Saatnya memberdayakan rakyat kecil

Hari ini Selasa 4 Desember 2018 saya mengikuti Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Stategis (KLHS ) di Graha Satria Kabupaten Banyumas. Saya bukan akan mengomentari tentang KLHSnya. Ada sisi yang menarik dilihat dari sisi lingkungan, yaitu tentang snacknya. Apakah snaknya mahal? Bukan. Apakah dari toko roti terkenal? Juga bukan.
Saya justru mengapresiasi dari sisi yang lain, karena pilihannya justru memberdayakan pengusaha kecil. Pilihan makanan ringan yg dipilih yaitu cemplon, comro, lemed dan sejenisnya dengan minuman teh dan kopi. Cara ini justru sebagai bentuk pemberdayaan pengusaha ekonomi kecil. Bayangkan jika semua rapat yg dilaksanakan oleh instansi pemerintah maupun lembaga lain melakukan hal yang sama. Sungguh ini akan menjadi berkah bagi rakyat kecil.
Hal yang menarik kedua adalah tidak digunakannya dus snak dan barang plastik lainnya (kecuali tempat cemplon masih pakai plastik), sedang gelas minum menggunakan gelas kertas. Cara ini tentu saja sedikit mengurangi ljmbah atau sampah rumah tangga. Saya akan sangat mengapresiasi jika hal ini dijalankan secara kontinyu, bukan hanya ketika Purwokerto sempat mengalami darurat sampah beberapa waktu yang lalu.
Semoga menular ke lembaga lain.