Tagatyai, tempat wisata tak terurus

Perjalanan dari Quezon ke Tagatyai jauh lebih lancar dibanding ke Mall of Asia. Perjalanan cukup lancar dan mulus,meskipun harus melalui daerah perbukitan dan melewati jalan yang hanya cukup untuk simpangan saja. Lokasi Tagatyai memang berada di daerah pegunungan dengan pemandangan (yang sebetulnya) indah, namun sayang saat saya datang turun hujan angin yang cukup besar sehingga tidak bisa melihat pemandangan. Oleh karena itu jika akan mengunjungi Tagatyai perlu mempertimbangkan faktor musim.

tagatyai 2

Sebenarnya lokasi ini tidak jauh berbeda dengan Batu Malang atau Baturaden Purwokerto, yang membedakan di sini bisa melihat aktivitas vulkanis di tengah lokasi wisata,tapi itupun baru bisa dilihat jika cuaca cerah. Tagatyai juga dilegkapi dengan kereta gantung,jembatan antar lokasi dan flying fox, namun sayang banyak tempat yang seolah tidak terurus, baik karena sampahnya atau tempat berteduh/gazebo yang lapuk.

Di lokasi ini kita juga bisa membeli beragam souvernir atau oleh-oleh khas Philipina yang cukup beragam. Harga-harga yang ditawarkan juga relatif murah jika dibandingkan dengan harga di Quezon. Selain itu memang tidak ada yang dilihat sama sekali. Kalau sekedar melihat pemandangan pegunungan lokasi yang ada di Indonesia jauh lebih banyak dan bagus,misalnya Toraja jika ingin melihat negeri di atas awan.

tagaytay-3

Gambar di atas (dari 24seventoaniwhere) merupakan ciri yang membedakan di lokasi-lokasi yang ada di Indonesia, tetapi itu juga baru bisa dilihat saat cuaca cerah. Barangkali untuk bulan-bulan Juni-Juli kurang bagus untuk wisata ke daerah ini karena hampir tiap hari hujan badai yang cukup besar (Karma Iswasta Eka)

tagatyai 1

1527799873082

 

MANILA ITU MELELAHKAN

Sambil bekerja sambil menyelami wisata,inilah yang saya lakukan di Manila, lebih tepatnya di Quezon,Philipine. Jangan bayangkan tempat wisata dan perjalanannya menyenangkan seperti di luar Jakarta di Indonesia. Dimana-mana macet itu hhal yang biasa sehari-hari. Selain itu lalu lintasnya betul-betul semrawut dan berantakan. Fasilitas publik untuk umat muslimpun tidak ada.Di sekitar Quezon ada mall yang cukup besar yaitu di UP Town, tapi disini tidak akan bisa mendapatkan souvenir khas Philiphine maupun makanannya yang halal,jadi bagi muuslim memang harus hati-hati. Tidak ada toilet yang dilengkapi dengan sarana turas bagi muslim,baik untuk laki-laki maupun perempuan, oleh karena itu jika anda ingin wisata ke Philiphine saya sarankan untuk selalu membawa botol air minum berisi penuh, karena itu sangat diperlukan untuk keperluan di toilet.Anda muslim dan ingin menjalankan sholat waktu di luar hottel? Jangan berharap untu mendapatkan tempat sholat atau memadai di tempat umum seperti mall. Anda sudah bisa sholat di antara deretan toko dan ada tempat kosong itu sudah alhamdulillah, karena hampir semua penduduk non muslim. Oleh karena itu harap bawa alat sholat termasuk sajadah jika ingin bepergian melewati waktu-waktu sholat.Ada sebuah mall yang sangat besar,yaitu Mall of Asia yangg lokasinya berada di Kota Pasay atau Malibay. Mall ini memang disebut-sebut sebagai mall terbesar di Asia. Saya mencoba ke mall ini bersama rombongan conference, dan tternyata perjalanan city tournya tidak seindah yang dibayangkan. Jarak dari hotel Miicrotel ke Mall of Asia memang hanya sekitar 13 km saja, tapi dari hotel jam 08.00 sampai Mall pukul 12.45, jadi betul-betul melelahkan,seperti perjalanan mudik dari Jakarta saat lebaran. Inilah Tour of Traffic jam, tur kemacetan. Pulang dari mall lebih gila lagi karena kemacetan lebih parah