Minat daftar CPNS .

Jakarta – Tjahyo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengumumkan bahwa penerimaan pendaftaran CPNS DIBUKA MULAI 31 Oktober 2019. Tjahjo menyatakan dirinya baru saja menandatangani keputusan mengenai pengumuman pendaftaran CPNS 2019.

Ditegaskan oleh MenPAN-RB bahwa lowongan CPNS 2019 diumumkan lewat laman Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengumuman pendaftaran CPNS 2019 sebelumnya direncanakan pada 25 Oktober 2019. Namun, karena penggantian kepemimpinan di KemenPAN-RB hal tersebut diundur.
Usai melakukan pengumuman, pemerintah akan membuka pendaftaran CPNS pada November. Bulan depannya baru diumumkan hasil seleksi administrasi.
Dalam petikan surat keputusan yang ditandatangani Tjahjo, disebutkan seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan computer assited test (CAT) pada Februari 2020 dan SKB pada Maret 2020.

Sumber : Detik Finance.

CPNS FORMASI GURU HARUS PUNYA SERTIFIKAT

Mataram (Suara NTB) – Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi guru harus miliki sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik bisa diperolah melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sertifikat pendidik diperlukan untuk menunjukka profesionalitas guru.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., mengatakan, guru yang melamar pada CPNS harus memiliki sertifikat pendidik. “Jangankan guru, untuk syarat menjadi calon kepala sekolah pun harus punya sertifikat pendidik,” katanya.

Oleh karena itu, kata Aidy, Dikbud dan Kemendikbud gencar memberi kesempatan kepada guru yang belum miliki sertifikat pendidik untuk mengikuti program PPG. Jika memperoleh sertifikat pendidik dan berusia di bawah 35 tahun, maka bisa mendaftar CPNS. Kalau memiliki sertifikat pendidik tapi berusia di atas 35 tahun, diberikan peluang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Dari hasil rapat koordinasi saya dengan BKN beberapa waktu lalu, akan dibuka, tinggal kita melihat kesiapan pusat dan provinsi, dalam hal ini BKD,” katanya.

Berita Lainnya

Setelah OTT Dana Bencana, Pemkot Mataram Siapkan Plt Kadisdik

Sekitar Seribu Guru Penuhi Standar Minimal UKG Non PNS

Pemprov Gelar Seleksi Guru Honorer SMA/SMK Bulan Ini

Ombudsman NTB : Pungli PPDB Wujud Kegagalan Pemerintah

Sarana UNBK Belum Siap, Tidak Semua Ikut Simulasi UNBK di KLU
PPG, kata Aidy salah satu jalan yang ditempuh para guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik. Aidy menjelaskan, PPG dalam jabatan merupakan pelatihan bagi guru yang sudah mengajar, tapi saat diangkat menjadi PNS belum memiliki sertfikat. PPG mandiri, boleh dalam jabatan atau juga belum menjadi PNS seperti honorer.

Sementara itu, Ketua IGI NTB, Ermawanti, dihubungi terpisah menganggap baik rencana tersebut. Syarat harus memiliki sertifikat pendidik untuk melamar seleksi CPNS agar para calon guru memiliki kualitas yang siap pakai. “Tujuan pemerintah ini kami dukung, karena sejatinya guru-guru memang harus profesional,

(Sumber : Aidy Furqon/Suara NTB)

Green tourism menuju Kaligua

Kaligua merupakan area perkebunan teh yang berada di wilayah Kabupaten Brebes. Jika melihat wilayah Brebes memang memiliki alam yang cukup lengkap,mulai dari kawasan panatai sampai kawasan pegunungan. Salah satu tempat wisata yang mengandalakna keelokan alam sekaligus kesegaran hawa pegunungan adalah Kaligua. Kaligua merupakan perkebunan teh peninggalan Belanda yang sudah dirintis sejak tahun 1889.

Kaligua 3

Foto koleksi pribadi pemotretan 2009

Kebun teh kaligua berada di tinggian 1.500 – 2.050 m dpl dengan suhu antara 8 – 28 Celcius. Kebun teh ini merupakan sebuah kebun yang memiliki pemandangan yang sangat asri, hijau dan alami  dan tentunya bebas dari polusi, Perkebunan teh Kaligua  dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari kota Bumiayu dengan menggunakan transpotasi umum. Jika anda ingin menuju Kaligua dari arah selatan akan melewati Ajibarang, sebelum Bumiayu tepatnya di pertigaan Jalan Stasiun Kretek atau depan Toko sembako belok kanan, sedang dari arah utara melewati Bumiayu setelah gardu induk belok kiri.

img_4011

Jalan menuju Kaligua memang boleh dikatakan lumayan menantang,sehingga perlu cek kesehatan kendaraan,karena banyak tikungan tajam dan tanjakan yang curam. Anda ga usah menyesal karena kesulitan perjalanan akan terbayar jika sudah sampai di kawasan Kaligua. Udara yang sejuk segar bebas polusi ditambah pemandangan yang indah akan menyambut kedatangan anda. Lebih elok lagi jika datang di kawasan perkebunan saat pagi, yaitu saat aktivitas pemetik teh dimulai,karena banyak obyek yang menarik untuk diambil gambarnya.

Kaligua 1

Foto : koleksi pribadi

Apakah obyeknya hanya kebun teh saja ? Tentu saja tidak. Di area kaligua sudah didesain sebagai destinasi wisata sehingga banyak spot selfie yang tentunya menarik untuk digunakan sebagai background. Sebelum sampai Kaliguapun kita bisa menikmati ikan lele ribuan yang masih hidup alami di Telaga Renjeng. Lokasi Telaga Renjeng berada di daerah sebelum Kaligua jika menuju perkebunan teh, atau sesudah perkebunan jika perjalanan turun atau pulang. Ikan lele ini dimitoskan oleh penduduk setempat sehingga tidak ada yang berani mengambil untuk keperluan apapun. Jangan lupa juga jika kita sampai di Kaligua sempatkan mampir ke pabrik teh yang masih beroperasi penuh dan beli teh kualitas 1 yang hanya dijual di kawasan pabrik atau diexport, tidak ditemukan di pasar bebas di Indonesia. Rasanya tentu saja sedikit berbeda dengan teh sortiran yang kemudian dipasarkan di dalam negeri.

Kaligua 4

Foto : koleksi pribadi

kaligua

Foto : diambil dari bumn.go.id

Traveling dan hilangnya dokumentasi

Jika kita suka traveling pasti juga suka doto-foto, baik itu memotret obyek maupun selfi. Tidak tanggung-tanggung,orang yang suka traveling dalam satu kali perjalanan bisa ratusan foto yang diperoleh ? Pertanyaannya dikemanakan foto-foto itu ? Dihapus ? Atau dibiarkan begitu saja ? Jika dibiarkan begitu saja lalu bagaimana jika memorinya sudah penuh ? Dibuang juga ? Sayang kan jika sudah cape-cape ambil gambar yang mungkin juga susah ambil moementnya,eh malah hilang tanpa bekas. Jamgan khawatir. Kini ada solusinya melalui vetakan dalam bentuk photo story. Photo story adalah album kekinian, seperti album jaman dulu yang ditata satu persatu,tetapi yang ini langsung dicetak dalam bentuk buku, sehingga terkesan mewah,ada yang tahan air lagi. Salah satu jasa pembuatan photo story adalah Wisuda Photo Book. Dengan cara kekinian konsumen tidak lagi harus ke percetakan atau penyedia jasa, tetapi cukup kirim biaya cetak, dapat kode unggah foto,unggah foto dari rumah,dan photo story akan dikirim ke rumah. So lebih simpel dibanding cara lama. Hargapun bervariasi,yang bentuk soft atau cover lembut sampai yang hard atau cover tebal, dari harga 125 K sampai 900 K.

Surabaya sekarang berbeda dengan dulu

Dahulu ketika saya pertama kali mengunjungi Surabaya sekitar tahun 2008 yang saya lihat adalah kesemrawutan lalu lintas, kota yang gersang dan air sungai yang berwarna hitam dan bau. Sampai beberapa tahun kondisi seperti itu masih tetap tidak berubah. Kondisi Surabaya pelan-pelan berubah saat walikotanya Tri Rismaharini. Kemarin saat saya berkunjung ke Surabaya lagi cukup kagum dengan kondisi yang sekarang.

Semula saya masih membayangkan kota yang panas, lalu lintas yang semrawut yang tidak memberi kesempatan menyeberang pada pejalan kaki,sungai yang hitam dan bau. Ternyata kondisinya sudah berubah jauh karena sungai Kalimas yang tadinya saya bayangkan kotor karena sampah ternyata bersih meskipun airnya masih agak kehitaman tapi tidak berbau.

Saya memang belum berkeliling Surabaya sepenuhnya, baru sebatas sepanjang putaran Kalimas, tetapi nampaknya dimana-mana ditemukan kondisi yang sama. Ikan lele yang besar-besar saja kemarin saya temukan di sepanjang Kalimas tanpa ada yang mengganggu,sepertinya sudah hidup dengan nyaman. Kondisi ini tentu saja berbeda dengan beberapa tahun yang lalu. Kesadaran masyarakat seperti inilah yang diperlukan agar kota nyaman dan ramah untuk penghuninya.

Tulisan dilarang memancing yang saya temukan di taman pinggir Kalimas barangkali bukan sekedar tulisan saja, tetapi benar-benar aturan yang dipatuhi warganya. Saya jadi membayangkan kota saya Purwokerto. Jangankan ikan sebesar lengan, separuhnya saja sudah sulit ditemukan karena ikan kecil-kecilpun sudah ditangkapi atau jadi korban tukang setrom sungai. Sungai yang ada di kota sayapun jangan berharap bersih dari sampah meskipun airnya lebih jernih dibanding Kalimas. Barangkali hitamnya Kalimas karena gelontoran limbah pabrik yang bertebaran di Surabaya, sementara air sunggai Kranji,Banjaran dan Logawa berasal dari mata air.

Surabaya sekarang berbeda dengan Surabaya dulu. Surabaya sekarang sudah memberi ruang pada pejalan kaki,terutama untuk ruang pedestriannya, meskipun jika menyeberang masih harus bermental baja,karena kendaraan,terutama motor, susah memberikan kesempatan pada pejalan kaki dengan memperlambat lajunya,misalnya. Oleh karena itu jika mau menyeberang di Surabaya carilah jembatan penyeberangan, tetapi jika tidak ya memang harus nekad. Selain kondisi yang sudah disebutkan di atas, bagian yang memanjakan mata adalah ditemukannya taman-taman baik besar maupun kecil di seluruh wilayah di Surabaya. Bahkan banyak pot-pot bunga bergelantungan di sepanjang jalan. Surabaya memang sudah berbeda. Salut untuk walikotanya ***(Eka PGSD UMP)