Guyon tentang BBM

Bagi traveler yang mengendarai kendaraan sendiri,BBM menjadi faktor utama dalam perhitungan beaya. Nah bagaimana cara menghemat BBM. Tonton video ini sampai selesai.

https://youtu.be/AawfGnsCTXo

http://bit.ly/ErA517

Iklan

Dark Cave dan Batu Caves

(Sambungan Dark Cave dan Gua Jatijajar)

Setiap pengunjung wisata Malaysia jika ke Batu Caves memang kebanyakan ya hanya ke tempat tersebut. Meskipun Dark Cave ada di sebelah Batu Caves,namun cenderung orang jarang mampir ke Dark Cave,apalagi memang kondisi gua dibiarkan alami karena sebagai situs perlindungan. Hanya orang yang berjiwa petualang saja yang penasaran dengan Dark Cave,karena kondisi di dalam yang memang gelap hgulita,sehingga orang yang cenderung ingin selfie di tempat wisata tidak akan terpenuhi di tempat ini.

Ngumpulin biaya traveling bisa lewat cara ini. Klik di sini cariduit

Sebelum cerita tentang lanjutan Dark Cave saya ingin cerita dulu tentang sekitar Batu Caves yang memang menjadi tempat ritual umat Hindu,khususnya yang berasal dari India. Kebetulan saat saya akan ke Dark Cave ada semacam ritual tahunan yang diselenggarakan umat Hindu,hanya tidak tahu persis nama ritulanya, Barangkali moment seperti inilah yang ditunggu oleh wisatawan yang berkunjung,karena memberikan nuansa yang berbeda.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kembali ke Dark Cave, sebagai wisata alam yang dilindungi Dark Cave memang cukup terjaga, ini dapat dilihat dengan campur tangan manusia yang hanya berupa pembuatan jalan saja di dalam gua,sementara asesoris yang lain seperti yang ada di Gua Jatijajar kebumen tidak ada, apalagi dengan tambahan lampu,sama sekali dibiarkan gelap gulita,sehingga jangan heran jika tiba-tiba hp yang kita bawa kejatuhan PUPnya para kelelawar yang bergelantungan di atas gua. Gua ini menawarkan eksotisme fauna gua yang punya ciri khusus yang tidak akan dijumpai di luar gua, seperti jenis jangkrik,lipan,laba-laba yang semua kakinya berukuran 2 kali lipat panjang kaki hewan yang sama yang berada di luar gua. Namun demikian Dark Cave yang berada tepat di samping Batu caves menjadi tempat tersendiri yang layak dikunjungi oleh pecinta wisata pure nature. (Purwokerto,26 Januari 2019

Harga Tiket Pesawat Turun,People Power Zaman Now

Kekuatan petisi yg ditandatangani para traveler,termasuk anggota backpacker internasional maupun backpacker Indonesia (saya termasuk di dalamnya) memang ampuh. Setelah petisi yang diunggah melalui change.org dipublish penandatangan petisi mencapai ribuan, dan ini mempengaruhi Menhub turun tangan yang berdampak pada penurunan harga tiket pesawat. Berikut saya copaskan yang ditulis di milis change org (dikirim ke alamat email)

Harga Tiket Pesawat Mulai Turun, Menhub respon suara kita!

Iskandar Zulkarnain

Banjarmasin, Indonesia

17 JAN 2019 — 

Teman-teman, makasih banget sudah ikut mendukung dan menyebarkan petisi ini.

Setelah petisi ini rame di media dan media sosial hingga ditandatangani 225 ribu orang, akhirnya Menteri Perhubungan Budi Karya dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) merespon suara kita. Mereka juga sudah memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik.

Alhamdulillah banget suara kita nggak sia-sia. Saya pribadi ingin mengapresiasi Menteri Perhubungan dan INACA yang dengan cepat merespon kegelisahan masyarakat.

Saya lihat harga tiket pesawat di beberapa rute penerbangan sudah turun. Tapi ada beberapa rute lain yang belum turun harganya. Saya akan menyatakan petisi ini menang saat perubahan harga tiketnya sudah diaplikasikan ke semua rute.

Please komen di bawah ya kalau kamu ngecek ada rute penerbangan yang sudah atau yang belum turun harganya.

Tetap semangat ya kawan-kawan dalam menyuarakan suara masyarakat terhadap kondisi yang ada di Indonesia. Kalian adalah bukti People Power zaman now..

Antara Goa Jatijajar dan Dark Cave

Goa Jatijajar di Kebumen dengan Dark Cave di Kualalumpur memang, tidak jauh beda. Sama-sama gua yang terbentuk dari bukit karst, sama-sama punya stalagmit dan stalagtit, sama-sama wisata alam atau adventure. Perbedaan Jatijajar dengan Dark Cave adalah dalam hal pengelolaannya. Dark Cave sedikit ada sentuhan manusia,attinya dibiarkan semaksimal mungkin secara alami,sementara Jatijajar lebih banyak diberi sentuhan oleh manusia, seperti penambahan patung-patung, penambahan lampu-lampu, sedang Dark Cave sama sekali tidak ada, sehingga orang yang berkunjung akan merasakan suasana yang betul-betul alami,kecuali penambahan jalan 2 tapak saja untuk memudahkan pengunjung berjalan.

Perbedaan kedua adalah Jatijajar dibuka sepnajang waktu tanpa jeda waktu,dan pengunjung dibiarkan bebas menentukan waktunya sendiri. Dark Cave menentukan pilihan waktu pilihan yaitu 15 menit, 30 menit atau 45 menit dengan biaya RM35 untuk waktu 15 menit (prakteknya bisa 30 menit), dengan jam amsuk gua pad waktu-waktu tertentu. Selang waktu rombongan pertama dengan berikutnya adalah 15 menit, sehingga tidak ada kemungkinan pengunjung berjubel di dalam gua.

Perbedaan ketiga adalah setiap rombongan dipandu oleh guide yang selali menjelaskan hal-hal yang menarik di setiap pos pemberhentian menggunakan bahasa Inggris, tidak perduli tamu yang dipandu berasal dari negara mana dan bisa berbahasa Inggris atau tidak. Cara yang diterpakan untuk pemandu ini mneyebabkan ada 2 tuntutan yang harus dipenuhi oleh pemandu, yaitu kemampuan bahasa Inggris dan kemampuan atau penguasaan ilmu geologi dan biologi,karena dua hal ini juga yang akan dijelaskan kepada pengunjung (termasuk istilah nama-nama latin fauna yang ada di dalam gua,misalnya nama xentipedes batulis).

Kondisi gua yang dibiarkan tetap alami ini menyebabkan pengunjung bisa merasakan suasana gua-gua yang alami, dan merasakan bagaimana keadaan yang gelap pekat sepnajang masa ketika tidak ada cahaya senter sama sekali, namun masih bisa dijumpai fauna khas gua gelap sepanjang hari. Suasana seperti ini tentusaja menjadikan pengunjung merasakan suasana yang berbeda dengan di luar gua,terutama mereka yang punya phobia terhadap kegelapan. Terkait dengan lampu senter,setiap pengunjung memang dibekali senter setiaporangnya,tetapi ada aturan cahaya senter hanya boleh disorotkan maksimal sebatas tinggi hidung, tidak boleh diarahkan ke atas. Kenapa tidak boleh disorotkan ke atas ? Di atas sana terdapat ribuan kelelawar yang bisa buyar jika terkena cahaya. Bayangkan jika ribuan kelelawar beterbangan sementara pengunjung masih ada di dalam gua,tentu punya resiko tersendiri,apalagi di dalam gua inijuga ditemukan ular kegelapan.

(Bersambung)

MANILA ITU MELELAHKAN

Sambil bekerja sambil menyelami wisata,inilah yang saya lakukan di Manila, lebih tepatnya di Quezon,Philipine. Jangan bayangkan tempat wisata dan perjalanannya menyenangkan seperti di luar Jakarta di Indonesia. Dimana-mana macet itu hhal yang biasa sehari-hari. Selain itu lalu lintasnya betul-betul semrawut dan berantakan. Fasilitas publik untuk umat muslimpun tidak ada.Di sekitar Quezon ada mall yang cukup besar yaitu di UP Town, tapi disini tidak akan bisa mendapatkan souvenir khas Philiphine maupun makanannya yang halal,jadi bagi muuslim memang harus hati-hati. Tidak ada toilet yang dilengkapi dengan sarana turas bagi muslim,baik untuk laki-laki maupun perempuan, oleh karena itu jika anda ingin wisata ke Philiphine saya sarankan untuk selalu membawa botol air minum berisi penuh, karena itu sangat diperlukan untuk keperluan di toilet.Anda muslim dan ingin menjalankan sholat waktu di luar hottel? Jangan berharap untu mendapatkan tempat sholat atau memadai di tempat umum seperti mall. Anda sudah bisa sholat di antara deretan toko dan ada tempat kosong itu sudah alhamdulillah, karena hampir semua penduduk non muslim. Oleh karena itu harap bawa alat sholat termasuk sajadah jika ingin bepergian melewati waktu-waktu sholat.Ada sebuah mall yang sangat besar,yaitu Mall of Asia yangg lokasinya berada di Kota Pasay atau Malibay. Mall ini memang disebut-sebut sebagai mall terbesar di Asia. Saya mencoba ke mall ini bersama rombongan conference, dan tternyata perjalanan city tournya tidak seindah yang dibayangkan. Jarak dari hotel Miicrotel ke Mall of Asia memang hanya sekitar 13 km saja, tapi dari hotel jam 08.00 sampai Mall pukul 12.45, jadi betul-betul melelahkan,seperti perjalanan mudik dari Jakarta saat lebaran. Inilah Tour of Traffic jam, tur kemacetan. Pulang dari mall lebih gila lagi karena kemacetan lebih parah