Jangan biarkan anak melihat persekusi

Melihat video sekitar CFD di silang Monas Jakarta benar-benar memprihatjnkan. Bagaimana mungkin orang-orang dewasa yanv katanya berpendidikan dan beradab mempertontonkan persekusi di depan anak-anak hingga menangis ketakutan. Terlepas siapa mendukung siapa,siapa menolak siapa, sayaa melihat hanya dati sisi pendidikan.

Kasus yang terjadi di CFD oleh tindakan orang-orang dewasa dengan mempersekusi ibu-ibu yang membawa anak hingga menangis jelas-jelas keterlaluan. Mereka harusnya berpikir bagaimana kalau kondisi yang sama diperlakukan pada pelaku persekusi saat membawa anaknya, apakah mereka bisa menerima. Kejadian yang mengenaskan itu tentu akan membekas dan menjadi trauma psikologis bagi anak,yang bisa jadi efeknya jangka panjang,dan mempunyai pengaruh yang bermaca-macam. Rasa ketakutan anak tentu akan berpengaruh saat dewasa nanti. Pengaruh pada anak bisa melebihi apa yang ia alami saat anak-anak.

Jangan biarkan pengeluaran tanpa keuntungan, klik di sini atau copas di browser http://bit.ly/infobisnismilenial

Dalam kasus ini polisi harus bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku,jangan biarkan pelaku persekusi mengulangi perbuatannya di belakang nanti karena tidak merasa bersalah atau tidak pernah disalahkan. Psikolog Dr. Rose Mini atau yang akrab disapa Bunda Romi mengatakan, banyak hal yang bisa berdampak pada psikis anak-anak. Apapun bentuknya kalau anak melihat kejadian mengagetkan atau mengejutkan atau bahkan menakutkan bisa berdampak psikis. Tapi sejauh mana dampaknya sangat tergantung dengan apa yang dipersepsi anak dari kejadian tersebut. Menurut Bunda Romi, anak-anak mudah ketakutan ketika sesuatu hal yang tidak diharapkan menimpa ibunya. Bukan hanya ketika ibunya diancam, bahkan ketika ibunya hanya ditegur oleh orang asing di jalan, anak-anak akan merasa takut.

Ada tokoh yang mengatakan ini persoalan kecil,sebaiknya diakhiri saja. Bagi saya ini bukan masalah kecil. Apa jadinya jika persoalan kecil selalu dimaafkan yang sesungguhnya bia makin besar. Sekarang satu orang yang dipersekusi, besok bisa lebih banyak lagi. Sama halnya 1 pkl dibiarkan makaa dalam waktu tidak terlalu lama akan muncul pkl-pkl yang lain.Oleh karena itu apapun tujuannya,siapapun pelakunya,apapun afiliasi politiknya, perlakukan persekusi terhadap seorang ibu di depan anaknya jelas tidak bisa diterima, jadi proses hukum harus dijalankan. Mudah-mudahan kasus tersebut menjadi kasus yang pertama sekaligus yang terakhir.

Apa kata generasi milenial soal fintech?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s