Ancaman lumpuhnya proses pembelajaran

Admin sebelumnya sudah menulis tentang nasib GTT yg sudah berusia 35 tahun belum tersertifikasi akan pupus harapan untuk diangkat sebagai CPNS. Syarat yang diajukan memang berat, karena untuk mendaftar sebagai CPNS syarat usia maksimal 35 tahun dan mempunyai sertifikat pendidik,sedang untuk mendaftar PPG syarat usia maksimal 30 tahun. Dilema ini dihadapi ribuan GTT.

Guru bukan PNS di sekolah negeri 735,82 ribu orang dan guru bukan PNS di sekolah swasta 798,2 ribu orang,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (waktu itu, tahun 2018) saat menghadiri Rapat Kerja Gabungan Komisi I,II,IV, VIII, IX, X, dan XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR. (Sumber CNN)

Muhadjir menyatakan jumlah tenaga guru honorer K2 saat ini mencapai 1,53 juta orang, dari jumlah guru keseluruhan sebanyak 3,2 juta orang. Menurut dia, banyaknya jumlah tenaga guru honorer disebabkan oleh kurangnya tenaga pengajar berstatus PNS di Indonesia. Saat ini, Indonesia kekurangan guru berstatus PNS sebanyak 988.133 orang. Jumlah yang besar ini tentu saja akan menjadi masalah besar.

Di sisi lain, Anggota DPR RI Sri Melyana mendesak pemerintah untuk segera mengangkat Guru Honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT) yang sudah tidak memenuhi kualifikasi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jumlah GTT atau Guru Honorer saat ini banyak sekali, kalau yang masih berusia 35 tahun ke bawah, masih bisa mengikuti seleksi CPNS. Namun permasalahannya, banyak diantara mereka yang sudah tidak bisa atau tidak memenuhi kualifikasi menjadi CPNS. Oleh karena itu salah satu jalan adalah mengangkat mereka menjadi P3K,” ujar Melly, begitu Sri Melyana biasa disapa, di Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2019, sumber dpr.go.id)

“Jumlah GTT atau Guru Honorer saat ini banyak sekali, kalau yang masih berusia 35 tahun ke bawah, masih bisa mengikuti seleksi CPNS. Namun permasalahannya, banyak diantara mereka yang sudah tidak bisa atau tidak memenuhi kualifikasi menjadi CPNS. Oleh karena itu salah satu jalan adalah mengangkat mereka menjadi P3K,” ujar Melly, begitu Sri Melyana biasa disapa, di Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Melihat data tersebut jika 10 pct saja yang di atas 35 th (pastinya bisa lebih) dan mereka mengikuti himbauan ketua IGI agar sebaiknya keluar saja atau resign (seringan-ringannya mogok nasional) maka proses pembelajaran akan lumpuh. Tidak terbayangkan jika ratusan GTT di atas 35 tahun, atau di atas 30 tahun tapi belum punya sertifikat pendidik serentak keluar, sementara pemerintah sendiri kekurangan ratusan ribu guru. Oleh karena itu pemerintah perlu lebih arif agar pembelajaran di sekolah tidak mengalami setengah lumpuh atau justru lumpuh karena yang PNS tentu juga bertamvah bebannya sehinga tidak bisa mengajar dengan baik. Jika tidak ada antisipasi kearifan tunggu saja dampak yang timbul jika meteka benar-benar resign.

Para calon guru SD dari PGSD UMP yang tidak terkena aturan baru.

Mereka yang sedang memperjuangkan nasib.

Mereka yang akan ikut pusing jika punya guru GTT yang ikut resign

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.