Antara Goa Jatijajar dan Dark Cave

Goa Jatijajar di Kebumen dengan Dark Cave di Kualalumpur memang, tidak jauh beda. Sama-sama gua yang terbentuk dari bukit karst, sama-sama punya stalagmit dan stalagtit, sama-sama wisata alam atau adventure. Perbedaan Jatijajar dengan Dark Cave adalah dalam hal pengelolaannya. Dark Cave sedikit ada sentuhan manusia,attinya dibiarkan semaksimal mungkin secara alami,sementara Jatijajar lebih banyak diberi sentuhan oleh manusia, seperti penambahan patung-patung, penambahan lampu-lampu, sedang Dark Cave sama sekali tidak ada, sehingga orang yang berkunjung akan merasakan suasana yang betul-betul alami,kecuali penambahan jalan 2 tapak saja untuk memudahkan pengunjung berjalan.

Perbedaan kedua adalah Jatijajar dibuka sepnajang waktu tanpa jeda waktu,dan pengunjung dibiarkan bebas menentukan waktunya sendiri. Dark Cave menentukan pilihan waktu pilihan yaitu 15 menit, 30 menit atau 45 menit dengan biaya RM35 untuk waktu 15 menit (prakteknya bisa 30 menit), dengan jam amsuk gua pad waktu-waktu tertentu. Selang waktu rombongan pertama dengan berikutnya adalah 15 menit, sehingga tidak ada kemungkinan pengunjung berjubel di dalam gua.

Perbedaan ketiga adalah setiap rombongan dipandu oleh guide yang selali menjelaskan hal-hal yang menarik di setiap pos pemberhentian menggunakan bahasa Inggris, tidak perduli tamu yang dipandu berasal dari negara mana dan bisa berbahasa Inggris atau tidak. Cara yang diterpakan untuk pemandu ini mneyebabkan ada 2 tuntutan yang harus dipenuhi oleh pemandu, yaitu kemampuan bahasa Inggris dan kemampuan atau penguasaan ilmu geologi dan biologi,karena dua hal ini juga yang akan dijelaskan kepada pengunjung (termasuk istilah nama-nama latin fauna yang ada di dalam gua,misalnya nama xentipedes batulis).

Kondisi gua yang dibiarkan tetap alami ini menyebabkan pengunjung bisa merasakan suasana gua-gua yang alami, dan merasakan bagaimana keadaan yang gelap pekat sepnajang masa ketika tidak ada cahaya senter sama sekali, namun masih bisa dijumpai fauna khas gua gelap sepanjang hari. Suasana seperti ini tentusaja menjadikan pengunjung merasakan suasana yang berbeda dengan di luar gua,terutama mereka yang punya phobia terhadap kegelapan. Terkait dengan lampu senter,setiap pengunjung memang dibekali senter setiaporangnya,tetapi ada aturan cahaya senter hanya boleh disorotkan maksimal sebatas tinggi hidung, tidak boleh diarahkan ke atas. Kenapa tidak boleh disorotkan ke atas ? Di atas sana terdapat ribuan kelelawar yang bisa buyar jika terkena cahaya. Bayangkan jika ribuan kelelawar beterbangan sementara pengunjung masih ada di dalam gua,tentu punya resiko tersendiri,apalagi di dalam gua inijuga ditemukan ular kegelapan.

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s