Surat Terbuka untuk Sukmawati

Sukmawati bikin geger dengan berpuisi yang (lagi-lagi) menyinggung Islam.

Bu Sukmawati yang mungkin masih punya sukma yang saya berat menyebut saya hormati.

Bu Sukmawati yang mengaku ibu Indonesia. Anda mengatakan tak tahu syariat Islam, lalu apa Agamamu? Jika engkau mengaku Islam di KTP tapi tak tahu syariat Islam, belajarlah pada anak Madrasah Diniyah atau sekelas SD, itupun saya rasa cukup untuk mengajar Anda yg tidak mengenal syariat Islam. Tidak perlu belajar pada seorang ustad.. Jika KTPmu tidak mencantumkan agama Islam lalu apa yang engkau cantumkan? Apakah agama nenek moyang? Jika kamu (maaf,karena memang pantas untuk menyebut Kamu,karena Anda terlalu sopan) mengaku Islam di KTP, yang ingin saya katakan sejahat-jahatnya preman,jika mengaku beragama Islampun meski di KTP tidak pernah menghina agama yang dia akui,artinya kamu mungkin lebih jahat dari preman.

Jika engkau katakan kidung lebih merdu dibanding adzan temboklah rumahmu serapat mungkin dan jangan keluar lagi dari rumahmu, karena engkau tinggal di negara yang mayoritas Islam, yang dimanapun berada pasti mendengar panggilan Illahi setiap waktu sholat, yang saya rasakan lebih indah dibanding suaramu. Silahkan berkidung dalam duniamu. Rasanya kamu tidak jauh beda dengan saudaramu yang juga pernah melecehkan agamanya sendiri. Beginikah sikap keturunan bapak bangsa yang selalu menghormati agama dan ulamanya? Masih pantaskah keturunan Bung Karno berkiprah di negeri ini?

Jika engkau angap hijab hanya sekedar pembungkus, apa yang akan membungkusmu saat mati nanti? Bagi Islam Hijab adalah perintah dari yang membuat hidup, bukan sekedar pembungkus. Wanita berhijab menandakan ketaatan pada sang khaliq, tidak perduli apa yang kau katakan. Jika kamu melihat pakaian adat NTB untuk perempuann yang mirip dengan hijab dan cadar, lalu apa kamu anggap itu bukan pakaian Indonesia? Jika kamu menghina perintahnya untuk menutup aurat, maka pantaskah engkau dibungkus dan didoakan saat mati nanti? Sadarlah bahwa umurmu tinggal menghitung tahun,sebentar lagi juga ajal menjemput, Gunakan sisa umurmu untuk mengingatNya,bukan menghina perintahNya, kecuali jika jiwamu seperti padang pasir yang gersang,kering kerontang dari jiwa yang bersih.

Bapakmu mengatakan JASMERAH, san kamu sudah melupakan sejarah. Indonesia ini merdeka karena kumandang takbir. Bacalah sejarah Bung Tomo lagi jika engkau lupa. Bacalah lagi buku karangan bapakmu Sarinah.

Sukmawati, rasanya engkau memang layak mendapat cacian penduduk negeri ini, karena negeri ini bukan milikmu saja, tapi milik bangsa ini yang mayoritas Islam, agama yang engkau hina. Jika Ahok saja divonis bersalah,mestinya kamu menyusul menemaninya. Maaf ini bukan soal pertentangan antara Islam dan bukan Islam, karena Islam juga mebgajarkan toleransi, lakum dinukum waliyadin, dan Injilpun mengajarkan toleransi seperti dalam kitab Johanes 1:5 yang berbunyi Saudaraku yang kekasih,engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. Atau dalam ulangan 10:19 yang berbunyi sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu orang asing di tanah Mesir. Itulah toleransi, dan untuk puisi Sukmawati tidak ada kaitan dengan perbedaan pandangan antar agama, tetapi soal pendapat oknum yang keblinger,apapun agama yang diakuinya.

Sukmawati, Sadarlah jika engkau masih punya jiwa. Maaf jika surat terbuka ini menyinggung kamu yang hanya sekedar manusia.

Bagaimana mengubah budaya antri bayar-bayar jadi tanpa antri,cukup bayar dari rumah ?klik di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s