Ajari anak bawa ransel dengan benar

Pernahkah Anda memerhatikan berat tas sekolah yang dibawa anak setiap harinya? Bila tidak, sudah saatnya Anda memerhatikan dan mengurus hal yang tampak sepele tetapi penting itu.

Ransel didesain untuk mendistribusikan berat dari barang bawaan di area otot tubuh yang paling kuat, demikian dikatakan pakar ortopedi, Dr Michael Wade Shrader, dikatakan di AAOS, dikutip dari iVillage, Rabu (21/8).

Daftar/info di sini klik

Namun, dikatakan Shrader, bila cara pakainya salah atau terlalu berat, ransel bisa mengakibatkan masalah pada otot, seperti keseleo hingga masalah postur tubuh. Meski kesannya masalah kesehatan yang kecil, tetapi bila terjadi pada tubuh yang sedang bertumbuh, bisa mengakibatkan masalah hingga dewasa.

Salah satu masalah yang bisa terjadi akibat cara penggunaan tas yang salah setiap hari adalah skoliosis (tulang punggung tumbuh miring/tidak lurus). Masalah tulang punggung ini bisa menjalar ke masalah kesehatan lainnya. Masalah lain juga adalah masalah saluran darah yang tidak lancar hingga mengakibatkan kepala pusing.

Ribuan orang di Amerika Serikat pada tahun 2012 mendapat perawatan akibat masalah salah cara penggunaan ransel. Setengah dari pasien tersebut adalah anak-anak usia sekolah yang setiap harinya menggunakan ransel dengan cara yang salah.

Shrader menyarankan orangtua untuk mengetahui berat ransel yang dibawa anak setiap harinya. Pastikan berat ransel anak tidak lebih dari 15-20% berat tubuhnya. Itu adalah berat maksimal yang boleh dibawa anak dalam ranselnya untuk mengurangi risiko masalah pada otot punggungnya.

Kontak admin di sini

Kedua tali ransel harus disampirkan di masing-masing pundak anak dengan cara yang benar dan disarankan. Atur ransel agar bagian penampang belakangnya menempel pada punggung anak.

Tips lainnya, saat akan mengangkat ransel, tekuk kedua lutut agar beban ada pada otot paha, jangan menggapai dengan cara membungkukkan tubuh tapi lutut lurus, karena ini membebankan lutut.

Bila memang harus membawa barang berat, letakkan barang paling berat di urutan terbawah dan di tengah. Ajar anak untuk hanya membawa yang ia butuhkan. Jika memang suatu saat ia terpaksa membawa barang berat, ajarkan ia untuk membawa barang terberat di dalam dekapan, jangan di dalam tas.

(Copas dari Berita Satu dot com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s