Traveling dan hilangnya dokumentasi

Jika kita suka traveling pasti juga suka doto-foto, baik itu memotret obyek maupun selfi. Tidak tanggung-tanggung,orang yang suka traveling dalam satu kali perjalanan bisa ratusan foto yang diperoleh ? Pertanyaannya dikemanakan foto-foto itu ? Dihapus ? Atau dibiarkan begitu saja ? Jika dibiarkan begitu saja lalu bagaimana jika memorinya sudah penuh ? Dibuang juga ? Sayang kan jika sudah cape-cape ambil gambar yang mungkin juga susah ambil moementnya,eh malah hilang tanpa bekas. Jamgan khawatir. Kini ada solusinya melalui vetakan dalam bentuk photo story. Photo story adalah album kekinian, seperti album jaman dulu yang ditata satu persatu,tetapi yang ini langsung dicetak dalam bentuk buku, sehingga terkesan mewah,ada yang tahan air lagi. Salah satu jasa pembuatan photo story adalah Wisuda Photo Book. Dengan cara kekinian konsumen tidak lagi harus ke percetakan atau penyedia jasa, tetapi cukup kirim biaya cetak, dapat kode unggah foto,unggah foto dari rumah,dan photo story akan dikirim ke rumah. So lebih simpel dibanding cara lama. Hargapun bervariasi,yang bentuk soft atau cover lembut sampai yang hard atau cover tebal, dari harga 125 K sampai 900 K.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s