SMARTPHONE TIDAK DIGUNAKAN DENGAN CERDAS

TERNYATAdari pengalaman beberapa kali pendampingan,dari beberapa kali bersama orang-orang dari berbagai pulau se Indonesia, saya melihat banyak orang pakai telepon cerdas (smartphone), tapi tidak banyak yang menggunakan secara cerdas.

Sederhana saja

Bisa beli smartphone

bisa pakai smartphone

tapi belum menggunakan secara cerdas

mengapa?

Kalau smartphone hanya untuk kirim pesan dan telpon saja,lalu apa bedanya dengan Nokia generasi awal yang handphonenya bisa untuk melempar ayam.

Kalau smartphone hanya untuk kirim pesan, telpon,unggah status fb,ig lalu apa bedanya dengan handphone generasi kedua?

Kalau smartphone hanya untuk kirim pesan, telpon,unggah status,chating,buat grup chat bersama,selfie lalu apa bedanya dengan smartphone generasi satu?

Padahal

smartphone bisa untuk itu semua,bisa untuk teleconference dengan banyak orang dari tempat yang berbeda, bisa untuk kantor berjalan, bisa untuk cloud computing, bisa untuk file sharing,ngedit bersama dari lokasi berbeda, dan masih banyak lagi,bahkan untuk nyari tambahan penghasilan.

Sayangnya tidak semua fasilitas itu dimanfaatkan oleh pemilik smartphone yang belum cerdas.

Untuk mendatangkan penghasilan salah satunya yang sangat jarang digunakan? Hah benarkah ? silahkan japri saya di 087812434700

STRATEGI,METODE DAN MODEL

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu
 model pembelajaran. pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

H. Agus Maimun. Dosen UIN Malang menulis Teori pembelajaran adalah fakta, konsep, prinsip, dan prosedur pembelajaran yang telah diuji kebenarannya melalui pendekatan ilmiah (behavioristik, kognitivistik, konstruktivistik, perilaku sosial/social behavior).
Disain pembelajaran adalah upaya untuk merencanakan dan menyusun, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran secara sistematis.
Pendekatan pembelajaran adalah muatan-muatan etis-paedagogis yang menyertai kegiatan proses pembelajaran yang berisi religius/spiritual, Rasional/intelektual, Emosional, Fungsional, Keteladanan, Pembiasaan, dan Pengalaman.

Strategi pembelajaran adalah cara-cara tertentu yang digunakan secara sistematis & prosedural dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Contoh : contextual teaching-learning, Quantum teaching-learning, Active learning, Mastery learning, Discovery-inquiry learning, cooperative Learning dan PAIKEM.
Metode pembelajaran adalah cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil belajar yang berbeda dalam kondisi yang berbeda berdasarkan kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan ( Ceramah, tanya jawab, diskusi, dll ).

Model pembelajaran kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran (dick & carey, weils, benety, dll)

(Diambilkan dari Herdian,M.Pd)

Menggunakan Paytren mendapatkan keuntungan langsung (cash) melalui selisih penjualan dan komisi (masuk rekening)

MENGUBAH PENGELUARAN MENJADI PENDAPATAN. MINAT ? Kontak 087812434700

Ketika Ejekan Menjadi Motivator.

Ini hanya sekedar kisah yang saya alami sendiri tentang sebuah hinaan. Saya ingat betul ketika TK saya tidak boleh naik SD, tapi memaksa masuk kelas 1, Digandeng guru TK kembali ke TK, dan saya kembali lari ke kelas 1. Kenyataan saya sudah baca koran di kelas 2,bahkan baca cerita bersambung di koran Pos Minggu terbitan Semarang saat teman sekelas masih mengeja,bahkan pernah diminta ngajari membaca di kelas 3.

Saat kelas 3 SMA saya minta diajari menulis artikel koran pada guru bahasa Indonesia, tapi yang saya dapat malah hinaan. Saya ingat kata2 yang keluar dari mulut guru. Ilmu kamu itu masih sekuku hitam saya,kok mau nulis di surat kabar. Apa saya berhenti? Tidak. Saya kumpulkan buku2 tentang kimia. Saya baca dan jadilah sebuah tulisan dengan judul Plastik,polusi tujuh turunan yang diketik di mesin ketik tempat ayah mengajar. Saya kirimkan tulisan itu ke surat kabar Suara Karya terbitan Jakarta. Ternyata tulisan itu dimuat setelah 2 minggu kemudian,dan itulah tulisan pertama saya. Yah sifat anak remaja,tulisan itu kemudian saya gunting dan dipasang di majalah dinding sekolah, saya sebetulnya hanya ingin menunjukkan eksistensi bahwa meskipun sudah dihina guru bahasa Indonesia tapi saya mampu membuktikan bisa menulis. Kebanggaan bertambah ketika kemudian mendapat kiriman uang melalui weselpos,yang kemudian habis untuk nraktir kawan-kawan. Itulah awal mula saya mulai suka menulis dengan pikiran bahwa menulis itu menghasilkan uang.

Ketika saya ingin kuliah lagi-lagi hinaan saya dapat dari seorang teman,anak kepala kejaksaan negeri di kota tempat tinggal,yang mengatakan tidak mungkin saya bisa kuliah di perguruan tinggi ternama,apalagi saya berasal dari keluarga kurang secara ekonomi waktu itu. Lagi-lagi saya tertantang,akan saya buktikan, dan alhamdulillah saya bisa masuk di Fakultas Biologi UGM, yang tingkat persaingannya waktu itu 1: 15 (saya tahu setelah kuliah, pendaftar ribuan yang diterima 150). Setelah kuliah ternyata hobi menulisnya justru makin berkembang, dan uang honor tulisan (waktu itu sudah dimuat di Suara Karya Jakarta, Symphony Jakarta, Mutiara Jakarta, Bernas Yogya, Kedaulatan Rakyat Yogyakarta,Suara Indonesia Malang,Panjebar Semangat yang berbahasa Jawa Surabaya, dan kemudian setelah lulus juga berlanjut di Solopos Solo,Wawasan Semarang, Pikiran Rakyat Bandung, Republika Jakarta) untuk biaya kuliah dan kebutuhan lainnya.

Meskipun sudah mulai banyak menulis ternyata ejekan juga belum selesai. Saat di semester dua saya konsultasi dengan seorang doktor baru dari Philiphina untu bertanya bagaimana menulis buku. Lagi-lagi ejekan seperti guru bahasa Indonesia yang saya terima. Baru semester 2 kok mau menulis buku, dan lagi-lagi saya justru terpacu karenanya. Terbitlah buku pertamadi semester 4 denhan judul Biologi SMA, kemudian buku kedua dengan judul Persn Islam bagi Generasi Muda dalam melestarikan lingkungan hidup di seemster 5 dan buku ketiga yang saya tulis ketika sedang melaksanakan KKN dengan judul Dilema Pestisida.

Dari tulisan tersebut jika anda membaca sampai tuntas sesungguhnya saya hanya ingin menegaskan bahwa ketika Anda mendapatkan ejekan jangan patah semangat,justru jadikan ejekan sebagai motivator ulung,maka Anda justru diuntungkan. Jangan tanggapi ejekan dari sisi negatifnya, tapi ambil sisi positifnya,maka Anda akan terpacu.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi.

BUDAYA WISUDA YANG SALAH KAPRAH

Wisuda itu sesungguhnya tahapan terakhir yang dilalui saat seseorang menyelesaikan perguruan tingginya. Seseorang harus melalui tahapan yudicium dulu, yaitu dinyatakan lulus sarjana sebelum diwisuda. Saat diwisuda para calon sarjana tentu memakai pakaian kebesaran yang disebut dengan toga.

Filosofi Pakaian dan Topi Toga saat wisuda

Setali tiga uang dengan sejarahnya yang panjang, toga pula memempunyai arti filosofis yang kental, salah satunya yakni arti warna hitam pada toga. mengapa toga justru memakai warna hitam yang sering diidentikkan dgn perihal yg misterius serta gelap. mengapa tidak warna putih yang menggambarkan kecerahan serta keindahan yang dipakai?

Ternyata pemilihan warna hitam gelap pada toga adalah simbolisasi yaitu misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan, tak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dgn ilmu pengetahuan yg selama ini didapat olehnya. warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu, tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya.

Tak hanya warna pada jubah toga yang memuat filosofi mendalam, ternyata ada pula arti filosofis dari bentuk persegi pada topi toga. sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.
Dan juga apa arti dari seremoni kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan ? seremoni memindahkan kuncir tali toga yg semula berada dikiri menjadi kekanan ternyata berberarti yaitu waktu masa kuliah lebih banyak otak kiri yg digunakan semasa kuliah, diharapkan sesudah lulus, sarjana tak sebatas memakai otak kiri (hardskills) semata, tetapi pula dapat menggunakan otak kanan yang berhubungan dgn aspek kreativitas, imajinasi, serta inovasi, dan aspek softskills lainnya (wikipedia).

Makna kuncir

Pada saat prosesi wisuda Rektor selalu memindahkan kuncir dari yang semula di kiri dipindahkan ke kanan. Maknanya adalah bahwa rektor memindahkan tanggung jawab yang semula sebagai orang yang menuntut ilmu menjadi orang yang mampu bertanggung jawab untuk diri sendiri dan masyarakatnya, menjadi orang yang  mampu diberi tanggung jawab dengan ilmu yang diperolehnya.

DEGRADASI MAKNA WISUDA.

Kini makna sesungguhnya mulai luntur entah siapa yang memulai. Anak-anak SD, bahkan juga TK, ketika dinyatakan selesai belajarnya juga menjalani prosesi wisuda. Menurut saya ini menjadi hal yang aneh dan berlebihan. Jika anak baru lulus SD lantas diwisuda, peran apa yang bisa dilakukan anak seusia lulus SD? Jika anak lulus SD juga mengalami pemindahan kuncir maka tanggung jawab apa yang dipindahkan pada anak yang baru lulus SD, yang nota bene baru menyelesaikan sebagian tahapan pendidikan dasar. 

Berbeda dengan prosesi wisuda sarjana yang memang sudah dinyatakan selesai pendidikannya dan siap terjun ke masyarakat, lha anak yang baru lulus SD? Bahkan TK? Saya kok menganggap bahwa banyak institusi pendidikan kita di tingkat bawah yang berlebihan, bahkan cenderung alay karena ikut-ikutan trend tanpa tahu makna wisuda yang sesungguhnya.

MAAF JIKA YANG MEMBACA INI BEKERJA DI INSTITUSI PENDIDIKAN DASAR DAN IKUT-ikutan melakukan prosesi wisuda.

(Ditulis di angkutan kota pasar wage-tanjung)

MAHKAMAH AGUNG: GURU TAK BISA DIPIDANA KARENA MENDISIPLINKAN SISWA

Monggo buat sahabat2ku yg berprofesi sebagai guru….Kado Untuk Bapak dan Ibu guru. kabar gembira buat para guru

MAHKAMAH AGUNG: GURU TAK BISA DIPIDANA KARENA MENDISIPLINKAN SISWA, BERIKUT ISI YURISPRUDENSI MA YANG BERHASIL KAMI KUTIP DI WEBSITE RESMI MA

TOLONG DISEBARKAN BAPAK IBU GURU SEKALIAN

*Peraturan Pemerintah yg melindungi Guru* dalam melaksanakan tugas nya adalah *_PP No. 74 tahun 2008_*

Hal ini perlu diindahkan oleh Murid/Wali Murid, kepolisian, kejaksaan, Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT)

Bunyi Pasal/Ayat tentang guru…

1⃣ *Pasal 39 ayat 1*.

“Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulismaupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,”

Dalam *ayat 2* disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.

2⃣ *Pasal 40*.

“Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,”

Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

3⃣ *Pasal 41*.

“Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihakpeserta didik, orang tua pesertaBu didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain,”

*_… tolong dibantu membagikan… supaya masyarakat paham_*.

Bisnis recehan hasilnya jutaan,pekerjaan sampingan tanpa mengganggu profesi guru, klik di sini