PELACURAN DUNIA PENDIDIKAN

PELACURAN DUNIA PENDIDIKAN

Beberapa waktu yang lalu kami kedatangan perwakilan dari alumni sebuah perguruan tinggi yang pokjarnya tersebar di seluruh Indonesia. Perwakilan tersebut menyatakan ingin mengikuti program SKGJ (Program mensarjanakan guru yang belum S1 dengan SK menteri). Ketika kami tanya latar belakangnya ternyata mereka sudah S1, hanya karena semua IPKnya kurang dari 3 sehingga tidak bisa mendaftar menjadi CPNS. Kami melihat tidak ada korelasinya antara program SKGJ dengan keinginan untuk memperbaiki IP,apalagi mereka sudah diwisuda sebagai sarjana, oleh karena itu kami tolak.
Saya cukup kaget ketika menuju ke Pemalang di daerah Randudongkal ada spanduk cukup besar,yang salah satu butirnya menyatakan Pokjar Randudongkal UPBJ Purwokerto menerima mahasiswa baru bagi alumni yang ingin memperbaiki IPKnya. Bagaimana mungkin mereka sudah menjadi sarjana namun masih bisa diterima sebagai mahasiswa lagi hanya sekedar memperbaiki IPK. Kalau ini benar dilaksanakan dan juga diketahui oleh kantor pusatnya apa namanya bukan pelacuran pendidikan. Semua norma akademik ditabrak hanya sekedar untuk menolong para alumni agar bisa mendaftar CPNS, tetapi jika program itu tidak diketahui oleh kantor pusat semoga ada tindakan yang penting dan “layak mendapat apresiasi”. Mau dibawa kemana dunia pendidikan kita,jika para sarjana yang sudah diwisuda bisa diterima sebagai mahasiswa lagi agar bisa memperbaiki IPK,lalu apa gunanya batasan IPK untuk menyaring pendaftar kalau demikian halnya. Semoga tulisan ini menjadi pemikiran pihak yang berwenang.

CATATAN UNTUK CALON PENULIS

Kenapa anda takut menulis, apa anda tidak mampu atau tidak percaya diri ? Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa calon penulis gagal untuk menulis. Coba perhatikan catatan di bawah ini, menurut anda mana yang paling tepat ada pada diri anda
Secara umum seseorang gagal menulis karena :

1. TAK PERNAH DAN TAK BERANI MENCOBA MEMULAI
2. TIDAK TAHU MULAI DARI MANA
3. TERLALU BANYAK YANG INGIN DISAMPAIKAN,TIDAK FOKUS
4. SELALU INGIN SEMPURNA, PENYEBAB TIDAK SELESAI
5. TAKUT DIKRITIK, KURANG PERCAYA DIRI
6. BANYAK IDE TAPI BINGUNG MANA YANG DIPILIH
APA YANG HARUS DILAKUKAN.
Tulislah ide apapun yang melintas dalam pikiran anda dalam sebuah catatan kecil,kemudian fokuskan pada salah satu ide untuk memulai. Tulislah tanpa memperhatikan struktur kalimat,kosa kata ataupun nyaman tidaknya tulisan itu dibaca, nanti kan bisa diedit setelah selesai untuk diperbaiki. Jika anda belum pernah mempublikasikan tulisan,setidaknya mintalah pendapat teman bagaimana komentarnya terhadap karya yang anda tulis.
MARILAH MULAI BERKARYA DARI SEKARANG

IMPIAN DAN MIMPI

MEMIMPIKAN IMPIAN.

  MImpi dalam konteks fisiologi tubuh adalah salah satu cara otak melepaskan memori yang sudah tidak diperlukan,ibarat hardisk merefresh dan mendelet file tidak terpakai. Mimpi adalah salah satu komponen utama orang tidur. Orang yang tidak bisa bermimpi akan merasa cape ketika bangun tidur. Lalu bagaimana memaknai fenomena alam itu dalam dunia nyata ?
  Orang harus punya impian,sebuah mimpi yang ingin diraih. Tanpa impian orang tidak punya mimpi untuk apa,bagaimana,apa yang akan diraih nanti. Dengan impian orang menjadi semangat. Impian juga akan memotivasi orang untuk mewujudkannya,bukan sekedar mimpi lagi. Oleh karena itu berikan pikiran untuk memunculkan impian dan berikan kesempatan pada tubuh untuk mewujudkannya dengan berbagai macam usaha.
  Sungguh aneh jika ada orang yang meraih kesuksesan tanpa impian apapun sebelumnya. Impian sesungguhnya adalah sebuah cita-cita,tetapi bukan sekedar cita-cita. Ibarat anda punya impian pasangan hidup yang memenuhi kriteria dalam segala aspek harapan anda,maka anda akan menimbang benarkah orang tersebut memenuhi kriteria anda,meskipun pada akhirnya bisa terpenuhi semuanya atau hanya sebagian,minimal anda sudah punya impian dan tidak sekedar diimpikan.
  Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya bahwa saya pernah punya impian untuk mengunjungi makam BK di Blitar,Rumah BK di Blitar,Rumah pengasingan BK di Bengkulu,Rumah pengasingan BK di Ende,Rumah Bung Hata di Bukittinggi. Semua impian tersebut alhamdulillah sudah terwujud,tinggal pengasingan di Ende yang belum,tetapi saya ingin bisa mewujudkannya entah kapan. Ketika kecil saya terbiasa bermain dan sepakbola di halaman kraton Yogya (sekarang menjadi pelataran wisata), bahkan bermain layang-layang, juga tiduran di dekat tempat meletakkan DAMPAR (tempat duduk HB IX jika ada pisowanan). Beranjak dewasa saya punya impian melihat kraton yang lain,bukan sekedar Yogya. Alhamdulillah saya sudah melihat kraton PB di Solo, Kraton peninggalan Wiraraja di Sumenep,Kraton kesultanan Kutai di Tenggarong dan Kraton Kesultanan Buton. Impian-impian itulah yang memberi dorongan untuk mewujudkannya.
  Apa IMPIAN anda ? Usahakan dan wujudkan kapanpun anda bisa.
SELAMAT BERKHAYAL YANG BISA DIRAIH, YANG AKAN MENJADI MOTIVATOR UTAMA DALAM TUBUH ANDA

PERLU DIBUAT MALU DIRI

BUSUKNYA KEDISIPLINAN

JALUR bus way di Jakarta sudah dirancang sedemikian rupa sejak lama untuk bebas hambatan. Kendaraan selain ambulance tidak boleh melewati jalur bus wa. Kenyataannya aturan itu tetap saja dilanggar. Baik sepeda motor maupun mobil tetap saja melalui jalur tersebut. Cara berikutnya setelah Jokowi jadi gubernur dengan meninggikan pembatas,masih juga tidak mempan. Aturan kini diperberat lagi dengan denda tilang yang tinggi yaitu Rp.500.000 untuk sepeda motor dan Rp.1.000.000 untuk mobil. Kenyataan jika tidak dijaga masih saja ada yang melanggar. Ada ide seorang warga yang sudah geregetan dengan kampanye moral melalui gaya bus way kick, dengan mengacungkan kaki ke mereka yang melintas,namun nampaknya dicuekin saja. Barangkali sudah saatnya mereka yang melintas jalur bus way untuk dilempar dengan telur busuk,terutama mobil,karena kedisiplinan mereka memang sudah BUSUK sebusuk-busuknya. Sungguh memprihatinkan jika banyak mobil mewah yang melintas jalur larangan tersebut. Barangkali gerakan melempar telur busuk akan sedikit berpengaruh.
Tidak jauh berbeda dengan Jakarta, di Purwokerto di setiap perempatan tertentu sudah ada fasilitas kendaraan roda dua,yaitu ruang henti roda dua. Kenyataannya ruang henti roda dua sering ditempati mobil,termasuk mobil mewah. Barangkali mereka memang buta huruf,karena itu mungkin sudah saatnya kita mengadakan gerakan moral di perempatan dengan memberika selebaran yang berbungi “RUANG HENTI RODA DUA BUKAN MILIK ANDA. MINTALAH SAUDARA ANDA YANG BISA MEMBACA UNTUK MEMBANTU MEMBACA TULISAN DI PEREMPATAN INI.”, Baragkali mereka perlu dibuat malu untuk diri sendiri jika mereka tidak mau memberi hak pada orang yang berada di bawahnya. SETUJUKAH anda melakukan gerakan moral itu ? Mari kita turun bersama.

Menuju Hidup Sehat dan Nyaman


Tadi pagi waktu jalan-jalan menuju pasar wage seperti biasa mampir burjo perempatan srimaya, ketemu dengan seorang kakek-kakek. Saya bertanya berapa usia sia kakek, dijawab 75 tahun. Saya kagum mengingat usia yang sudah lanjut masih rajin bersepeda sebagai olah raga,bahkan katanya beberapa waktu yang lalu “pit-pitan” sampai prambanan dengan grupnya,yang juga kelompok usia lanjut. Saya tanya lagi dimana rumahnya,jawabannya sungguh mengejutkan. Sang kakek yang mantan wakasat lalu lintas tersebut mengatakan tidak punya rumah, Ketika saya lanjutkan lha tidurnya dimana jawabannya ya numpang-numpang saja. Jawaban ini sungguh mengherankan saya. Akhirnya si kakek cerita kalau rumah dia sudah dibagi-bagi untuk anak-anaknya,dan kini kalau tidur ya ikut ke anak-anaknya. Dia tinggal punya uang pensiunan untuk makan dan sepeda onthel untuk olah raga. Katanya untuk apa lagi punya harta seusia dia,tinggal waktunya menikmati sisa hidup agar tetap sehat dan mengingat sang Khaliq saja,itu sudah cukup. Saya berpikir hidup seperti itu memang membuat manusia merasa nyaman dan tentram,untuk apa lagi berburu harta jika waktunya menghadap semakin dekat. Hidup seperti itu dengan selalu berolah raga justru hidup menjadi sehat dan bermutu. Dia katakan bersepeda itu kegiatan yang sudah dia lakukan ketika belum pensiun. Saya jadi ingat ketika kemarin melakkan ecg pak dokter bertanya dengan agak heran :”suka olah raga”,tanyanya. Saya jawab :”rutin jalan kaki dan bersepeda dok,memang kenapa?”. Pak doketer kembali berkata :”rekam jantungnya sangat bagus”. Intinya hidup sehat memang dimulai dari kehidupan dengan olah raga rutin. Saya jadi berpikir bagaimana kesehatannya nati ketika saya sering melihat mahasiswa yang dari gedung G ke FKIP saja tidak mau jalan kaki,tetapi naik motor, hal yang selalu saya hindari,bahkan ketika harus ke kantor pusat,cukup jalan kaki. Barangkali para mahasiswa perlu merenungkan inti cerita ini,manfaatkan kaki yang sudah Allah anugerahkan untuk banyak beraktivitas agar hidup tetap sehat tanpa keluhan.

LUNTURNYA KEMANUSIAAN DAN ETIKA TIMUR

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa timur yang punya sopan santun,ramah tamah,gotong royong,punya empati yang tinggi dan seabreg kata-kata positif yang lain. Apakah idion tersebut masih berlaku ? Tadi saya sempat berhenti dan menepi di perempatan SAMSAT ketika mendengar ada sirine ambulan yang meminta jalan. Sebagian kecil yang lain menepi tetapi lebih banyak yang tetap cuek saja berhenti di tengah tanpa ada keinginan untuk memberi jalan,bahkan ketika lampu hijau pun tetap serombongan sepeda motor dan mobil tetap berada di tengah di depan ambulan tanpa menepi. Saya jadi ingat cerita beberapa bulan yang lalu yang akhirnya pasien yang dibawa ambulan meninggal karena tidak diberi kesempatan untuk jalan. Sudah demikian parahkah rasa kemanusiaan,empati sebagian warga bangsa ini ? Melihat fenomena tersebut nampaknya idiom bangsa yang santun,ramah dan gotong royongnya tinggi perlu dicabut dari tanah Indonesia,seperti pencabutan sebutan tujuh keajaiban dunia untuk Borobudur karena sudah memprihatinkan lingkungannya. Kondisi seperti itu ternyata juga melanda sebagian kecil mahasiswa PGSD UMP,yang tidak lagi punya kepedulian dan keramah tamahan terhadap orang lain,termasuk dalam menjaga etika berlalu lintas. Jika seorang calon guru SD karakternya saja tidak bisa diteladani bagaimana akan membentuk karakter anak bangsa. Bagi mahasiswa PGSD UMP yang mungkin termasuk dalam sebagian kecil orang seperti itu,marilah kita mulai membentuk karakter diri sejak dini, jadilah TUNTUNAN, bukan TONTONAN. Contoh kecil yang lain misalnya bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan merokok itu tidak baik bagi kesehatan (kelas 4) jika sang guru sendiri merokok.

Kita bentuk karakter mulai dari sendiri agar sikap asli bangsa timur dapat dipulihkan lagi

KESALAHAN KONSEP KILOGRAM DAN ONS

Saya ketika membaca status bu Shanty Hawanti yang Doktor filosofi tentang kg ons dan gram dengan mengunggah tulisan temannya yang menjelaskan konsep selama ini salah,saya jadi teringat dengan daftar konversi internasional yang saya punyai. Saya sewaktu pertama kali membaca daftar konversi tersebut memang bingung juga mau dari mana kesalahan itu diperbaiki,karena itu sebuah kesalahan nasional dan sudah menjadi wabah. Para bakul di pasarpun sudah memahami kalau 1 kg adalah 10 ons dan 1 ons adalah 100 gram. Jika kita meminta guru SD yang pertama kali mengajarkan istilah itu untuk mengoreksi maka pertanyaannya bagaimana mungkin jika buku-bukunya saja masih menggunakan konversi yang salah sehingga kalau siswa menjawab konversi yang benar justru menjadi salah,tetapi jawaban sesuai konversi yang salah justru benar. Persoalan ini menjadi dilema bagi guru untuk memutuskan,apakah harus menjelaskan konsep yang benar atau konsep yang salah tetapi dianggap benar.

Daftar konversi yang berlaku secara international memang menyebutkan 1 kg = 35,27 Ounces atau Oz atau biasa disebut ons. 1 kg = 32,15 ounce atau oz (troy). Perbedaannya adalah dalam ounce (troy) dan ounce (bukan troy). Skala 1 ounces atau ons atau oz = 28,35 gram atau jika menggunakan 1 ounce (troy) atau ons atau oz = 31,10 gram.
Penjelasan tentang troy adalah sistem berat troy, umumnya dipakai untuk penimbangan logam,secara eksak ditentukan dengan 1 ounce troy adalah 0,0311 kg. 1 ounce trouy equivalen dengan 1,097 avoirdupois ounce. Sistem troy digunakan untuk penimbangan platina,emas dan perak,sedang avoirdupois ounce atau ons dalam pengertian umum digunakan untuk perdagangan umum. Nah kalau demikian benar kata bu Shanty bagaimana mungkin kesalahan turun temurun ini masih berlanjut terus, mari kita perbaiki bersama. Tetapi bagaimana kalau pemahaman yang salah itu sudah dimiliki mulai dari Presiden sampai rakyat jelata ? Yah,simpulannya bangsa kita sudah terbiasa dengan konsep yang salah tetapi dibenarkan secara umum.

CINTA DAN TANGGUNG JAWAB

  Tanggung jawab dan Cinta

Cinta remaja atau yang baru memasuki usia dewasa sering tidak rasional
Kadang hanya berpikir bahwa cinta itu sekedar sayang menyayangi, tapi ia lupa bahwa dibaliknya ada rasa tanggung jawab. Sering pula berpikir bahwa asal ada cinta,menikah akan tetap kenyang dengan rasa cinta. sehingga banyak yang menikah tanpa ada rasa tanggung jawab. Bayangkan jika masih berstatus mahasiswa,belum punya pekerjaan,menikah dan haeus memberi makan anak yang dilahirkannya. Jika pasangan muda ini yang menikah atas dasar rasa cinta,tetapi biaya hidup masih minta orang tua apa jadinya?  Benar bahwa ia punya rasa cinta,tapi benarkah ia punya rasa cinta ? Benarkah hidup dalam pernikahan cukup diberi makan dengan rasa cinta? Oleh karena itu anda para mahasiswa yang sedang saling mencinta dan dicinta,perhatikan bahwa rasa cinta tidak bisa dilepaskan dari rasa tanggung jawab. Benar bahwa sang wanita mungkin dimanjakan dengan segala hal,mulai dari asesoris,jalan-jalan,makan-makan,windows shoping,dan seabreg barang yang diberikan atas dasar cinta,tapi yang harus dipertanyakan darimana semua itu diperoleh ? Kerja ? Orang tua ? atau apa? Mulailah belajar untuk bertanggung jawab atas nama cinta, bukan yang penting cinta. Banyak wanita yang terjebak sehingga memberikan segalanya (termasuk kehormatannya), tapi bagaimana nasib si wanita jika kemudian ditinggal pergi karena lelaki masih belum punya rasa tanggung jawab,seperti halnya saat pacaran?. Karena itu hai para mahasiswi,pertimbangkan masak-masak sebelum anda melangkah. TANGGUNG JAWAB DAN CINTA TIDAK BISA DIPISAHKAN.

RIGHT OR WRONG IS MY COUNTRY BUT …

  

Sy td sore ditelp adik yg nikah dg warga Malay, sekarang status janda karena setahun yang lalu suami meninggal kecelakaan. dia mengabarkan sebelum ramadhan mendapatkan tunjangan beras,kue2,kain,uang,berlimpah bahkan sebagian dibagikan ke tetangga. Semua itu diperoleh karena anak yatim di Malay menjadi tanggungan negara, itu pula yg sempat saya lihat di Malaysia sebelum ramadhan setahun yg lalu di beberapa tempat. Anak2 yatim juga mendapat jatah bulanan per orang sekitar 3 jt rupiah per bulan. Cukup mengherankan juga jika Malaysia bisa menghidupi anak2 yatim dan terlantar mengingat SDA Malaysia jauh di bawah Indonesia. Indonesia yang katanya kaya raya dengan SDA,dan UUD 45 mengamanatkan kepada Negara untuk memelihara anak yatim piatu dan fakir miskin ternyata justru tidak melakukannya. Tidak ada satupun anak yatim yang dijamin oleh negara yang tinggal bersama orang tuanya. Memang right or wrong is my country but no if The Leader wrong. Apa yang salah dengan para pimpinan kita jika tidak bisa menjamin rakyatnya yang terlantar. Mungkin kita perlu pemimpin yang revolusioner,yang memperhatikan rakyatnya, tapi kapan itu bisa kita peroleh.Saya jadi membayangkan jika kita punya pemimpin 100 orang saja seperti Jokowi,barangkali bisa mengubah negara ini.