Jadilah Guru Cerdas

Ada 2 orang anak kecil yang berkelahi karena masalah mainan lalu salah satu anak menangis. Kedua orang tua si anak ikut maju lalu saling tuding dan saling ejek bahkan hujat akhirnya saling diem dan marah tak kunjung selesai sementara kedua anak sudah bermain lagi.

Ada dua orang tokoh berebut kekuasaan lalu saling serang. Semua jurus dikeluarkan untuk saling menjatuhkan, mulai dari saling kritik sampai negatif campaign bahkan black campaign . Para pendukung ga mau kalah saling hantam saling serang saling bully.

Info bisnis jaman now

Saat sudah ditentukan pemenangnya lalu kedua tokoh sudah berangkulan dan berbagi kue kekuasaan, para pendukung masih saling hujat, saling ejek dan marahan.

Gambaran itu ada di negeri ini, karena itu gunakan emosi dengan cerdas. Lha wong cuma pendukung saja kok membela mati-matian dan berkelanjutan marahannya, wong yang dibela di akhir babak sudah berangkulan. Jadilah pembela yabg cerdas. Silahkan bela idola masing-masing, termasuk idola guru yang bisa jadi berseberangan tapi sudahi pembelaannya saat kekuasaan sudah terbagi. Jadilah pembela cerdas jadilah guru cerdas,karena suara kita hanya dibutuhkan 5 tahun sekali. Tidak ada salahnya guru mencontoh sikap anak kecil pada pengantar tulisan ini dari pada menyontoh sikap orang tuanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s