NEM dan RANKING bukan Jaminan Sukses

Awal tahun 2009 ketika merintis pendirian SD UMP saya menekankan sejak awal bahwa yang harus ditekankan di SD ini adalah pendidikan karakter,khususnya kejujuran,kedisiplinan, serta budaya tertib, termasuk belajar antri. Hal itu sudah dilaksanakan sejak pertama kali punya kelas 1.

Berbisnis modal HP klik di sini

Mengapa saya ambil sikap itu? Karena saya tidak percaya soal rangking dan nem yang membuat orang sukses. Itu sebabnya sejak saya merintis berdirinya di SD UMP tahun 2009 tidak ada rangking. Semua anak punya potensi sukses,itulah yang harus dikembangkan. Setiap anak punya potensi berbeda,itu yg harus disediakan sekolah dengan beragam ekskulnya. Apa yang saya lakukan ternyata benar. Baca tulisan berikut ini

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus

Ada 3 hal ternyata tdk terlalu berpengaruh terhadap *kesuksesan* yaitu: *NEM, IPK dan rangking*

Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3)

Kemudian sy mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air.
Saya menjadi saksi betapa *tidak relevannya ketiga konsep di atas* terhadap kesuksesan.

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap *tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US*

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan rangking) *hanyalah faktor sukses urutan ke 30*

*Sementara faktor IQ pada urutan ke-21*
*Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23.*

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah *Tidak masalah.*

NEM anak anda tidak begitu besar?
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit.
*Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan*

*Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?*
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum semua ini kita kategorikan *softskill.*
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊
Mengejar kecerdasan akademik semata hanya akan menjerumuskan diri sendiri secara nyata. Kejarlah kecerdasan spiritual, agamis…, maka kecerdasan lain akan mengikuti dan kesuksesan ada di depan mata…, semoga sukses selalu.

Aamiin 11x 👍🏻🙏🏻❤

Pendidikan di Finlandia

Tulisan berikut saya copas dsri grup agar bisa dipelajari. Silahkan baca dan resapi,tapi harus diingat apa yang bagus di sana belum tentu bisa diterapkan di Indonesia. Perku adopsi dan adaptasi dulu. Pilih mana yang bisa diterapkan mana yang tidak. Salah satu contoh yang coba saya terapkan saat merintis pendirian SD UMP adalah kembangkan kecakapan anak, ajarkan karakter san hilangkan sistem rangking.

.

PERHATIKAN KUALITAS PENGAJARAN, Bukan Lamanya Belajar

Sistem pendidikan di Finlandia: sedikit pekerjaan rumah, sedikit waktu di dalam kelas, lebih banyak bermain, tak ada ujian nasional (UN) dan sebagainya.

Profesor Erno Lehtinen, guru besar pendidikan dari Universitas Turku Finlandia menjelaskan mengapa anak-anak usia sekolah dasar mesti lebih banyak bermain ketimbang belajar di kelas dan menggarap pekerjaan rumah (PR).

“Secara umum kalau sudah sekolah, waktunya tak terlalu lama. Kami harus memperhatikan kualitas pengajaran, bukan panjangnya jam belajar. Ada keseimbangan yang bagus adanya PR dan kegiatan anak muda dan pendidikan menengah atas, untuk menghasilkan tekanan dan stres yang lebih sedikit dan lebih kuat motivasi dan pengembangan belajarnya,” katanya.

Berikut wawancara lengkap dengan Prof Erno August Lehtinen di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan :

Bisa diceritakan garis besar sistem pendidikan di Finlandia, sehingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia?

Pada awal abad setelah Perang Dunia II, Finlandia masih negara miskin. Tahun 1980 capaiannya masih di bawah rata-rata negara OECD (Organisation for Economic Co‑operation and Development-red), kami lantas membuat sekolah dasar komprehensif 9 tahun dengan penekanan yang kuat untuk kesempatan yang sama dalam pendidikan.

Kami juga meluncurkan model pendidikan guru yang baru, satu yang kami kenalkan, berbicara tentang reformasi pembangunan berkelanjutan, kemudian diikuti pembentukan kembali fungsi sistem pendidikan. Hasil saintifik yang kami dapat dari studi ini, memang ada ketegangan kecil dalam meningkatkan sistem pendidikan ini lebih tinggi.

Mengapa anak-anak di Finlandia, tak diizinkan sekolah sebelum berusia 7 tahun, jam pelajaran SD hanya 3-4 jam sehari, waktu istirahat mencapai 75 menit, jarang ada PR, tidak ada PR hingga tak ada UN sama sekali untuk 9 tahun pertama sekolah?

Ya, pendidikan dasar di Finlandia berbeda dengan negara lain. Kami sangat menghargai anak-anak bermain bebas dan melakukan hal-hal lain dari pada hanya duduk di kelas. Ini pada awal-awal tingkat sekolah.

Secara umum kalau sudah sekolah, waktunya tak terlalu lama. Kami harus memperhatikan kualitas pengajaran, bukan panjangnya jam belajar. Ada keseimbangan yang bagus adanya PR dan kegiatan anak muda dan pendidikan menengah atas, untuk menghasilkan tekanan dan stres yang lebih sedikit dan lebih kuat motivasi dan pengembangan belajarnya.

Jadi untuk anak usia dini atau pendidikan dasar, pembentukan karakter lebih penting ya?

Iya, kami mencoba pengembangan kepribadian siswa, bukan skill, bukan belajar konten kurikulum yang spesifik. Kami kembangkan kepribadian sepenuhnya, belajar mengetahui dunia, belajar mengenal perbedaan mata pelajaran, juga kehidupan sosial, kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, itu sangat penting untuk anak-anak muda.

Jadi pelajaran matematika, fisika, kimia ini tak diperkenalkan pada pendidikan dasar namun pendidikan lebih tinggi?

Matematika adalah subyek penting untuk tingkat pendidikan dini, kemudian, pelajaran sains untuk yang pertama sekali adalah lebih banyak praktik, kemudian kami mengkombinasikannya dengan suasana ilmiah. Di primary level (pendidikan dasar) ada pelajaran sains yang umum, dan pada lower secondary level (pendidikan menengah) menjurus ke spesifik kimia dan biologi.

Di Finlandia sistem kelasnya kelas inklusif, di mana siswa yang pintar dan kurang pintar dijadikan satu. Di negara lain, justru ada kelas akselerasi, mengumpulkan siswa yang pintar-pintar. Mengapa Finlandia menerapkan sistem kelas inklusif ini?

Salah satu yang penting di pendidikan 9 tahun, nilai utamanya adalah kesetaraan dan membawa semua siswa ke dalam level yang sama. Tentu ada beberapa siswa pintar yang bisa melangkah lebih jauh, tapi kami mempertahankan kebijakan ini untuk menjamin, bahwa siswa dari semua latar belakang keluarga dan kesulitan belajar juga punya kesempatan yang sama untuk belajar.

Kami punya sistem yang melacak kemampuan anak-anak itu saat pendidikan dasar 9 tahun itu. Tentu, anak-anak berkebutuhan khusus butuh diperhatikan secara khusus, ini butuh upaya yang sangat besar dari segi pendidik atau guru, dan untuk itulah mengapa kami sangat mendorong upaya pendidikan untuk guru.

Ada dua kunci, skill dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus dalam ruang kelas, ada pengaturan khusus. Kadang tidak hanya 1 orang guru dalam ruang kelas, tapi ada orang dewasa lain yang membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar itu.

Siswa berkebutuhan khusus itu kadang memerlukan waktu pengajaran yang lebih banyak, atau di sekolah luar biasa, bisa dalam kelompok kecil dan dukungan intensif.

Jadi kelas inklusif itu mencampurkan satu murid pintar dan yang tidak begitu pintar dalam satu kelas, apakah ada bullying karena adanya perbedaan itu? Bagaimana mencegah terjadinya bullying?

Bullying terjadi di mana saja, orang-orang bersama, anak-anak, orang muda, orang tua, terjadi di mana saja, sangat menyedihkan. Itu juga terjadi di dalam kelas sekolah-sekolah di Finlandia. Dan itu juga menjadi pertanyaan dan sangat menjadi perhatian kami.

Dan di universitas ini kami melakukan riset sekitar 20 tahun, dan hasilnya membuat program khusus yang disebut Kiva koulu, untuk menghindari bullying. Program yang berorientasi sistem. Ada banyak komponen yang membantu sekolah untuk memperlambat bullying, dan program ini sudah dilakukan di banyak negara-negara di dunia.

(Dalam situs UNESCO, program anti-bullying Kiva di Finlandia ini dikembangkan di Universitas Turku Finlandia dan didanai Kementerian Pendidikan Finlandia dan diaplikasikan sejak 2009. Kiva melibatkan orangtua, guru dan murid dan berhasil mengurangi bullying sekolah pada siswa tingkat 4-6-red)

Jadi berarti harus ada lebih dari satu guru dalam kelas?

Ini bukan berarti ada beberapa guru di kelas. Bila kelas itu ada kesulitan, kadang di ruang kelas ada seorang dewasa yang tidak mengajar, biasanya anak-anak SMA yang sudah lulus atau mahasiswa yang menjadi asisten guru untuk mengawasi anak-anak di sekolah itu. Dan ini sangat membantu bagi guru, ada orang dewasa lain di kelas itu. Orang dewasa yang tidak mengajar tapi bisa membantu.

Untuk situasi normal ada satu (orang). Dan sering sekali terjadi kelas itu membutuhkan bantuan orang dewasa lain. Dan di situasi yang berbeda dan sangat khusus, ada guru kelas dan guru untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus bekerja sama.

Biasanya satu kelas di Finlandia itu maksimal 20 orang untuk tingkat pendidikan dasar, dan 20-30 orang untuk pendidikan menengah.

Tentang sekolah kejuruan, Finlandia sangat mendukung sekolah kejuruan. Bahkan nyaris 50 persen siswa pendidikan dasar masuk ke sekolah kejuruan. Bagaimana peran penting sekolah kejuruan ini di Finlandia?

Tentu pendidikan kejuruan sangat penting, banyak negara memberi perhatian yang sedikit pada pendidikan kejuruan ini, dan di Finlandia mungkin sekolah umum lebih advance daripada sekolah kejuruan. Dan kami punya banyak masalah pada sekolah kejuruan sekarang ini dan lebih butuh dikembangkan.

Dan kami sangat mempelajari masalah ini dengan seksama dalam pelatihan kejuruan kami, ingin menemukan bentuk baru, bagaimana meningkatkan teknologi, bagaimana mengembangkan pendidikan kejuruan ini, butuh lebih baik daripada dunia kerja. Dan itu tantangan besar karena dunia kerja berubah sangat cepat.

Mudah saja kalau satu profesinya tetap ilmunya. Tapi kan pendidikan kejuruan berubah dengan konstan, dan ini tantangan untuk sekolah kejuruan. Fokus utama dalam sistem pendidikan Finlandia, tentu saja secara keseluruhan sistem, kami ingin sekolah kejuruan bisa dilakukan sejak dini.

Jadi masalah utama sekolah kejuruan di Finlandia itu apa?

Masalah utama adalah perubahan sangat cepat di dunia kerja, dan masalah lain adalah motivasi. Sangat sulit memotivasi anak-anak muda di beberapa wilayah berkaitan dengan dunia kerja, sekolah kejuruan tidak begitu menarik buat mereka.

Di satu wilayah sangat menarik, sangat bersaing untuk masuknya, dan di beberapa area sangat sulit menarik siswa karena tak begitu populer.

Bagaimana keterkaitan sekolah kejuruan dengan industri kerja?

Tujuan sekolah kejuruan, orang langsung bisa kerja di industri bagian dari ekonomi dan sekarang situasi ekonomi tidak begitu bagus, dunia mengalami krisis ekonomi, banyak pengangguran di antara anak muda. Namun kini berangsur pulih, banyak anak muda bisa mengejarnya.

Bicara tentang pendidikan, otomatis bicara tentang guru. Finlandia memperlakukan guru dengan sangat bagus, jam kerja pendek plus waktu pengembangan diri, gaji tinggi, syarat minimal lulusan master, dan sebagainya. Mengapa demikian?

Guru sangat bernilai dalam budaya dan masyarakat kami. Semua mengerti bahwa guru adalah profesi paling penting karena harus mendidik generasi muda, sangat penting di masyarakat, profesi yang sangat populer di kalangan anak muda.

Lebih banyak pelamar yang mendaftar dalam program ilmu keguruan dan pendidikan daripada yang diterima. Hanya 10-15 persen lamaran yang diterima, kualitas tesnya rata-rata pendidikan menengah. Tingkat kepopulerannya dan kesulitan tesnya sama dengan fakultas kedokteran. Itu menjelaskan betapa populernya jurusan keguruan dan profesi guru itu di antara para anak muda.

Ini tentu sangat bagus karena kami bisa mendapatkan guru-guru yang termotivasi. Dibandingkan rata-rata negara di dunia, jam mengajarnya memang lebih pendek. Tapi tidak benar juga. Waktu yang berkaitan dengan murid memang lebih pendek, tapi karena persyaratan menjadi guru itu sangat sulit, mereka harus menganalisa proses belajar yang dilakukan di kelas, jadi jatuhnya jam kerja mereka sangat panjang untuk proses pengajaran itu. Kontak dengan siswa memang pendek.

Jadi di sana guru dipandang sama bergengsinya seperti dokter dan pengacara?

Iya, sangat sama dengan dokter dan pengacara. Itu karena guru sangat bekerja keras mempersiapkan materi ajar untuk proses belajar mengajar yang mereka lakukan di kelas, dan berpikir sangat hati-hati bila ada murid yang membutuhkan intervensi dan motivasi belajar. Jadi profesi ini adalah profesi yang mengutamakan kepakaran.

Betulkah di sana tak ada merit pay (gaji sesuai prestasi) untuk guru?

Ya ada, tapi tidak merupakan bagian penting dalam sistem gaji guru kami. Ada negosiasi di tingkat sekolah antara kepala sekolah dan guru tentang pengembangan profesional, kadang mereka dapat tambahan gaji tergantung prestasinya. Tapi tidak dominan di sekolah.

Benarkah di Finlandia, tidak ada Ujian Nasional (UN) pada tingkat pendidikan dasar?

Di pendidikan dasar tidak ada, UN ada di sekolah menengah, akhir dari pendidikan secondary education (sekolah menengah), ujian matrikulasi.

Apa yang kami punya adalah sample base test examination, badan yang menggelar test ini harus mengatur, mereka menguji sampel, beberapa siswa. Tes ini berkaitan dengan aspek pengajaran, motivasi siswa, kondisi kelas dan sebagainya.

Tidak ada rangking, tak digunakan langsung untuk kegiatan administrasi, kami tak punya sistem itu. Informasi ini sangat penting untuk penembangan sistem pendidikan, hasilnya tugas guru untuk menjamin semua siswa belajar dengan pantas.

Jenis national sample base test ini untuk guru, bukan dalam rangka membandingkan siswa mereka, menggunakan informasi bukan administrasi, atau untuk melihat peringkat sekolah atau kelas tertentu, kami menghindari sistem itu. Dari pengalaman internasuional, UN itu punya banyak konsekuensi negatif.

Jadi bagaimana cara mengukur outputnya?

Ada tes kuantitatif yang digunakan guru, tapi mereka juga menyiapkan bersama, banyak konfirmatif tes, proses pembelajaran pada siswa, bagaimana mereka bisa mengubah pembelajaran. Yang sangat penting adalah evaluasi, guru punya tanggung jawab tinggi dalam proses belajar ini.

Pendidikan di Finlandia gratis, dari TK-Universitas, bagaimana bisa?

Di Finlandia pendidikan gratis dari dasar sampai doktoral, ini untuk warga negara Finlandia dan warga negara Uni Eropa. Ada aturan ini di Uni Eropa, juga gratis dari luar Uni Eropa. Tapi mulai musim gugur depan ini, akan ada biaya untuk mahasiswa internasional non Uni Eropa.

Jadi dari mana dana untuk pendidikan gratis itu? Apakah warga bayar pajak sangat tinggi?

Kami punya Sistem Kesejahteraan Skandinavia. Di Finlandia, tingkat pajak penghasilannya relatif tinggi, tapi kemudian, warga banyak dapat pelayanan mulai dari kesehatan, pemeliharaan kesehatan yang sangat murah, pendidikan gratis, dan banyak pelayanan lainnya dari pemerintah. Itu model negara-negara Skandinavia.

Berapa persen pajaknya dari penghasilan setahun?

Kami punya sistem progresif berbasis jumlah pendapatan. Jika dapat gaji rendah, pajaknya juga rendah, pendapatan menengah dan tinggi makin besar persentasenya. Nyaris mendekati 50 persen (dari penghasilan setahun), itu untuk yang gajinya tinggi.

Anggaran pendidikan dari APBN Finlandia mendapat berapa persen?

Lebih sedikit dari yang dimiliki Indonesia, kurang dari 20 persen APBN. Indonesia punya 20 persen, tapi kami kurang dari 20 persen.

Berapa lama Finlandia mengembangkan sistem pendidikan ini? Berapa lama sampai sistemnya sampai stabil seperti ini?

Model pendidikan yang sekarang kami kembangkan ini mulai diciptakan tahun 1970-an, pendidikan dasar 9 tahun. Tapi model pendidikan universitas pada dasarnya sudah ada di akhir abad ke-18, sangat berkembang sekarang. Sistem sekolah kejuruan dari awal abad 20, tapi banyak pengembangan kualitas di antara tahun 1980-90-an.

Sistem pendidikan universitas mengalami restrukturisasi akhir-akhir ini, awal 2010, semua universitas menjadi entitas independen daripada sebelumnya, karena sebelumnya menjadi bagian dari negara, sekarang nggak lagi, independen.

Sistem pendidikan di Finlandia ini sudah sempurna, masih akan dikembangkan atau masih ada tantangan yang dihadapi?

Tidak sempurna, tapi standarnya tinggi, lebih sulit untuk diraih. Ini tantangan besar, kami meningkatkan kualitas pengajaran. Tentu ada banyak ketegangan di masyarakat tentang tantangan-tantangan ini, tentang aktifnya teknologi mobile, orang-orang muda menghabiskan banyak waktu dengan gadget, dan mereka lebih sedikit membaca dibanding generasi sebelumnya.

Apakah sistem hebat di Finlandia bisa dicontoh di Indonesia? Apa memungkinkan ditiru di Indonesia, mengingat Indonesia kompleks dari segi geografis, budaya, jumlah penduduk yang 240 juta dibandingkan dengan 6 juta di Finlandia?

Mungkin saja bisa dikopi tapi tak pernah sukses. Banyak yang mendeskripsikan beberapa pengalaman kami, bukan berarti kami merekomendasikan Indonesia melakukan hal yang sama dengan kami.

Saya percaya pengalaman kami mengembangkan sistem pendidikan saat kondisi negara kami saat itu, seperti Indonesia saat ini. Negara kami saat itu juga masih berpendapatan rendah, tingkat pendidikan warga kami juga banyak yang tidak tinggi, kami tertinggal di belakang negara yang pencapaiannya maju, itu sekitar tahun 1970-80-an.

Tapi kami punya satu kasus di mana kami mungkin melakukan hal substansi di bidang sistem pendidikan, utamanya kulitas guru dan pembelajaran, proses ini sangat membantu untuk Indonesia. Tapi kami tak menyarankan mencontoh persis modelnya karena faktor-faktor perbedaan budaya, struktur masyarakat dan sebagainya.

Jadi apa yang bisa ditransfer pada Indonesia?

Tak ada yang kami bisa transfer, negara Anda harus mentransformasi sendiri.

Anda sudah melihat sekilas sistem pendidikan Indonesia dan apa hal fundamental yang mesti diubah?

Ini kedatangan saya pertama kali, banyak diskusi dengan kolega saya di sini, dengan guru, dengan Kemendikbud,

Saya membaca berhati-hati, membaca rekam jejak dunia dari OECD yang mendeskripsikan sistem pendidikan Indonesia di tahun 2013 . Permulaan yang sangat baik dengan sistem pendidikan.

Kesimpulan saya, Indonesia telah membuat perkembangan bernilai dengan sisetm pendidikan di negara ini, semua orang diusahakan punya akses ke pendidikan, telah menjamin sertifikasi guru, semua dokumen dan pakar pendidikan teman saya berdiskusi mendorong pada fokus kualitas pembelajaran, pengajaran, guru dan sistem. Sistemnya sudah ada dan sekarang upayanya mengembangkan kualitas.

https://news.detik.com/wawancara/d-3323020/profesor-finlandia-perhatikan-kualitas-pengajaran-bukan-lamanya-belajar

.

Ajari anak bawa ransel dengan benar

Pernahkah Anda memerhatikan berat tas sekolah yang dibawa anak setiap harinya? Bila tidak, sudah saatnya Anda memerhatikan dan mengurus hal yang tampak sepele tetapi penting itu.

Ransel didesain untuk mendistribusikan berat dari barang bawaan di area otot tubuh yang paling kuat, demikian dikatakan pakar ortopedi, Dr Michael Wade Shrader, dikatakan di AAOS, dikutip dari iVillage, Rabu (21/8).

Daftar/info di sini klik

Namun, dikatakan Shrader, bila cara pakainya salah atau terlalu berat, ransel bisa mengakibatkan masalah pada otot, seperti keseleo hingga masalah postur tubuh. Meski kesannya masalah kesehatan yang kecil, tetapi bila terjadi pada tubuh yang sedang bertumbuh, bisa mengakibatkan masalah hingga dewasa.

Salah satu masalah yang bisa terjadi akibat cara penggunaan tas yang salah setiap hari adalah skoliosis (tulang punggung tumbuh miring/tidak lurus). Masalah tulang punggung ini bisa menjalar ke masalah kesehatan lainnya. Masalah lain juga adalah masalah saluran darah yang tidak lancar hingga mengakibatkan kepala pusing.

Ribuan orang di Amerika Serikat pada tahun 2012 mendapat perawatan akibat masalah salah cara penggunaan ransel. Setengah dari pasien tersebut adalah anak-anak usia sekolah yang setiap harinya menggunakan ransel dengan cara yang salah.

Shrader menyarankan orangtua untuk mengetahui berat ransel yang dibawa anak setiap harinya. Pastikan berat ransel anak tidak lebih dari 15-20% berat tubuhnya. Itu adalah berat maksimal yang boleh dibawa anak dalam ranselnya untuk mengurangi risiko masalah pada otot punggungnya.

Kontak admin di sini

Kedua tali ransel harus disampirkan di masing-masing pundak anak dengan cara yang benar dan disarankan. Atur ransel agar bagian penampang belakangnya menempel pada punggung anak.

Tips lainnya, saat akan mengangkat ransel, tekuk kedua lutut agar beban ada pada otot paha, jangan menggapai dengan cara membungkukkan tubuh tapi lutut lurus, karena ini membebankan lutut.

Bila memang harus membawa barang berat, letakkan barang paling berat di urutan terbawah dan di tengah. Ajar anak untuk hanya membawa yang ia butuhkan. Jika memang suatu saat ia terpaksa membawa barang berat, ajarkan ia untuk membawa barang terberat di dalam dekapan, jangan di dalam tas.

(Copas dari Berita Satu dot com)

UMP 6 besar di Jawa Tengah

*10 Besar Universitas Jawa Tengah versi UniRank*

UniRank atau yang dulu dikenal dengan 4 International Colleges & Universities (4icu) baru-baru ini memaparkan data pemeringkatan universitas terbaik dari berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Lebih dari 13.000 universitas di 200 negara ditinjau untuk pemeringkatan. Nama-nama universitas di bawah ini dinilai berdasarkan popularitas universitas.

Mana saja universitas di Jawa Tengah terbaik versi UniRank 2019? Berikut rinciannya seperti dilansir dari laman UniRank, Rabu (2/6/2019).

1. *Universitas Diponegoro*
Didirikan pada tahun 1957, Universitas Diponegoro adalah lembaga pendidikan tinggi negeri nirlaba yang berlokasi di pedesaan di kota besar Semarang, Jawa Tengah. Tingkat pendaftaran di Universitas Diponegoro terhitung besar yakni sekitar kisaran pendaftaran uniRank: 35.000-39.999 siswa.

2. *Universitas Sebelas Maret*
Selanjutnya, menyusul Universitas Sebelas Maret yang berlokasi di kota Surakarta, Jawa Tengah. Menurut versi pemeringkatan ini, tingkat pendaftarannya juga terhitung besar, yakni 30.000-34.999 siswa.

3. *Universitas Muhammadiyah Surakarta*
Di posisi ke tiga, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terletak di kota Surakarta, Jawa Tengah yang secara resmi terakreditasi. Berdasarkan data UniRank, jangkauan pendaftaran di UMS yakni sekitar 25.000-29.999 siswa.

4. *Universitas Negeri Semarang*
Urutan ke-empat kini ditempati oleh Universitas Negeri Semarang yang terletak di kota Semarang. Lembaga pendidikan tinggi negeri yang berlokasi di Jawa Tengah, UniRank juga menyebut jumlah pendaftaran di Universitas Negeri Semarang tergolong sangat besar yakni sekira 20.000-24.999 siswa.

5. *Universitas Muhammadiyah Semarang*
Didirikan pada tahun 1999, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) institusi pendidikan tinggi swasta yang berlokasi di kota Semarang, Jawa Tengah. Berdasarkan data UniRank, jangkauan pendaftaran di UMS yakni sekitar 4.000-4.999 mahasiswa.

 

6. *Universitas Muhammadiyah Purwokerto*
Universitas yang didirikan sejak tahun 1976 ini masuk dalam jajaran universitas dengan situs web terbaik di Indonesia. Terletak di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas, perguruan tinggi negeri ini layak masuk pemeringkatan UniRank karena telah memenuhi syarat-syarat dari UniRank. Seperti telah terakreditasi, menawarkan program khusus sarjana dan pascasarjana, dan lain-lain. Jangkauan pendaftaran di Universitas Muhammadiyah Purwokerto pun terhitung besar yakni 9,000-9,999 siswa.

7. *Universitas Dian Nuswantoro*
Didirikan pada tahun 1990, Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Secara resmi terakreditasi dan diakui oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi terhitung kisaran pendaftaran uniRank: 10.000-14.999 mahasiswa.

8. *UIN Walisongo Semarang*
Untuk UIN Walisongo Semarang yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah memiliki kisaran pendaftaran uniRank: 15.000- 19.999 siswa.

Bisnis sampingan menguntungkan klik di sini

9. *Universitas Jendral Soedirman*
Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) adalah lembaga pendidikan tinggi negeri yang berlokasi di Purwokerto Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Universitas Jenderal Soedirman ini memiliki kisaran pendaftaran uniRank: 15.000-19.999 siswa.

10. *Universitas Semarang*
Dan terakhiri di urutan ke 10 ada Universitas Semarang. Sebuah institusi pendidikan tinggi swasta yang berlokasi di Semarang memiliki kisaran pendaftaran uniRank: 15.000-19.999 siswa. (*)