Ada apa dengan Paytren?

Guru sudah dapat sergur pasti merasa beruntung, tetapi banyak yang menganggap tunjangan sergur hanya untuk peningkatan kesejahteraan saja, itu sama saja sudah dzolim terhadap peserta didik. Kenapa? Karena tunjangan profesi guru yang telah diterima kan berasal dari uang rakyat. Seharusnya sebagiannya disisihkan untuk pengembangan profesi dan peningkatan kompetensi, misalnya yang semula belum pakai laptop kemudian beli laptop.

Bagaimana dengan yang belum mendapatkan? Tentu saja gaji masih terbatas. Oleh karena itu jangan sampai mengandalkan penghasilan dari satu sumber saja. Dulu sering kita dengar guru nyambi tukang ojek. Sekarang mestinya tidak perlu terjadi lagi. Jadikan guru sekaligus pebisnis yang tidak mengganggu kerja guru. Gabung dengan grup sukses berjamaah, paytren. Apa mungkin? Lha wong mantan bakul siomay saja bisa sukses apalagi guru. Mau tahu

Klik di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s