Antara Savana Bekol,Kawah Ijen dan Bromo (bagian 2)

Pulang dari Savana Bekol langsung masuk hotel, karena sudah capai semalam perjalanan dari Purwokerto lanjut masuk Suaka Baluran. Perjalanan dari Savana Bekol ke hotel di kota Banyuwangi kurang lebih 1 jam. Kami sempatkan makan waktu siang sebelum menuju hotel, yang tidak terbayangkan ramainya karena kebetulan musim liburan, jadi bersamaan dengan anak-anak sekolah yang mau menuju Bali. Hotel yang digunaka untuk istirahat lumayan bersih dan nyaman. Kami harus siapkan kondisi tubuh agar fit karena jam 12 malam nanti akan melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen. Apakah tidak bisa melihat kawah ijen waktu pagi atau siang ? Yaaaah memang bisa juga, tetapi tim saya kan ingin melihat blue fire. Saya tahu melihat blue fire itu sama seperti melihat sunrise. Naluri fotografer, suasana seperti itu hanya karena faktor keberuntungan, yaitu di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Nunggu matahari terbit saja sudah capai-capai eh…. cuaca tidak mendukung, ya itu sering saya alami.

 

Bagaimana dengan suasana hotelnya ?Sayang saya tidak sempat berfoto di depan hotelnya, lupa karena sudah capai,penginnya langsung istirahat. Saya hanya sempat mengambil gambar di depan restoran terbuka milik hotel bersama mahasiswa PGSD yang sedang menyelesaikan skripsi yang secara kebetulan bareng,itupun baru saya ketahui setelah dalam perjalanan. Namanya Kukuh Intan yang kemudian menjadi model saya dalam perjalanan ini.

Malam jam 12 persiapan perjalanan menuju kawah ijen dengan menggunakan jeep troper yang setiap jeepnya berisi 6 penumpang. Jep yang digunakan sama dengan jep yang digunakan di savana Bekol. Tim saya masih sama,yaitu dengan istri, adik bersama suaminya dan tetangga RT di perumahan. Perjalanan menembus malam menuju titik pemberhentian kendaraan sebelum mendaki dimulai. Perjalanan kurang lebih 1.5 jam dari hotel dan sampai di pos Paltuding jam 02 dini hari. Perjalanan dari hotel masih menggunakan jeep yang disewa pada waktu di Savana Bekol.

Dengan ketinggian mencapai 2.386 m dpl menyebabkan suhu udara sangat dingin terasa di kulit ketika saya mencoba melepas sarung tangan, sangat terasa menggigit. Oleh karena itu jika pembaca ingin ke kawah ijen persiapkan perlengkapan yang memadai,misal sepatu yang daya cengkeramnya bagus,nyaman di kaki dan hangat. Gunakan celana yang tebal,hindari celana jean karena memang nampak tebal tapi justru sangat menyerap udara dingin sehingga sangat terasa di kulit. Siapkan juga jaket tabel atau dobel, scabo atau penutup kepala dan wajah serta telinga juga diperlukan yang sekaligus bisa berfungsi sebagai masker,gunakan juga sarung tangan yang tidak tembus air untuk berjaga-jaga jika turun hujan. Persiapkan juga masker gas, namun jika tidak membawa di pos Paltuding ada persewaan masker dengan biaya Rp.25.000. O ya jangan lupa kenakan juga head lamp karena perjalanan malam ke kawah ijen gelap gulita. Jangan bayangkan ada lampu listrik sepanjang perjalanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar saya tersebut menunjukan itu perlengkapan standar yang diperlukan ketika mendaki ke Kawah Ijen. Mengapa menggunakan masker gas ? Hal ini digunakan untuk antisipasi jika asap naik terbawa angin yang bisa menyebabkan sesak napas. Memang ketika saya di bibir kawah tidak sampai 15 menit tiba-tiba asap membumbung ke atas dan baunya yang menyengat sangat terasa ketika masker belum dipakai. Oleh karena itu masker seerti yang saya pakai memang menjadi perlengkapan standar.

Istirahat sejenak di pos Paltuding,minum kopi dan mie rebus

 

Persiapan mendaki. Jangan heran kami ini para manula yang mau mendaki. Bagi saya ini mengulang masa muda,karena dulu juga pendaki gunung, tapi bagi mereka berlima menjadi pengalaman pertama,dan yang sempat sampai ke puncak hanya 3 orang, saya dengan istri dan suami adik.

Bagaimana kondisi selama perjalanan ? Ikuti part 3nya

(bersambung)

 

Diterbitkan oleh

Eka PGSD UM PURWOKERTO

Lektor Kepala di PGSD UM PURWOKERTO. Certified Instructor Hypnotherapyof IBH Hydoponiker,fotografer,writer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.