BENGKULU….AKU DATANG

KKN Mu untuk negeri tanggal 30 Juli 2019 secara resmi dibuka di gedung pertemuan Angus Ramon Unjversitas Muhammadiyah Bengkulu oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh asisten bidang Sumberdaya Manusia. Kegiatan KKN Mu yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah secara nasional ini melibatkan 42 PTM se Indonesia, salah satunya Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang mengirimkan 62 mahasiswa dan 4 dosen yang dipimpin oleh Ketua LPPM UMP. Dr. Suwarno,M.Si sebagai ketua LPPM sekaligus ketua rombongan didampingi oleh 3 panitia KKN yaitu Muh.Agung Miftahuddin,M.Si, Teguh Julianto,M.Pd dan Drs.Karma Iswasta Eka,M.Si membawa rombongan terbanyak dalam KKN Nasional tahun ini. Rombongan KKN dari UMP sendiri secara resmi dilepas oleh Rektor Dr.Anjar Nugroho,M.Si bersamaan dengan pelepasan KKN reguler dan pemberangakatan oleh Ketua LPPM pada tanggal 27 Juli dari UMP menggunakan 2 armada bus.

Ketua Panitia Pusat Dr.Rina Ratih dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN Mu di Bengkulu adalah yang ke 6. Dalam sambutannya disampaikan bahwa KKN ini menjadi kegiatan KKN yang paling banyak pesertanya yaitu 42 PTM. KKN Mu menurut Rina Ratih adalah kegiatan aksi sosial yang dilaksanakan  oleh PTM dan semua PTM termasuk berkontribusi,termasuk para mahasiswa. Rina juga menyampaikan bahwa KKN Mu di Bengkulu 15 hari lebih lama 15 hari dibanding belumnya karena tuntutan masyarakat, dan diharapkan para peserta KKN diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata dan budaya di Bengkulu.

Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia H.Muslih Z,SH,M.Si menyampaikan bahwa di Bengkulu banyak sekali UKM kecil di masyarakat,khususnya di desa-desa miskin yang membutuhkan sentuhan dari kalangan berpendidikan, oleh karena itu mahasiswa juga diharapkan agar bisa membantu dan mengembangkan potensi tersebut.


Peserta KKN Mu asal UM Purwokerto

Sambutan Ketua Panitia Pusat

Sambutan Staf Ahli Gubernur

Sambutan Rektor Universita Muhammadiyah Bengkulu

Peserta KKN dari Korea, mahasiswa UM Purwokerto


Ketua LPPM UMP bersama Ketua Panitia Pusat
Penulis bersama penari penyambut tamu
Iklan

CILACAP MENYIAPKAN 44 TEMPAT PENYELAMATAN

-Pakar tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko mengatakan ada potensi gempa megathrust Magnitudo 8,8 di selatan Jawa. Tak hanya itu gempa juga berpotensi menimbulkan gelombang tsunami 20 meter di sepanjang pantai tersebut.
Dia menyebut ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan Magnitudo 8,5 hingga Magnitudo 8,8, namun harap dipahami bahwa manusia tidak bisa memprediksi kapan terjadi gempa atau tsunami. Perlu dipahami bahwa yang dimaksud tenang info di atas adalah potensi, bukan prediksi terjadinya. Barangkali karena salah pemahaman itulah yang menyebabkan masyarakat Cilacap sempat gelisah dengan viralnya soal kemungkinan gempa dan tsunami setelah kejadian gempa kecil beberapa waktu yang lalu.


Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy juga menyatakan agar masyarakat tak panik dalam menanggapi perkiraan potensi tsunami 20 meter tersebut. Dia mengklaim, Cilacap telah membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana) di sepanjang pesisir selatan. BPBD dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memasang sebanyak 35 alat peringatan dini tsunami di sepanjang pesisir.
Jika benar benar terjadi maka berikut merupakan solusi cara melakukan pelarian dari gelombang tersebut.
1. EVAKUASI HORIZONTAL

Kita segera lari menjauh dari bibir pantai, ke bukit, dst.
Disarankan jalan kaki, agar tidak trjdi “Traffic Jam” (kemacetan lalu-lintas) dan “Bottle Neck” seperti yg pernah terjadi dulu di PROLIMAN, inget khan? Dari 4 ruas jalan, semuanya ingin menuju 1 ruas jalan ke arah JERUKLEGI. Akhirnya macet-cet, tdk bisa bergerak sama sekali.
Hal ini justru membahayakan, karena pada ruas PROLIMAN 500 meter ke arah JERUKLEGI terdapat cekungan yang merupakan perairan yg bermuara ke Bengawan Donan yg justru merupakan “Jalan Tol”nya tsunami.
Jangan melalui jalanan yg sejajar dengan garis pantai, karena sama saja “jalan di tempat”, maka lewati lah jalanan yg menjauh dari pantai.
2. EVAKUASI VERTIKAL :Segera berlari ke gedung evakuasi vertikal yg terdekat dari rumah kita masing masing.
Untuk memecah pergerakan massa saat terjadi potensi tsunami ke arah JERUKLEGI, PemKab Cilacap (BPBD) telah melakukan MoU dgn 44 pemilik gedung di wilayah Cilacap Kota yg cukup tinggi dan kokoh.
Dalam kondisi gempa yang berpotensi tsunami, pemilik gedung tsb agar dpt membuka akses seluas2nya untuk tempat mengungsi warga di sekitarnya.


Berikut daftar nama gedung evakuasi vertikal di wilayah Cilacap Kota :
1. Kantor BPBD – Lantai 22. SMP N 1 Cilacap – Lantai 2 & 33. Politeknik Negeri Cilacap – Lantai 3 & 44. RSUD – Lantai 25. Akbid Graha Mandiri – Lantai 26. Asrama Putri STIKES Al Irsyad – Lantai 2 & 37. SD Al Irsyad 01 – Lantai 2 & 38. Rusunawa Tegalkamulyan – Lantai 39. Kantor BPC Gapensi – Lantai 210. Masjid Al Jihad – Lantai 211. AMN – Lantai 2-812. RSI Fatimah – Lantai 213. Badan Diklat, Arsip dan Perpusda – Lantai 214. DPRD – Lantai 215. SMP Pius – Lantai 216. Hotel Cilacap Indah – Lantai 217. Asuransi Bumi Putera – Lantai 218. SMP N 3 Cilacap – Lantai 219. SMA Negeri 1 Cilacap – Lantai 220. SMP Purnama 1 – Lantai 221. SMP N 2 Cilacap – Lantai 222. SD Negeri Sidanegara 08 – Lantai 223. RSU Santa Maria – Lantai 224. RSU Aprilia – Lantai 225. Kel. Mertasinga – Lantai 226. Gedung Golkar – Lantai 227. SMA Sri Mukti – Lantai 2 & 328. SMP Muhammadiyah 1 – Lantai 229. SMP Muhammadiyah 2 – Lantai 230. SMP PGRI 1 – Lantai 231. SMP Purnama 2 – Lantai 232. SMP N 8 Cilacap – Lantai 233. SMK YPE – Lantai 234. SMP N 4 Cilacap – Lantai 235. SMP N 6 Cilacap – Lantai 236. SD Negeri Tegalreja 01 – Lantai 237. SMA Al Irsyad – Lantai 238. Gedung Dakwah Muhammadiyah – Lantai 239. SD Negeri Tegalreja 02 – Lantai 240. Masjid Agung Darussalam – Lantai 241. Hotel Tiga Intan – Lantai 242. Hotel Mutiara – Lantai 243. PMI Kabupaten Cilacap – Lantai 244. SMA Yos Soedarso Cilacap – Lantai 2
sumber info : https://m.facebook. com/teguhpurnomo.clp dengan perubahan seperlunya

Potensi Gempa Indonesia

POTENSI GEMPA DI SELATAN JAWA

PETAJAWA

Selama 3 Hari ini saya diminta banyak pihak untuk membuat klarifikasi terkait potensi gempa di Selatan Jawa. Jawaban saya adalah bahwa kita harus jujur mengakui dan menerima kenyataan bahwa wilayah kita memang rawan gempa dan tsunami.

Khususnya wilayah selatan Jawa, keberadaan zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia merupakan generator gempa kuat sehingga wajar jika wilayah selatan Jawa merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami.

Wilayah Samudra Hindia selatan Jawa sudah sering kali terjadi gempa besar dengan kekuatan di atas M=7,0. Sejarah mencatat daftar gempa besar seperti gempa Samudra Hindia tahun1863,1867, 1871, 1896, 1903, 1923, 1937, 1945,1958, 1962, 1967, 1979, 1980, 1981, 1994, dan 2006. Sementara itu tsunami Selatan Jawa juga pernah terjadi pada tahun 1840, 1859, 1921, 1994, dan 2006. Ini bukti bahwa informasi potensi bahaya gempa yang disampaikan para ahli adalah benar bukanlah berita bohong.

Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan para pakar adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada satupun orang yang tahu. Untuk itu dalam ketidakpastian kapan terjadinya, kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural yang nyata dengan cara membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai yang aman dari tsunami, serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami.

Inilah risiko tinggal dan menumpang hidup di pertemuan batas lempeng. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka inilah risiko yang harus kita hadapi. Apakah dengan kita mengetahui wilayah kita dekat dengan zona megathrust lantas kita cemas dan takut? Tidak perlu cemas dan takut. Semua informasi potensi gempa dan tsunami harus direspon dengan langkah nyata dengan cara memperkuat mitigasi. Dengan mewujudkan semua langkah mitigasi maka kita dapat meminimalkan dampak, sehingga kita tetap dapat hidup dengan selamat, aman, dan nyaman di daerah rawan gempa.

Peristiwa gempa bumi dan tsunami adalah keniscayaan di wilayah Indonesia, yang penting dan harus dibangun adalah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakatnya, maupun infrastruktur untuk menghadapi gempa dan tsunami yang mungkin terjadi.***

Penulis : Daryono BMKG