MATERI IPA

PPG atau Pendidikan Profesi Guru yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto sudah berjalan 3 minggu. Materi yang disampaikan selain untuk kompetensi paedagogik,kompetensi profesional dan lain-lain. Salah satu materi untuk meningkatkan kompetensi profesional antara lain prndalaman materi. Pendalaman materi diberikan untuk 5 materi dasar yang diajarkan di SD. Berikut akan diberikan secara bersambung materi pendalaman untuk bidang IPA.

MATERI DAN ENERGI dapat diunduh di sini

Info Paytren juga dapat dipelajari di sini

6 POIN KESEPAKATAN REKTOR INDONESIA

FORUM REKTOR Indonesia yang dilaksanakan di Makasar san dibuka Presiden telah usai. Forum rektor secara khusus juga menyoroti mumculnya generasi ke 4, generasi revolusi industri yang bertumpu pada teknologi digital. Hal inilah yang harus diperhatikan Indonesia.

Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX FRI dihadiri oleh 527 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN dan PTS) seluruh Indonesia menghasilkan rekomendasi dan pernyataan sikap. Berikut ini enam kesepakatan yang dicetuskan dalam Forum Rektor tersebut.

  1. Mendorong perguruan tinggi untuk melakukan inovasi dan riset yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyokong sektor ekonomi dan daya saing bangsa di tengah arus percaturan global yang secara masif akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 
  2. Mendorong Kementrian Ristekdikti melakukan debirokratisasi kelembagaan dan deregulasi perijinan bagi pembentukan prodi-prodi baru serta terobosan baru untuk menjawab persoalan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. 
  3. Meminta kepada Pemerintah menyusun dan menetapkan kebijakan yang mendorong pihak industri agar bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat.
  4. Mengembalikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai strategi dan langkah yang harus dilakukan oleh semua institusi, khususnya perguruan tinggi. Dengan mengembalikan nilai-nilai Pancasila, persoalan karakter bangsa yang menjadi pondasi utama dalam mempersiapkan kader dan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki daya saing tinggi menghadapi disrupsi peradaban.
  5. Miminta DPR, DPD, dan Pemerintah bersama MPR mengadakan joint session untuk untuk menyusun haluan negara dalam perencanaan pembangunan nasional. Dengan GBHN tersebut diharapkan dapat dikembalikannya kedaulatan rakyat untuk mencapai kesejahteraan dan pembangunan nasional yang berkeadilan sosial.
  6. Dengan adanya revolusi industri generasi ke-4, FRI menetapkan kelompok kerja-kelompok kerja (Pokja) sesuai dinamika perkembangan di era revolusi industri 4.0, diantaranya, Pokja Pembangunan Ekonomi Nasional, Pokja Penguatan Demokrasi Pancasila, Pokja Pendidikan Tinggi berdaya saing, Pokja Kepemimpinan Nasional Cerdas dan berkarakter dan Pokja Ketahanan Pangan.

Berani buka link ini ?

TINGGALAN WS RENDRA

Aku terkesan dengan puisi Rendra : WS RENDRA

* Puisi terakhir WS Rendra

di buat sesaat sebelum dia wafat)*

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!

Ketika Orang memuji MILIKKU,

aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,

Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA …

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?

UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,

kusebut itu MUSIBAH,

kusebut itu UJIAN,

kusebut itu PETAKA,

kusebut itu apa saja …

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA….

Ketika aku berDoa,

kuminta titipan yang cocok dengan

KEBUTUHAN DUNIAWI,

Aku ingin lebih banyak HARTA,

Aku ingin lebih banyak MOBIL,

Aku ingin lebih banyak RUMAH,

Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,

Kutolak KEMISKINAN,

Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,

harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku …

Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang-ku

dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku

dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku …

Padahal setiap hari kuucapkan,

Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU.

Mulai hari ini,

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan

dan menjadi bijaksana,

mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH …

Sebab aku yakin….

ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku …

KEHENDAKMU adalah yang ter-BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,

aku lupa,

bahwa HIDUP itu sendiri

adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,

aku lupa,

bahwa SEMUA yang aku miliki

juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,

….aku lupa,

bahwa dalam KELEMAHAN,

Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,

Aku lupa,

bahwa HIDUPKU adalah

sebuah KEBERUNTUNGAN,

kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.

Tetapi karena kita BAHAGIA,

maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.

Tetapi karena kita Optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA.

Tetapi karena kita YAKIN BISA.!

semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.

Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,

cukuplah menjadi JALAN SETAPAK

yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,

cukuplah menjadi LENTERA

yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,

maka BERDOALAH untuk

kebaikan.

=========❤=========

Di-Share karena ini sangat bagus untuk pembelajaran kehidupan kita semua…👍🙏❣

MATINYA NURANI PENDIDIKAN ORTU JAMAN NOW

TERPUJILAH WAHAI ENGKAU IBU BAPAK GURU..

NAMAMU AKAN SELALU HIDUP DALAM SANUBARIKU..

dan …,.,,,..

Belasungkawa lagi bagi pendidik negeri ini.

Kembali lagi terjadi PENGANIAYAAN terhadap guru oleh wali murid

kepala Sekolah SMP 4 Lolak Sulawesi Utara DI ANIAYA OLEH ORANG TUA MURID

Kejadian tadi pagi Selasa 13 Februari jam 10 pagi

KEPALA SEKOLAH Astri Tampi (57) DiPUKUL PAKAI MEJA KACA, dan KAKI MEJA

Hanya KARENA KEPALA SEKOLAH MENEGUR SISWA dan menyuruh buat surat pernyataan ATAS KENAKALAN YANG DILAKUKAN SISWA TERSEBUT

Kata Kepala Sekolah :

“Saya mengundang dia untuk menghadap ke pihak sekolah. Berhubung, anaknya akan diberikan pembinaan. Jadi toh saya mengundang dia selaku wali murid, Kejadiannya jam 09:30. Saat saya sedang membina anaknya, dia (pelaku) langsung marah dan menendang meja kaca di dalam ruangan saya. Ia juga mengangkat meja itu dan menghantamkannya ke arah kepala saya,”

Sangat disayangkan hal ini sampai terjadi, sedih saya kalau dunia pendidikan di Negeri ini terus-menerus seperti ini..

Kemana para tokoh pembela HAM?

Mereka bersuara lantang ketika LGBT yang melanggar norma agama dan bangsa dilawan.

Mereka berteriak lantang ketika ada korban kekerasan pada anak

Tapi mereka diam seribu bahasa ketika guru jdi korban. Masih diperlukankan guru bagi anak2 dan orang tua yang bertindak brutal terhadap guru.

SAVE GURU

Solusi tambahan penghasilan klik di sini

SOP USBN

USBN sudah diambang pintu. SD bulan Maret sudah mengadakan UTS, setelah itu bisa dipastikan guru hanya mengisi pengayaan san try out agar para siswanya lulus. Sistim drill seolah menjadi menu wajib semua sekolah menjelang ujian. Sekolah penyelenggara USBN tentu saja akan berusaha secara maksimal untuk meluluskan siswanya sebanyak mungkin karena persentasi kelulusan masih dipandang sebagai sebuah gengsi bagi sekolah.

Bagi sekolah penyelenggara USBN berikut ini disampaikan SOP penyelenggaraan USBN.

silahkan diunduh di sini

Guru Budi Korban Murid

TRAGEDI GURU BUDI…

Tak pernah siapapun menduga Kamis kemarin, 1 Februari 2018, hari terakhir guru muda Ahmad Budi Cahyono terakhir mengajar. Berhenti untuk mengajar selama-lamanya. Berpulang ia meninggalkan duka. Pagi ini air mata masih basah di Sampang, Madura.

Guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura itu masih sangatlah muda. Masih harum berbunga pula kehidupannya, belum lama usia pernikahannya. Empat bulan buah cinta dalam kandungan istrinya.

Guru Budi mengajar seperti biasa. Meski gaji pas-pasan saja, ia terus mengabdikan dirinya. Bakti dan imbalan kadang tak sejalan, tapi ikhlas ia lakukan berharap suatu hari ia tak lagi jadi guru honorer, semua harapan untuk menafkahi keluarga barunya.

Kamis kemarin, ia mengajar di kelas XI. Pelajaran menggambar tengah dilakukan. HI, siswa itu tak peduli, ia terus mengganggu teman-temannya, bahkan kemudian bisa tidur seenaknya dalam kelas. Guru tak lagi dihargai.

Guru Budi menegur, pipi si siswa dicoret cat air, bukannya sadar. HI merangsek Guru Budi, memukuli kepala gurunya sendiri. Pengganti orang tuanya itu tak lagi dihormati. Terus ia pukuli jika teman-temannya tak melerai.

Tak sampai di situ, pulang sekolah murid durjana itu menunggu Guru Budi dan kembali menganiaya.

Setiba di rumah, Guru Budi merasakan sakit kepalanya, makin menjadi. Tak sadarkan diri kemudian. Keluarga membawanya ke RS Dr Sutomo, Surabaya. Semalam, sekitar pukul 21.40, Guru Budi berpulang. Diagnosis dokter mati batang otak.

Guru Budi berpulang dipukuli muridnya sendiri. Tragedi yang tak seharusnya terjadi. Hormat murid kepada guru tak seperti dulu. Sungkan siswa kepada guru tak lagi banyak ditiru. Negeri nanti seperti tak berjiwa lagi. Guru Budi meninggal karena matinya budi pekerti generasi.

Shinta, istri Guru Budi berduka tak terkira. Anak yang baru empat bulan dikandungnya, lahir nanti tak ditunggui ayahnya. Yatim si anak pada kelahirannya.

Shinta akan mengisahkan tentang Guru Budi, guru honorer di daerah terpencil yang meninggal dianiaya muridnya sendiri, kepada anaknya.

Kabar yang tak muncul sebanyak berita lainnya di media massa. Padahal inilah nilai dasar, ketika murid mulai tak menghargai gurunya, ketika siswa bisa memukuli guru semaunya.

“Guru Budi itu ayahmu, Nak,” kata Shinta bertahun kemudian di hadapan pusara bertuliskan Ahmad Budi Cahyono. Tangis terpendam. Masa meredam. Luka mendalam. Terdiam.

Sementara dalam kondisi seperti itu kemana para pahlawan HAM berada? Bukankah mereka selalu bersuara lantang jika ada murid yang didisiplinkan? Mereka hanya diam seribu bahasa

#semoga jadi pelajaran