TRIP BALURAN-KAWAH IJEN-BROMO PART 4

Turun dari bukit cinta yang gagal mendapatkan foto sunrise, lanjut perjalanan menuju kwah Bromo. Perjalanan dari lokasi bukit cinta sudah dihadang dengan kemacetan yang panjang. Untung sopir jip yang kami tumpangi tahu medan cepat menuju kawah ijen dengan potong kompas. Apakah jalannya semulus jalan yang macet ? Jangan ditanya kalau soal jalannya. Jalan yang kami lalui betul-betul menantang nyali. Lebar jalan hanya cukup untuk satu mobil, sementara sebelah kiri tebing sebelah kanan jurang, padahal jalannya ya seperti melewati persawahan. Baru kali ini merasakan naik jip seperti mengikuti off road yang menantang nyali

Masih seperti puluhan tahun sebelumnya, kendaraan pembawa wisatawan akan berhenti di padang pasir yang berlokasi agak jauh dari tangga menuju kawah Bromo. Dari dasar tangga pengunjung harus menaiki sekitar 250 anak tangga untuk menuju kawah. Kali ini saya sengaja tidak naik ke kawah karena yang dilihat juga tidak jauh berbeda. Saya dan keluarga hanya berfoto-foto saja di sekitar gunung. Bagaimana dengan pasir berbisiknya ? Saya lewati saja lokasi pasir berbisik.

Bromonya 1

Bromonya 2

Saya justru tertarik dengan bukit teletubies yang memang belum pernah saya kunjungi. Perjalanan dari tempat parkir menuju bukit teletubies kurang lebih 10 menit dengan melewati pasir berbisik. Kami terus saja menuju bukit teletubis, tetapi berhentinya bukan di tempat orang umum berfoto ria. Kami justru berhenti sebelum di tempat umum, karena lebih leluasa mengambil gambar yang diinginkan tanpa terganggu banyak orang.

Bromonya 3

Bromonya 4

Bukit teletubies memang seperti gambaran yang ada di film Teletubies. Sepanjang mata memandanga warna hijau memenuhi bukit dan padang rumputnya. Bunga-bunga kecil muncul diantara hijauan rerumputan dan semak serta perdu. Rasanya betah berlama-lama di sini kalau tidak dibatasi waktu oleh biro travelnya. Jika ada waktu mungkin perlu mengulangi lagi agar bisa berlama-lama di bukit ini.

(Next  part 5)

INFO CORONA

Pemberitahuan Kementerian Kesehatan kepada publik bahwa virus Corona influenza kali ini serius. Metode pencegahannya adalah menjaga tenggorokan tetap lembab, jangan sampai tenggorokan Anda mengering. Dengan demikian jangan menahan dahaga Anda karena begitu membran di tenggorokan Anda kering, virus akan menyerang ke dalam tubuh Anda dalam waktu 10 menit. Minumlah 50-80 cc air hangat, 30-50 cc untuk anak-anak, sesuai umur.*
*Setiap kali Anda merasa tenggorokan Anda kering, jangan menunggu, simpan air di tangan.*
*Jangan minum banyak pada satu waktu karena itu tidak membantu, alih-alih terus menjaga kelembapan tenggorokan. Hingga akhir Maret, jangan pergi ke tempat-tempat ramai, memakai masker yang diperlukan terutama di kereta atau transportasi umum.*
*Hindari makanan yang di goreng atau pedas dan tambahkan vitamin C.*

*Gejala atau deskripsinya adalah :*

1. Demam tinggi berulang-ulang.
2. Batuk lama setelah demam.
3. Anak-anak cenderung.
4. Orang dewasa biasanya merasa tidak nyaman, sakit kepala dan sebagian besar berhubungan dengan pernapasan.
5. Sangat menular

*Semoga bermanfaat!!*

KAMPUS MERDEKA, APA ITU ?

SIARAN PERS

Nomor: 008/Sipres/A6/I/2020

Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka

Jakarta, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar. Diberi tajuk Kampus Merdeka, kali ini, terdapat empat penyesuaian kebijakan di lingkup pendidikan tinggi. “Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya paling memungkinkan untuk segera dilangsungkan, hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang,” kata Mendikbud dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Kebijakan pertama adalah otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan. Ditambahkan oleh Mendikbud, “Seluruh prodi baru akan otomatis mendapatkan akreditasi C”.

Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan bahwa kerja sama dengan organisasi akan mencakup penyusunan kurikulum, praktik kerja atau magang, dan penempatan kerja bagi para mahasiswa. Kemudian Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. “Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan,” ujar Menteri Nadiem.

Kebijakan Kampus Merdeka yang kedua adalah program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Mendatang, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis.

“Pengajuan re-akreditasi PT dan prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah mendapatkan akreditasi yang terakhir kali. Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi kapanpun,” tutur Mendikbud. “Nanti, Akreditasi A pun akan diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional. Daftar akreditasi internasional yang diakui akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri,” tambahnya.

Evaluasi akreditasi akan dilakukan BAN-PT jika ditemukan penurunan kualitas yang meliputi pengaduan masyarakat dengan disertai bukti yang konkret, serta penurunan tajam jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan lulus dari prodi ataupun perguruan tinggi.

Kebijakan Kampus Merdeka yang ketiga terkait kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi.

Sementara itu, kebijakan Kampus Merdeka yang keempat akan memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks). “Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak sks di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks. Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil sks di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan”. Disisi lain, saat ini bobot sks untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat kecil dan tidak mendorong mahasiswa untuk mencari pengalaman baru, terlebih di banyak kampus, pertukaran pelajar atau praktik kerja justru menunda kelulusan mahasiswa.

Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan terdapat perubahan pengertian mengenai sks. Setiap sks diartikan sebagai ‘jam kegiatan’, bukan lagi ‘jam belajar’. Kegiatan di sini berarti belajar di kelas, magang atau praktik kerja di industri atau organisasi, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil.

“Setiap kegiatan yang dipilih mahasiswa harus dibimbing oleh seorang dosen yang ditentukan kampusnya. Daftar kegiatan yang dapat diambil oleh mahasiswa dapat dipilih dari program yang ditentukan pemerintah dan/atau program yang disetujui oleh rektornya,” kata Mendikbud.

Mendikbud menerangkan bahwa paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. “Ini tahap awal untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak. Kita masih belum menyentuh aspek kualitas. Akan ada beberapa matriks yang akan digunakan untuk membantu perguruan tinggi mencapai targetnya,” pungkasnya. (*)

Jakarta, 24 Januari 2020

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kedepan tidak ada honorer di instansi pemerintah.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui untuk menghapus tenaga kerja honorer, pegawai tidak tetap serta status kepegawaian lainnya dari tubuh pemerintahan. Rapat kerja Komisi II DPR RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Senin 20 Januari 2020 menyepakati tenaga honorer secara bertahap tak ada lagi dari lingkungan pemerintahan.

Sesuai dengan Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, di pemerintahan memang tak ada istilah tenaga honorer. Hanya ada pegawai negeri sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo menegaskan penghapusan tenaga honorer itu sejalan dengan undang-undang tersebut.

Dalam risalah rapat yang didapat, DPR, Kementerian PAN RB dan BKN sepakat untuk memastikan tidak ada lagi status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan PPPK sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Hal ini disampaikan melalui rapat kerja persiapan pelaksanaan seleksi CPNS periode 2019-2020 di Kompleks Gedung DPR MPR, Jakarta, Senin 20 Januari kemarin. Dalam hasil kesimpulan rapat kerja yang dibacakan, ada beberapa poin yang telah disepakati, antara lain sebagai berikut:

1. Terhadap penurunan ambang batas (passing grade) penerimaan CPNS 2019, Komisi II meminta Kementerian PAN-RB menjamin bahwa penurunan passing grade pada tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) tidak menyebabkan penurunan kualitas soal, agar penerimaan CPNS 2019 tetap dapat menghasilkan sumber daya ASN yang berintegritas, memiliki nasionalisme dan profesionalisme sesuai dengan kriteria SMART ASN 2024.

2. Komisi II DPR, Kementerian PAN-RB, dan BKN sepakat untuk memastikan tidak ada lagi status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan PPPK sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, dengan demikian ke depannya secara bertahap tidak ada lagi jenis pegawai seperti pegawai tetap, pegawai tidak tetap, tenaga honorer, dan lainnya.

3. Komisi II meminta BKN memastikan ketersediaan server, kesiapan SDM, serta sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS Tahun 2019 di 427 titik lokasi tes SKD.

4. Terhadap lokasi tes SKD yang bekerjasama dengan berbagai instansi, Komisi II meminta BKN meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan server berada di tempat yang aman, kesiapan jaringan internet dan ketersediaan daya listrik, terutama di Jabodetabek yang belum lama ini terkena bencana banjir.

5. Komisi II mendukung Kementerian PAN-RB dalam melakukan berbagai tahap penyederhanaan birokrasi dengan memperhatikan besaran tunjangan kinerja, tunjangan pensiun, dan tunjangan lainnya dengan tidak mengurangi penghasilan ASN.

“Diharapkan, kesimpulan itu menjadi kesepakatan kita bersama-sama,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo.

Melihat hal itu, Arif meminta pemerintah untuk memastikan sistem kepegawaian nasional bisa berjalan sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2014. Sebab, beleid tersebut hanya mengenai jenis kepegawaian PNS dan PPPK. Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono membenarkan isi risalah rapat tersebut. Paryono menambahkan berdasarkan UU 5/2014 tentang ASN hanya dikenal dua pegawai yakni PNS dan PPPK. Sementara itu untuk status lain, termasuk tenaga honorer tidak ada di dalam undang-undang tersebut, sehingga kemarin Pak Arif [Komisi III DPR] mendorong ke depannya sudah tidak lagi tenaga honorer, tetapi hanya ada PNS dan PPPK,” ujar Paryono saat dihubungi wartawan Selasa 21 Januari 2020. Paryono menjelaskan tenaga honorer di lingkungan pemerintahan yang teridentifikasi saat ini misalnya adalah guru dan tenaga administrasi. Ia menyatakan pegawai honorer dan PPPK itu pun tak bisa disamakan meskipun diangkat untuk waktu tertentu.

(Ditulis dari berbagai sumber)

Trip BALURAN-KAWAH IJEN-BROMO part 3

Perjalanan dari kawah kembali pulang sudah tidak ingat jam lagi,sudah malas lihat jam karena capai. Perjalanan pulang memang lebih ringan,sudah tidak pernah mengalami ngos-ngosan lagi,tapi lutut yang justru terasa “ngetok-ngetoknya”. Rupa-rupanya rombongan sudah tidak ada yang tertinggal, yang tersisa 4 orang yaitu saya sendiri, adik ipar Anto, bu Susilo yang tetap semangat karena mau membuktikan bisa naik turun,meski sempat terjatuh dan pemilik multy mas Hery. Sepulang dari kawah ijen sampai hotel ternyata menjadi rombongan terakhir. Keterlambatan ini bukan karena jalannya lambat, tetapi karena sepanjang jalan beberapa kali menemukan obyek foto yang menarik yang kadang menggunakan model dadakan bu Susilo.

ijen-a

ijen -1b

Sampai hotel sudah jam 09.00an, langsung makan untuk selanjutnya istirahat. Persiapan tenaga lagi untuk naik ke Bromo. Meskipun sudah bisa membayangkan kalau ke Bromo tidak seberat kawah ijen,karena pernah kesini tahun 2002an, tetapi ya istirahat untuk menjaga tubuh agar tetap fit diperlukan,apalagi informasinya Bromo lebih dingin dibanding Ijen. Jam 12.00 kami check out untuk melanjutkan perjalanan menuju Probolinggo karena memang akan menginap di area yang dekat dengan Bromo, di Cemara Indah Hotel. Chek in di hotel sudah jam 20-an sehingga waktu untuk istirahat tinggal sekitar 4 jam karena lagi-lagi jam 01.00 dini hari direncanakan sudah keluar hotel menuju kawasan Bromo.

img_2925

Sama seperti di Ijen, dari hotel menuju Bromo menggunakan jeep juga,hanya jeep di sini lebih pendek dibanding di Ijen sehingga dengan penumpang 6 orang duduknya sudah kesempitan, yang efeknya lebih pegel di tubuh setelah kembali lagi ke hotel. Tujuan utama di Bromo adalah mencari sunrise, tetapi ya namanya sunrise faktor lucky selalu menjadi hal utama. Pada waktu di ijen tidak bisa mendapatkan sunrise yang diharapkan seperti di si Kunir, di Bromopun tidak mendapatkan gambar yang diharapkan. Kecewa tidak kecewa itulah hal yang harus dihadapi jika terkait dengan faktor alam.

bromo 2

Bromo1

(bersambung)

PENDAFTARAN PPG PRAJAB MANDIRI

Pendaftaran PPG Prajabatan Mandiri sudah mulai dibuka. PGSD UMP sebagai salah satu dari 24 PT se Indonesia yang ditunjuk untuk menyelenggarakan program ini mendapat kuota 300 untuk PGSD dan 50 untuk Matematika. Momentum ini menjadi bukti bahwa PGSD UMP masih dipercaya pemerintah untuk memberikan pendidikan profesi bagi guru-guru di Indonesia setelah sebelumnya mendapatkan kepercayaan mengadakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah. Alur pendaftaran tidak bisa langsung ke UMP tetapi tetap melalui jalur pusat (Kemendikbud). Silahkan pelajari infografik di bawah ini.

alur ppg

Video grafik dapat dilihat dalam tayangan berikut ini

Pendaftaran secara online dilakukan melalui laman http://ppg.ristekdikti.go.id

Antara Savana Bekol,Kawah Ijen dan Bromo (bagian 2)

Pulang dari Savana Bekol langsung masuk hotel, karena sudah capai semalam perjalanan dari Purwokerto lanjut masuk Suaka Baluran. Perjalanan dari Savana Bekol ke hotel di kota Banyuwangi kurang lebih 1 jam. Kami sempatkan makan waktu siang sebelum menuju hotel, yang tidak terbayangkan ramainya karena kebetulan musim liburan, jadi bersamaan dengan anak-anak sekolah yang mau menuju Bali. Hotel yang digunaka untuk istirahat lumayan bersih dan nyaman. Kami harus siapkan kondisi tubuh agar fit karena jam 12 malam nanti akan melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen. Apakah tidak bisa melihat kawah ijen waktu pagi atau siang ? Yaaaah memang bisa juga, tetapi tim saya kan ingin melihat blue fire. Saya tahu melihat blue fire itu sama seperti melihat sunrise. Naluri fotografer, suasana seperti itu hanya karena faktor keberuntungan, yaitu di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Nunggu matahari terbit saja sudah capai-capai eh…. cuaca tidak mendukung, ya itu sering saya alami.

 

Bagaimana dengan suasana hotelnya ?Sayang saya tidak sempat berfoto di depan hotelnya, lupa karena sudah capai,penginnya langsung istirahat. Saya hanya sempat mengambil gambar di depan restoran terbuka milik hotel bersama mahasiswa PGSD yang sedang menyelesaikan skripsi yang secara kebetulan bareng,itupun baru saya ketahui setelah dalam perjalanan. Namanya Kukuh Intan yang kemudian menjadi model saya dalam perjalanan ini.

Malam jam 12 persiapan perjalanan menuju kawah ijen dengan menggunakan jeep troper yang setiap jeepnya berisi 6 penumpang. Jep yang digunakan sama dengan jep yang digunakan di savana Bekol. Tim saya masih sama,yaitu dengan istri, adik bersama suaminya dan tetangga RT di perumahan. Perjalanan menembus malam menuju titik pemberhentian kendaraan sebelum mendaki dimulai. Perjalanan kurang lebih 1.5 jam dari hotel dan sampai di pos Paltuding jam 02 dini hari. Perjalanan dari hotel masih menggunakan jeep yang disewa pada waktu di Savana Bekol.

Dengan ketinggian mencapai 2.386 m dpl menyebabkan suhu udara sangat dingin terasa di kulit ketika saya mencoba melepas sarung tangan, sangat terasa menggigit. Oleh karena itu jika pembaca ingin ke kawah ijen persiapkan perlengkapan yang memadai,misal sepatu yang daya cengkeramnya bagus,nyaman di kaki dan hangat. Gunakan celana yang tebal,hindari celana jean karena memang nampak tebal tapi justru sangat menyerap udara dingin sehingga sangat terasa di kulit. Siapkan juga jaket tabel atau dobel, scabo atau penutup kepala dan wajah serta telinga juga diperlukan yang sekaligus bisa berfungsi sebagai masker,gunakan juga sarung tangan yang tidak tembus air untuk berjaga-jaga jika turun hujan. Persiapkan juga masker gas, namun jika tidak membawa di pos Paltuding ada persewaan masker dengan biaya Rp.25.000. O ya jangan lupa kenakan juga head lamp karena perjalanan malam ke kawah ijen gelap gulita. Jangan bayangkan ada lampu listrik sepanjang perjalanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar saya tersebut menunjukan itu perlengkapan standar yang diperlukan ketika mendaki ke Kawah Ijen. Mengapa menggunakan masker gas ? Hal ini digunakan untuk antisipasi jika asap naik terbawa angin yang bisa menyebabkan sesak napas. Memang ketika saya di bibir kawah tidak sampai 15 menit tiba-tiba asap membumbung ke atas dan baunya yang menyengat sangat terasa ketika masker belum dipakai. Oleh karena itu masker seerti yang saya pakai memang menjadi perlengkapan standar.

Istirahat sejenak di pos Paltuding,minum kopi dan mie rebus

 

Persiapan mendaki. Jangan heran kami ini para manula yang mau mendaki. Bagi saya ini mengulang masa muda,karena dulu juga pendaki gunung, tapi bagi mereka berlima menjadi pengalaman pertama,dan yang sempat sampai ke puncak hanya 3 orang, saya dengan istri dan suami adik.

Bagaimana kondisi selama perjalanan ? Ikuti part 3nya

(bersambung)

 

Antara Savana Bekol,Kawah Ijen dan Bromo (bagian 1)

Bagi anda yang ingin melakukan wisata sekaligus merasakan avonturir alam, barangkali jalur savana bekol dan kawah Ijen bisa dijadikan alternatif. Wisata di kedua tempat ini harus benar-benar menyiapkan fisik dan juga napas panjang. Memang khusus untuk savana Bekol tidak akanmerasa capai karena tidak ada tantangan fisiknya, tetapi jika ingin lanjut ke Kawah Ijen, maka di sinilah persiapan fisik diperlukan.

Jalur Savana Bekol bisa mengambil rute melalui Pasuruan menuju Banyuwangi jika dari arah barat atau, Banyuwangi menuju Situbondo jika dari arah Bali. Savana Bekol berada di wilayah Cagar alam Baluran yang mikro klimatnya cukup kering. Jika sudah sampai di pos wisata Baluran, bisa menggunakan sewa jip seandainya wisata rombongan menggunakan bus, tetapi jika mobil kecil bisa masuk ke area Savana langsung setelah membayar retribusinya tentunya.

Udara kawasan savana Bekol memang cukup kering dan panas, sehingga terasa seperti masuk rumah kaca jika kita berada di sana pada saat siang hari. Oleh karena itu jika ingin mendapatkan udara yang segar dan nyaman, serta gambar yang bagus,tanpa terpengaruh oleh cahaya flat matahari, datanglah pada pagi hari antara jam 08.00-10.00 atau siang hari antara 15.00-17.00. Apa sih yang dilihat di savana . Jangan bayangkan kita akan melihat pemandangan yang indah. Kita hanya akan melihat lapangan yang tandus dan sangat sangat luas seperti gambar di atas. Sebelum sampai kawasan savana memang banyak pohon, tetapi pohon yang kering kerontang tanpa daun. Bisa jadi pemandangan akan berubah jika datang pada musim hujan, tetapi dari informasi pemandu,memang kawasan ini jarang sekali turun hujan.

Gambar atas menunjukan kawasan hutan dengan pohon tanpa daun. Oleh karena itu kita tidak akan menemukan hijauan di area ini. Ciri tandusnya kawasan ini dengan ditemukannya bioindikator tandusnya lahan,yaitu banyaknya Calotropis gigantea tumbuh di are ini. Kawasan yang layaknya padang pasir tanpa pasir ini menjadi background yang jauh berbeda untuk berfoto ria dibanding hari-hari biasa tentunya. Di kawasan ini kita bisa mencari beberapa spot yang kesannya unik dalam keseharian kita.

Nuansa hijau baru kita peroleh ketika kita sampai di kawasan pantai Bama, yang jaraknya kurang lebih 4 km dari kawasan savana. Di pantai inilah kita bisa menemukan hutan mangrove yang hijau. Nampak kontradiktif sekali jika kita bandingkan kawasan savana dengan kawasan pantainya. Namun jangan berharap kita bisa menemukan pemandangan pantai yang luas dan indah seperti Pantai Menganti seperti yang sudah saya tulis pada artikel sebelumnya. Tidak ada, kecuali hanya pemandangan mangrove yang mengelilingi kita di kawasan ini.

Kenalan baru,pak Susilo dan istri diantara adik dan istri

Perjalanan ini difasilitasi oleh

dan MULTY HOLIDAY TOUR