PINDAH ALAMAT URL

Mulai 1 Maret website ini beralih ke alamat http://www.infopendidikantraveling.org.

Bagi anda yang sudah menjadi follower harap maklum. Perpindahan alamat untuk meningkatkan fleksibilitas. Harap maklum

50 PERSEN DANA BOS UNTUK GURU HONORER

#SahabatDikbud , Kemendikbud mengubah kebijakan transfer dana BOS untuk mempercepat pencairan dana. Mulai tahun ini proses penyaluran dana BOS ditempuh melalui transfer dana dari @kemenkeuri langsung ke rekening sekolah. Sebelumnya penyaluran harus melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi. Tahapan penyaluran akan dilaksanakan sebanyak tiga kali setiap tahunnya dari sebelumnya empat kali per tahun.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, kebijakan tersebut diambil untuk membantu mengurangi beban administrasi Pemerintah Daerah dengan menyalurkan dana BOS dari Kemenkeu langsung ke rekening sekolah sehingga prosesnya lebih efisien. Selain itu, penetapan surat keputusan (SK) sekolah penerima dana BOS dilakukan oleh Kemendikbud, kemudian disusul dengan verifikasi oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

Sekolah juga diwajibkan untuk melakukan validasi data melalui aplikasi Dapodik sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Batas akhir pengambilan data oleh Kemendikbud dilakukan satu kali per tahun, yakni per 31 Agustus. Sebelumnya dilakukan dua kali per tahun, yaitu per Januari dan Oktober. Kebijakan ini tentunya aka mempersingkat mata rantai penyaluran dana BOS.

Selain hal tersebut, penggunaan dana BOS sekarang lebih fleksibel untuk kebutuhan sekolah. Melalui kolaborasi dengan KEMENKEU dan KEMENDAGRI maka kebijakan ini akan menbantu meningkatkan kesejahteraan guru-guru honorer, tetapi apakah implementasinya akan berjalan sesuai yang diharapkan, itu sola lainn. Kita tunggu saja kebijakan masing-masing daerah. Semoga tidak sekedar janji manis belaka.

#MerdekaBelajar #BOS #BantuanOperasionalSekolah .

(26)HUBUNGAN PEMBIASAAN KARAKTER KEJUJURAN DALAM MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH (PR) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI MEMAHAMI HUBUNGAN ANTARA CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN TEMPAT HIDUPNYA DI SD ISLAM AL FALAH MARGASARI

HUBUNGAN PEMBIASAAN KARAKTER KEJUJURAN DALAM MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH (PR) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI MEMAHAMI HUBUNGAN ANTARA CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN TEMPAT HIDUPNYA DI SD ISLAM AL FALAH MARGASARI

Trinawati Dewi1, Karma Iswasta Eka , Dedy Irawan3

Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pembiasaan Karakter Kejujuran dalam Mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Materi Memahami Hubungan antara Ciri-Ciri Makhluk Hidup dengan Lingkungan Tempat Hidupnya di SD Islam Al Falah Margasari. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian sebanyak 49 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sample total (total sampling) karena jumlah populasinya terbatas, atau semua anggota populasi digunakan sebagai sample yaitu berjumlah 49 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product moment. kemudian data diolah menggunakan program SPSS versi 17.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pembiasaan karakter kejujuran dalam mengerjakan pekerjaan rumah (PR) terhadap prestasi belajar siswa pada materi memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan koefisien korelasi sebesar 0,568.

Kata kunci :  karakter kejujuran, PR, prestasi belajar

Artikel lengkap hubungi admin

(25) THE IMPLEMENTATION OF PAIR CHECK TO IMPROVE LEARNING AUTONOMY ATTITUDE AND ACHIEVEMENT OF SCIENCE SUBJECT ON THE MATERIALS OF EARTH STRUCTURE FOR THE FIFTH GRADE

THE IMPLEMENTATION OF PAIR CHECK TO IMPROVE LEARNING AUTONOMY ATTITUDE AND ACHIEVEMENT OF SCIENCE SUBJECT ON THE MATERIALS OF EARTH STRUCTURE FOR THE FIFTH GRADE

Sri Wahyuni1, Karma Iswasta Eka2, Sri Wahyuni3

PGSD  Universitas Muhammadiyah Purwokerto Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRACT

Education is an action which shapes cognitive, affective and psychomotor aspects of human beings. It is associated with teaching and learning activities between teachers and students as well as interactions presented. The identified problem discovered was low attitudes of learning autonomy and achievement. This study aimed to improve the students’ autonomy attitude and achievement on science subjects through Pair Check learning model. The research type was a classroom action research, which consisted of two cycles. The subjects of this study were V B graders at SD Negeri Sokaraja Lor with 23 students (13 male and 10 female students). This classroom action research was conducted in 2 cycles and each cycle had 2 meetings. This research implemented test and non-test techniques. Students’ learning autonomy data obtained from autonomy observations viewed at each meeting and the autonomy attitude scale was given to students at the end of each cycle, while learning achievement was obtained from the evaluation test given in each meeting. The study obtained the average score of student autonomy observation in the first cycle was 2.41 in insufficient criteria then improved in the second cycle to 2.97 with good criteria, while the average value of the autonomy attitude scale in the first cycle was 2.44 with insufficient criteria then improved in cycle II by 3.02 in good criteria. Student learning achievement obtained an average score of 67.16 in cycle I with completeness 65% then it improved 77.60 in cycle II with completeness 82%. Based on these results, it can be concluded that Pair Check model can improve the attitude of autonomy and student learning achievement on science subject of earth structure for the fifth grade at SD Negeri Sokaraja Lor.

Keyword : pair check, autonomy attitude, achievement

(24)IDENTIFIKASI KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR

IDENTIFIKASI KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR

Aisyah1, Karma Iswasta Eka2, Cicih Wiarsih3

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Membaca merupakan kegiatan menerjemahkan lambang yang tertulis sehingga memiliki makna bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II SD BP dalam membaca permulaan; 2) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi siswa kelas II yang mengalami kesulitan membaca permulaan di SD BP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi. Proses pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Partisipan penelitian ini terdiri dari siswa, guru kelas, dan kepala sekolah. Analisis data pada penelitian ini berupa deskripsi kualitatif dari hasil penelitian di lapangan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar menemukan beberapa kesulitan. Siswa masih kesulitan mengeja, kesulitan merangkai kata, masih terbata-bata dan faktor lingkungan yang mempengaruhi siswa kesulitan membaca. Selain itu ada upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa diantaranya memberikan bimbingan diluar jam pelajaran, drilling, mengikuti program GLS, dan memberi nasihat & motivasi. Kesimpulan bahwa kesulitan-kesulitan tersebut merupakan suatu tahapan dalam membaca permulaan. Antara tahapan-tahapan itu saling berkaitan agar siswa dapat membaca dengan lancar. Kepala sekolah dan guru meyakini bahwa kemampuan membaca permulaan siswa di kelas II adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca terhadap tahapan membaca lanjut dan sebagai kunci keberhasilan siswa dalam meraih prestasi di sekolah.

Kata kunci: identifikasi, kesulitan, membaca permulaan

Artikel lengkap hubungi admin

(23)UPAYA MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI PERISTIWA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN  MEANINGFULL INSTRUCTIONAL DESIGN DI KELAS V SD NEGERI WATUAGUNG

UPAYA MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI PERISTIWA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN  MEANINGFULL INSTRUCTIONAL DESIGN DI KELAS V SD NEGERI WATUAGUNG

Nadya, Dhi Bramasta, dan Karma Iswasta Eka

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Purwokerto

ABSTRAK

Tujuan penelitian untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Watuagung pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam melalui model pembelajaran Meaningfull Instructional Design (MID). Subyek penelitian siswa kelas V berjumlah 24 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data dengan tes dan nontes. Analisis data yang digunakan yaitu dengan angket rasa ingin tahu, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan lembar evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa. Rasa ingin tahu pada siklus I memperoleh rata-rata 2,88 dengan kriteria baik dan rata-rata pada siklus II 3,32 dengan kriteria sangat baik. Prestasi belajar siswa pada siklus I memperoleh rata rata 68,1 dengan kriteria baik, pada siklus II 82,4 dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh rata-rata 3,14 dengan kriteria baik, pada siklus II 3,73 dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh rata-rata 2,39 dengan kriteria baik, pada siklus II memperoleh rata-rata 3,34 dengan kriteria sangat baik. Hasil tersebut menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan model MID dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar IPA di kelas V SD Negeri Watuagung.

Kata Kunci : Meaningfull Instructional Design, Rasa Ingin Tahu, Prestasi Belajar IPA, Sekolah Dasar.

Artikel lengkap hubungi admin