan beri saya uang,itu membuat saya malas”, katanya dengan tegas. Subhanallah… Kita bayangkan sekarang peminta-minta yang berada di perempatan,yang datang dari rumah ke rumah, bagaimana kondisi mereka. Mereka justru orang-orang yang sehat,masih muda,dan tidak ada yang kurus kering. Mereka adalah orang-orang yang malas. Islam mengajarkan untuk tidak memberikan uang pada peminta-minta, hukumnya haram. Berikan bantuan pada orang yang sudah bekerja di jalan Allah tetapi masih kekurangan untuk kehidupannya. Tapi bagaimana kalau yang kita jumpai seperti pemulung tadi ? Sebuah pelajaran bahwa untuk mendapatkan uang sekecil apapun harus dimulai dengan cucuran keringat,dan mensyukuri seberapapun yang diperoleh, niscaya akan selalu cukup. Amiiin YRA. Pelajaran hidup tidak hanya dari orang-orang mampu,bahkan bisa muncul dari orang yang tidak kita sangka-sangka.