ANTARA RANGKING DAN BUKAN RANGKING

Dunia pendidikan kita saya rasakan kadang aneh juga. Orang tua menyekolahkan anak di SD itu tujuan utamanya apa? Agar anak menjadi tahu yang sebelumnya tidak tahu,menjadi mengerti yang sebelumnya tidak mengerti, bisa menulis yang sebelumnya tidak bisa menulis, atau mencari rangking untuk anak? Tentu jawabannya adalah bukan mencari rangking. Tetapi mengapa orang tua berlomba-lomba agar anaknya masuk rangking sehingga anaknya dileskan kemana-mana,meskipun anak sesungguhnya sudah kelebihan beban? Bertahun-tahun saya memikirkan ini sejak anak saya di SD.

Apakah saya ikut-ikutan para ortu dengan menuntut rangking anak ? Tidak. Rangking atau tidak bagi saya bukan soal. Bagi saya yang penting anak bisa mengembangkan kemampuan yang lain,karena kesuksesan anak tidak hanya dilihat kemampuan kognitifnya saja, rangking atau tidaknya, tapi juga yang lain. Setiap anak itu punya potensi masing-masing yang jika dikembangkan justru barangkali akan melebihi potensi kognitifnya.

Pemikiran itulah yang kemudian saya coba terapkan ketika dipercaya menjadi ketua pendiri SD UMP dan yang kemudian menjadi kepala labnya. Saya coba kenalkan sekolah tanpa rangking dengan mengembangkan potensi anak yang lain, bukan hanya kognitif, sehingga yang pandai dalam kognitif dan menonjol di bidang lain tumbuh dan berkembang bersama dengan baik. Dengan cara ini anak yang mempunyai kemampuan kognitif terbatas tetapi punyai potensi lain yang menonjol dan dibanggakan akan merasa tidak kalah dengan yang pandai dalam segi kognitif.

Memang dengan sekolah tanpa rangking pada awalnya banyak ortu yang keberatan,kadang juga menanyakan pada guru dengan alasan untuk penyemangat. Benarkah penyemangat ? Kenyataannya tidak sepenuhnya benar. Dengan rangking justru anak kadang minder jika mendapatkan rangking bawah, sebaliknya rangking atas merasa bangga dan menyepelekan yang di bawah., oleh karena itu tanpa rangking justru tidak memunculkan hal-hal tersebut.

Jadi mana yang anda pilih ? Rangking atau tanpa rangking ?

MENDOAN MILIK RAKYAT BUKAN FUJI WONG

Nama mendoan itu identik dengan Banyumas dan sekitarnya (Banyumas,Purbalingga,Cilacap, ,Banjarnegara, sebagian Kebumen. Orang jika mengatakan mendoan maka konotasinya adalah tempe khas yang berasal dari wilayah tersebut. Tempe mendoan sudah ada sejak dulu turun temurun,dan diproduksi oleh rakyat banyak,mulai dari pengrajin tempe mendoan kelas teri sampai kelas kakap. Nama khas mendoan ini sudah ada sejak dulu di wilayah Banyumas,maka menjadi nama generik seperti halnya tempe, lanting,gembus, bongkrek dan lain-lainnya.

Maka menjadi aneh jika Kemenkumham melalui Dirjen Hak paten memberikan hak ekslusif nama mendoan kepada Fuji Wong. Fudji Wong mengantongi hak eksklusif merek ‘Mendoan’, tempe khas Banyumas, Jawa Tengah. Meski mengantongi merek ‘mendoan’ ternyata ia bukanlah pengusaha di bidang tempe. “Dulu saya patenkan usaha saya, ada air minum, ada salon dan lain-lain. Saya terpikir juga mendoan ini sudah ada yang daftarin belum. Nah, ternyata belum. Makanya saya daftarkan,” kata Wong kepada wartawan di rumahnya, Jalan Jenderal Suprapto, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (4/11/2015).(sumber :detik.com). Wong tumbuh besar di Purwokerto dan selepas SMA bekerja di Jakarta dan kembali ke kampung halamannya untuk bisnis air minum. Selama ini, ia tidak pernah bergelut di bidang olahan makanan, baik tempe, keripik, tahu, mendoan atau lainnya, oleh karena itu aneh jika ia mendaftarkan paten mendoan,dan menjadi pemilik ekslusif.

Ada konsekwensi hukum jika hal ini dibiarkan. Orang tidak bisa lagi seenaknya menggunakan nama mendoan atau menyediakan mendoan di warung tanpa seijin pemilik hak merk/nama. Orang juga tidak lagi bisa membuat mendoan tanpa seijin Fuji Wong. Meskipun alasan Fuji Wong mendaftarkan nama mendoan agar nama ini tidak lepas dari Bayumas, tetapi kita tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya di balik itu, bisa jadi keuntungan finansial yang ingin didapatkan dengan memegang hak ekslusif nama mendoan. Oleh karena itu rakyat Banyumas tidak bisa tinggal diam begitu saja dengan membiarkan Fuji Wong sebagai pemegang nama ekslusif mendoan,karena bukan dia, atau nenek moyangnya yang mengenalkan mendoan di bumi Bayumas ini. MENDOAN IS BANYUMAS CULINERY. NOT FUJI WONG ONLY.

  
Inilah wajah Fuji Wong.

MANUSIA TEMPATNYA MENGELUH

Berbukan-bulan Indonesia mengalami kemarau panjang, bahkan akibat kemarau panjang ini pula berbulan-bulan Sumatra,Kalimantan diselubungi kabut asap yang tak kunjung selesai akibat hujan tak kunjung turun. Purwokerto berminggu-minggu panas menyengat, bahkan karena panasnya tidak ada seorangpun yang tidak kegerahan (kecuali di kamar berAC). Panas menyengat yang membuat aktivitas di luar ruang tidak nyaman,sementara air juga mulai berkurang. Manusia mengeluhkan dengan kondisi ketidak nyamanan panas ini. Berbagai upaya dilakukan oleh manusia, termasuk sholat istisqa, sholat minta hujan.

Sejak kemarin sore Purwokerto diguyur hujan hampir merata,setelah sebelumnya gerimis hanya turun di beberapa tempat. Nampaknya hujan kemarin belum cukup sehingga dilanjutkan pagi ini yang juga merata di wilayah Purwokerto. Kita patut bersyukur,begitu indahnya nikmat Allah 2 hari terakhir ini. bau tanah terkena air hujan pertama sungguh terasa seperti parfum yang paling mahal di dunia,bahkan tidak ada bandingannya. Kita patut bersyukur karenanya, tetapi…….

Sebagian manusia lagi masih mengeluh juga. ” ah masih pagi gini mau berangkat (ke kantor, ke sekolah, ke kampus) sudah hujan,lebat lagi”. Manusia itu memang aneh. Diberi nikmat kemarau berkepanjangan mengeluh dan minta hujan. Diberi hujan baru sekali saja sudah mengeluh kok pagi-pagi sudah hujan. Kapan manusia-manusia seperti itu bersyukur ? Padahal manusia yang pandai bersyukur, apapun kondisinya itu sungguh nikmat. Beban yang berat terasa ringan. Capaian yang terlalu jauh terasa dekat. Angan-angan yang tinggi serasa rendah, karena itu pandai-pandailah bersyukur.

Ah…… Manusia memang tempat berkeluh kesah, hanya orang-orang yang pandai bersyukur yang tidak pernah mengeluh.

DARAH TINGGI DAN STROKE DI USIA MUDA

Sudah cukup lama sebenarnya saya mendengar maupun membaca hasil penelitian bahwa ada kecenderungan penderita darah tinggi dan stroke usia muda meningkat. Hasil penelitian terhadap eksekutif muda di Jakarta (lupa siapa yang meneliti dan kapan dilakukan, yang teringat tahun 2000an awal) banyak yang sudah terkena darah tinggi dan stroke. Kecenderungan ini cukup mengherankan mengingat era 90-an dan sebelumnya darah tinggi identik dengan gangguan kesehatan usia di atas 40 tahun,tapi pada tahun 2000-an justru sudah banyak dijumpai pada usia 30-an, bahkan ada yang usia 20-an. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar diakibatkan pola makan,yaitu sarapan mie instant setiap hari.

Apa yang terjadi pada penelitian tersebut nampaknya ada benarnya karena saya kebetulan mendapatkan cerita yang sama dari seorang tukang pijat. Si pemijat bercerita bahwa dia sering memijat pegawai atau pengusaha muda,yang umurnya baru kisaran 30-an terkena stroke ringan atau darah tinggi. Pasien pijatnyapun rata-rata juga suka makan mie instant tiap harinya. Lalu apa hubungannya mie instant dengan stroke? Bukankah mie instant terbuat dari gandum yang jelas kandungan utamanya karbohidrat dan sedikit protein ? Betul semua alasan itu tetapi ada kelemahan pada mie instant ?.

Kelemahan dari konsumsi mie instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mie instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mie instan per takaran saji. Menurut seorang ahli gizi klinik, Juniarta Alidjaja, orang yang kebanyakan makan mie instan tanpa diimbangi makanan berserat berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena mie mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan kadar natrium tinggi. Misalnya obesitas, kenaikan kadar gula darah, kenaikan tensi tubuh dan lain-lain.

Menurut blog doktersehat.com Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan tekanan darah. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih,sedang bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan. Kelemahan lain mie instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mie instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.

Masihkah anda mengkonsumsi mie instant tiap hari ?

PECINTA ALAM KEKINIAN DAN RISIKO LINGKUNGAN

Memasuki tahun 2015 ini banyak kasus “pecinta alam” yang mengalami musibah saat melakukan pendakian ke puncak gunung. Kata pecinta alam sengaja ditulis menggunakan tanda petik karena saat ini selain pecinta alam sejati juga muncul pecinta alam “kekinian”, yaitu jenis pecinta alam yang sekedar mengikuti trend kekinian,menyiapkan tulisan yang isinya tergantung kepentingannya,dan difoto saat dipuncak langsung kemudian langsung diunggah di medsos.
Pecinta alam sejati tentunya sekelompok orang atau perorangan yang sudah mempersiapkan diri dengan matang dalam rangkaian penaklukan puncak gunung, baik persiapan fisik maupun perlengkapannya. Ia menyadari bahwa setiap gunung mempunyai karakter yang berbeda-beda,dan masing-masing juga mempunyai cirikhas lingkungan yang berbeda. Sebagai contoh ada gunung yang mempunyai ciri mudah terjadi longsor batuan, ada juga gunung yang licin saat musim hujan karena batu berlempung,atau ada juga gunung yang batu berpasir. Dengan ciri yang berbeda tentunya keperluan yang disiapkan juga akan berbeda-beda.
Pecinta alam kekinian tentunya berbeda dengan pecinta alam yang sebenarnya. Mereka mendaki gunung bukan bersama-sama dengan kelompok pecinta alam,tetapi berangkat dimulai dari ide yang sama dengan teman sekelompoknya untuk bersama—sama mendaki gunung tanpa persiapan matang,kecuali persiapan untuk berselfie ria. Mereka naik sekedar naik tanpa memahami karakteristik gunung yang akan didaki, tanpa persiapan yang matang,terutama persiapan fisik dan perlengkapan yang memadai,sehingga resiko bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan cukup besar.
Resiko paling besar yang akan diterima oleh pendaki kekinian selain kecelakaan karena faktor alam atau tersesat adalah terkena hipotermia, yaitu kondisi ketika mekanisme tubuh mengalami kesulitan mengatur suhu tubuh saat mendapat tekanan udara dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai kondisi saat suhu tubuh di bawah 35 derajat celsius,sementara tubuh hanya mampu mengendalikan suhu saat kondisi thermonetral,yaitu antara 36,5-37,5. Gejala hipotermia ringan adalah jika berbicara melantur,detak jantung melemah,tekanan darah menurun dan kontraksi otot kontraksi berlebihan untuk menghasilkan panas. Barangkalai gejala awal seperti ini tidak diketahui oleh pecinta alam kekinian dan bagaimana langkah pertolongan pertamanya sehingga muncul korban hipotermia pada tahun ini.
Salah satu resiko yang disampaikan di atas adalah salah satu resiko yang tidak disadari dan diketahui, terbukti munculnya foto-foto “pecinta alam” di medsos yang berpakaian ala kadarnya tanpa memperhatikan resiko itu, padahal cuaca di atas gunung bisa sangat cepat berubah. Selain resiko tersebut,resiko yang terkait dengan faktor alam adalah tersesat. Tersesat dapat terjadi bukan saja karena tidak paham dengan jalur pendakian dan penurunan, tetapi juga karena ketidak pahaman pendaki untuk bersikap saat kabut tebal datang secara tiba-tiba.
Selain resiko yang diterima oleh pendaki baik langsung maupun tidak langsung,ada juga resiko lingkungan karena ulah pendaki, dan ini sering terjadi. Pecinta alam jika tujuan utamanya adalah mendaki tidak akan membuat api unggun saat naik,atau kalaupun terpaksa membuat api unggun akan dipadamkan jika sudah selesai keperluannya. Demikian juga pendaki yang perokok akan betul-betul mengendalikan diri terkait dengan api rokok. Seringnya terjadi kebakaran hutan di puncak gunung saat musim kemarau sebagian besar justru bukan disebabkan karena gesekan ranting kering,tetapi karena api unggun maupun api rokok. Hal lain yang juga dilakukan mereka adalah membuang sampah sepanjang jalur pendakian, khususnya sampah bekas kemasan makanan yang dibawa. Pecinta alam sejati tidak akan meninggalkan apapun sepanjang jalur pendakian kecuali jejak kaki
Melihat kasus-kasus yang muncul belakangan ini, baik resiko yang diterima pendaki maupun resiko untuk lingkungan maka diperlukan sosialisasi yang instens di setiap pos pendakian kepada mereka para pendakian kekinian, baik oleh aparat yang berwenang maupun sesama pendaki yang memang benar-benar pendaki. Jika hal tersebut dilakukan tentunya akan meminimalisir resiko yang muncul akibat ulah pendaki kekinian, yang tentunya mempunyai pengaruh negatif terhadap nama pendaki pecinta alam yang sebenarnya.

Dari mana membetulkan kesalahan ?

Pagi ini saya menguji praktek mengajar yang sedang membicarakan timbangan. Memang kelas 2 belum membicarakan tentang satuan berat,tetapi baru mengenalkan alat ukur, tapi ini jadi mengingatkan saya tentang kesalahan yang sifatnya umum di Indonesia selama puluhan tahun tentang konversi berat.

Dalam pelajaran di sekolah dasar sejak saya dulu masih di SD selalu diajarkan bahwa satuan berat terdiri dari ton,kwintal,kilogram, ons, gram dan miligram. 1 ton sama dengan 1000 kg, 1 kwintal sama dengan 100 kg,1 kg sama dengan 10 ons dan 1 ons sama dengan 100 gram. Ternyata dalam daftar konversi tidak ada konversi model pelajaran di SD tersebut. Berdasarkan acuan baku standar internasional 1 kg sama dengan 35,274 ons dibukatkan jadi 35 gram dan 1 ons sama dengan 28,349 gram dibukatkan jadi 28 gram. Bayangkan jika ada resep obat yang tidak menyebutkan standar gram tetapi dengan ons,yang harusnya dibuat gram menjadi 28.349 gr karena kesalahan konsep diubah menjadi 100 gram,maka obat itu akan menjadi over dosis dan bisa jadi pasien meninggal gara-gara kesalahan konversi yang tidak benar.

Jika kita bertanya pada pedagang si pasarpun sudah dengan mudah dipahami bahwa 1 ons sama dengan 100 gram,artinya kesalahan yang berlarut-larut ini akan tetap berlangsung terus menerus selama belum ada perubahan konsep pelajaran di SD. Kalau demikian halnya sampai kapan kesalahan konsep konversi itu akan tetap berlangsung dan dari mana perbaikan konsep dimulai jika sudah menjadi kesalahan umum seluruh Indonesia. Mari kita benahi kesalahan konsep tersebut sedikit demi sedikit,paling tidak dimulai dari anak-anak SD

TOLAK REVISI UU KPK

KPK adalah lembaga super body yang menjadi tumpuan masyarakat dalam menegakan keadilan dan mengadili para koruptor, tetapi berkali-kali pula KPK dicoba untuk dilemahkan dengan berbagai macam cara. Berkali-kali dicoba dilemahkan tetapi berkali-kali pula rakyat membela KPK. Barangkali ini salah satu lembaga di Indonesia yang selalu dibela oleh rakyat sejak Cicak vs Buaya hingga episode berikutnya.

Kali ini KPK dicoba lagi dipreteli kewenangannya oleh lembaga yang paling banyak oknumnya tertangkap tangan oleh KPK. Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat pada akhirnya bukan lagi mewakili rakyat,tetapi mewakili kepentingan. Dari tahun ke tahun selalu saja anggota kita yang terhormat yang katanya mewakili rakyat tetapi tidak menyuarakan aspirasi rakyat. Lewat kewenangannya di bidang legislasi mereka mencoba menelurkan Undang-Undang yang akan membatasi masa kerja KPK menjadi 12 tahun saja.

Apa jadinya negara ini,apa jadinya korupsi di negeri ini jika pada akhirnya KPK menjadi almarhum sebelum negara ini bersih dari koruptor. Barangkali perlawanan para anggota dewan untuk menghilangkan kewenangan KPK karena di lembaga inilah yang ternyata paling banyak koruptornya. Solidaritas pada teman yang sudah dihukum maupun yang jadi tersangka atau sekedar antisipasi jika mereka yang mengusulkan perubahan UU tidak tertangkap KPK ? Oleh karena itu sudah selayaknya jika rakyat tetap menolak keinginan sebagian anggota dewan untuk merubah UU tentang KPK, BUKAN SAATNYA dan TIDAK PERLU.

ILMU MENGAJAR ITU PENTING

Manusia,apapun latar belakangnya, apapun gelarnya,bahkan sarjana sekalipun suatu saat akan diminta untuk berbicara di depan umum. Bicara di depan umum itu tidak harus jadi orator,atau pimpinan,bahkan guru, bahkan yang tidak terkait dengan pekerjaan sekalipun Akan berbicara,minimal di pertemuan warga satu RT. Kemampuan berbicara tidak ditentukan oleh pendidikan,tetapi oleh pengalaman atau pendidikan. Seseorang yang mempunyai keahlian tinggi belum tentu bisa mengajarkan dengan baik jika ia belum punya pengalaman atau tidak mempunyai ilmu mendidik/mengajar. Barangkali di sinilah bedaanya seseorang yang sama-sama sarjana tetapi yang satu pernah belajar di keguruan dan yang lain belajar di ilmu teknis,maka dalam menyampaikan materi yang sama ke audience juga akan berbeda. Oleh karena itu sedikit banyak ilmu pendidikan masih bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehati-hari meskipun tidak menjadi guru,setidak-tidaknya untuk menyampaikan pendapat akan lebih runtut dan jelas dibanding yang menguasai dari sisi teknis tapi tidak atau belum berpengalaman berbicara atau tidak pernah belajar ilmu mendidik. Orang yang berpengalaman atau mempunyai ilmu mendidik setidaknya bisa menyampaikan dengan melihat kemampuan rata-rata yang mendengarkan,tidak sekedar menyampaikan yang mungkin dalam pikiran itu sudah dipahami tetapi ternyata sulit dipahami yang mendengarkan.

ORANG TERDEKAT KITA BUKAN MANUSIA

Jaman telegraph semua berita penting disampaikan melalui telegram, dan inilah pemberitaan yang paling cepat dibanding pos kilat khusus sekalipun. Masa itu orang pasti terkejut jika mendapat telegram,karena telegram identik dengan berit kematian. Menghilangkan kesan itu kantor pos memunculkan telegram indah untuk ucapan-ucapan khusus seperti lebaran. Pada masa itu interaksi sosial antar manusiamasih sangat dekat,meski tidak kenal sekalipin. Manusia masih mudah menjumpai orang bercakap-cakap di terminal, di stasiun atau bahkan di keretA atau bus meskipun tidaksaling kenal,karena yang paling dekat dengan tempat duduknya dan bisadiajak bercakap-cakap adalah manusia. Sepanjang manusia masih ingin bisa bicara dan tidak ingin duduk membisu tanpa membiarkan mulut tertutup rapat ia akan mengajak bicar sesama manusia.

Jaman kini sudah berubah, orang terdekat bukan lagi sosok manusia. Kita perhatikan sajadi stasiun,di terminal,di kereta, di bus umum, meskipun duduk berdampingan sangat sedikit yang bercakap-cakap dengan sesama manusia. Antar sahabat saja kadang saling membisu apalagia yang tidak kenal sama sekali. Lalu dengan siapa dia bicara dan untuk apa mulutnya tertutup rapat? Karena dia sibuk dengan dunianya sendiri. Orang itu sibuk bercakap-cakap dengan SMARTPHONE. Fungsi smarthphone kini menggantikan kedudukan manusia yang ada disampingnya. Dia sedang bicara, mungkin bahkan bercakap-cakap dengan orAng yang belum pernah bertemu sekalipun,karena dikenal melalui dunia maya,sebaliknya teman di sebelah tempat duduknya justru menjadi orang asing yang seasing-asingnya. Saling bicara hanya seperlunya saja. Sahabat terdekat menjadi sahabat jauh, karena tergantikan oleh smartphone. Sadarkah kita bahwa sesungguhnya kita sedang membuat dunia tersendiri yang lepas dari dunia yang sesungguhnya dengan meninggalkan tradisi lesan manusia.

SAHABAT TERDEKAT KITA KINI BUKAN MANUSIA