Pekan Film Mahasiswa

Yth.

  1. Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri Bidang Kemahasiswaan
  2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV

Dalam rangka pengembangan kreativitas, minat dan bakat mahasiswa dalam bidang seni khususnya film, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, melaksanakan program Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2017.

Festival film tahun ini secara khusus didedikasikan bagi kesatuan dan persatuan bangsa yang diaktualisasikan dalam tema yang dipilih yaitu “Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.  Melalui festival ini diharapkan dapat memberi ruang ekspresi bagi pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku yang positif dan lebih mencintai bangsanya.

Berdasarkan perihal di atas, Direktorat Kemahasiswaan, Ditjen Belmawa mengundang mahasiswa yang terdaftar dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang seni/film untuk berpartisipasi dalam kegiatan FFMI 2017.

Mohon bantuan Saudara untuk dapat menyampaikan dan atau mendorong UKM untuk mengikuti dan mengirimkan hasil karyanya dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jenis film yang dilombakan adalah Fiksi/ Film Pendek.
  2. Durasi film minimal 5 (lima) menit, maksimal 30 (tiga puluh) menit, berwarna dan bersuara.
  3. Pembuatan tahun 2016 dan 2017.
  4. Dibuat oleh organisasi mahasiswa khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
  5. Produser, sutradara, dan penulis skenario/naskah film adalah mahasiswa aktif terdaftar di PD-Dikti.
  6. Apabila film menggunakan dialog/narasi bahasa daerah atau asing, maka harus diberi subtitle Bahasa Indonesia.
  7. Peserta diperbolehkan mengirim lebih dari satu film.
  8. Film yang pernah diikutsertakan ke dalam festival lain tidak boleh diikutsertakan lagi di festival ini.
  9. Musik/lagu, yang digunakan dalam film tidak diperkenankan menggunakan ciptaan orang lain, kecuali ada ijin tertulis, termasuk penggunaan cuplikan gambar/klip.
  10. Karya dikirim dengan data file dalam flash-disk format MOV/MP4 serta wajib menyertakan tautan URL Youtube, dikirimkan ke panitia dengan alamat:
    Direktorat Kemahasiswaan,Gedung D Lantai 4 Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu Senayan Jakarta,  disertai Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan dan SK organisasi mahasiswa/UKM paling lambat tanggal 7 Agustus 2017.
  1. Hak cipta karya tetap menjadi milik peserta lomba. Khusus untuk kepentingan publikasi festival, penyelenggara dapat menggunakan cuplikan, sebagian materi dari karya peserta.
  2. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
  3. Jika dikemudian hari ternyata didapatkan bukti bahwa karya pemenang bukan karya sendiri, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan serta hadiah yang sudah diberikan.
  4. Disediakan total hadiah Rp75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) dan piagam penghargaan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik diucapkan terima kasih.

 

Direktur Kemahasiswaan,

KETIKA EMPATI ORANG MUDA SIRNA

Dahulu orang Indonesia terkenal akan sopan santunnya,adab ketimurannya yang menghargai orang tua dan berkebutuhan. Ketika bus antar kota masih penuh dengan penumpang,menjadi pemandangan yang biasa ketika orang muda yang sudah duduk mengalah dan memberikan tempat duduknya kepada orang yang jauh lebih tua,atau orang sakit dan wanita hamil. Apakah sikap dan budaya itu sudah luntur ? Saya kira belum,tetapi banyak orang-orang muda yang sudah tidak peduli dengan itu semua. Berkali-kali netizen menumpahkan kekesalannya terhadap orang-orang yang “tak tahu diri” seperti itu,tetapi masih saja terjadi. Terakhir seorang wanita muda yang duduk di KRL Bogor Jakarta dan merasa mempunyai hak tempat duduk, yang tanpa kesadaran dan akhirnya diminta seorang petugas keamanan untuk memberikan tempat duduknya kepada wanita hamil tersebut. Si perempuan muda tersebut akhirnya memberikan kursinya. Selesai ? Ya selesai pada saat itu,tapi ternyata si wanita menumpahkan kekesalannya melalui facebook, dan inilah yang memicu kekesalan netizen. Berikut cuplikan kata-katanya yang menunjukan ketidak pedulian pada wanita hamil.


Di sini yang mau gue pertanyakan adalah kenapa ibu-ibu hamil berhak atas bangku tempat duduk gue? Kenapa ibu hamil selalu menjadi prioritas? Iya sih mereka emang lagi hamil, iya di perutnya ada anaknya, tapi nggak begini! Gue di Bogor juga usaha cari tempat duduk, bahkan kalau lagi penuh-penuhnya harus rebutan dan dengan tanpa bersalahnya direbut sama ibu-ibu hamil. Semakin lama gue semakin gak respect sama ibu-ibu hamil. Bener-bener udah yang semuak itu! Masalahnya di setiap gerbong udah disediain kursi prioritas yang emang disediakan untuk ibu-ibu hamil dan yang bawa anak tapi ibu-ibu hamil yang sering gue temuin lebih milih ambil hak orang lain dengan “ada ibu hamil, bisa kasih kursi nggak?” Itu dia bilang sendiri dan dari dia masuk. Sebenarnya yang kurang waras gue atau dia?!

gunakan aplikasi yang memberikan penghasilan pada kita, klik di sini

Gue nggak apa-apa kalau tempat duduk gue diambil buat orang lain yang lebih membutuhkan tapi enggak buat ibu hamil. Sori, udah terlalu gedeg sama ibu-ibu kaya gini. Ya walau nggak semua dan tergantung ke masing-masing orangnya sih. Gue lebih suka ngasih tempat duduk gue ke orang lanjut usia dan penyandang disabilitas. Yah mungkin orang kira gue berhati batu tapi in ‘kan pilihan, silahkan aja kalau mau ngasih ibu-ibu hamil tapi saya enggak.”

Patut disayangkan kekesalan itu ditumpahkan di medsos yang akhirnya menjadi bumerang. Apakah dia tidak menyadari bahwa dirinya seorang wanita dan suatu saat juga akan hamil. Bagaimana lerasaan dia jika suatu saat nanti juga dia diperlakukan dengan hal sama. Siapa menabur angin akan menudai badai, dia berbuat seperti itu,suatu saat nanti juga dia akan mendapatkan perlakuan yang sama. Oleh karena itu bagu yang masih muda pertahankan etika,sopan santun,dan adat ketimuran kita,meskipun di medsos, kecuali anda ingin mendapat hujatan dari netizen.