Puisi GURU UNTUK KETUA RW

Tuan

Ketika rekan guru mengeluh tentang statusnya kemanakah Anda ?

Tuan ketika rekan guru ingin menghadap bersama-sama ke Rumah Besar, Anda tinggalkan.

Mau kemanakah Anda ?

Ketika mass media banyak memberitakan gaji guru bakti yang 300 ribu, tidakkah dibaca ?

Tapi kini

Saat menjelang pemilihan Ketua Warga engkau jadi peduli

Anda terima dengan tangan terbuka para warga guru yang berseragam.

Beda dengan para warga guru yang berpakaian seadanya tidur di depan Rumah Besar

Dan Tuan terkejut…

Sungguh-sungguh terkejut dengan gaji guru yang hanya 300 ribu saja,saat mendengar cerita guru berseragam.

Tuan….

Benarkah Tuan terkejut atau pura-pura terkejut ?

Jika benar-benar baru tahu gaji yang secuil itu

Kemana selama ini telinga untuk mendengarkan ?

Kemana selama ini mata untuk membaca ?

Tuan….

untuk apa keterkejutan itu diperlihatkan kepada rekan guru ?

Sebagai bentuk empati atau sekedar ajakan untuk memilih Tuan sebagai ketua warga ?

Tuan…..

Tengoklah banyak warga guru di kampung kita

yang menunaikan tugas dengan baik meski gaji seadanya

Yang cukup untuk beli sarapan selama lima belas hari

dan dengan cara apa mereka bertahan di hari yang lain, tidak ada yang tahu.

dan itu sudah lama

Lamaaaaaaaaaaaa sekali, bahkan saat Tuan belum terpilih dulu sekali

Lalu kemana kepedulian Tuan selama ini berada ?

TERIMA KASIH atas kepedulian Tuan pada rekan-rekan kami.

Meskipun mungkin hanya kamuflase

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s