HILANGNYA RASA NASIONALISME SEORANG STEVEN

Hari ini saya mendapatkan kiriman copy surat pernyataan maaf dan kronologis kejadian seorang anak manusia yang “tidak tahu” apakah bangsa Indonesia atau bukan dari seorang rekan yang tinggal di Lombok. Kejadian itu memang sudah lewat beberapa hari,yaitu tanggal 9 April, tapi kasusnya masih bergulir di NTB sana.

Sungguh keterlaluan jika mencermati apa yang dilontarkan seorang Steven terhadap Gubernur NTB yang juga Hafidz Al Quran, sekaligus ulama. Kata-kata makian  yang keluar dari mulut Steven di Bandara Changi sungguh menunjukkan tidak adanya sopan santun dan etika dari anak muda terhadap orang tua. Andaikata toh TGB (Tuan Guru Bajang) bukan seorang Gubernur,setidaknya sebagai orang tua tentunya anak muda harus menjaga mulutny, tetapi ini seperti mulut drum aspal yang jika dituangkan berwarna hitam.

Saya tidak ada sangkut pautnya dengan sang Gubernur,saya bukan rakyatnya TGB, tetapi menyimak kata-kata yang dikeluarkan terus terang saya sebagai warga Indonesia, warga pribumi Asli juga merasa tersinggung. Bagaimana mungkin seorang warga keturunan yang hidup di Indonesia, makan dari hasil bumi Indonesia, bernafas dengan udara Indonesia masih mempunyai mental penjajah Belanda dengan mengatakana Indon, pribumi tiko (Tikus Kotor). Apakah dia bukan warga Indonesi ? Saya kira bukan. Seandainya di mempunyai KTP Indonesia sudah layak jika KTPnya dicabut dan biarkan hidup di luar Indonesia, karena bangsa ini dimata Steven sangat hina.

Memang dia sudah mengajukan permintaan maaf secara tertulis, tapi itu tidak cukup. Perbuatan yang sudah menghinakan jika cukup diselesaikan dengan permintaan maaf saja,maka dikemudian hari akan muncul hal baru. Seorang Ahok yang sudah menistakan agama dan ulama saja yang sampai sekarang masih dalam proses hukum sudah membuat marah sebgaian warga bangsa ini, mungkin juga yang membuat Steven menganggap enteng kasusnya, paling juga tidak diselesaikan, mungkin begitu pikirnya. Jika hukum tidak bisa menyelesaiakn kasus-kasus Ahok, kemudian Steven, maka akan muncul Ahok-Ahok yang lain.

Rasanya tidak cukup polisi sekedar menunggu laporan saja, karena ini kasus serius yang bisa membuat marah semua warga pribumi. Jalan satu-satunya agar tidak berkembang adalah dengan menyeret Steven ke ranah hukum meskipun laporan penghinaannya tidak dilakukan sang Gubernur,karena beliau telah memaafkan. Begitu mulianya sifat TGB, tapi itu tidak membuat rakyat reda karenanya, karena yang dihina bukan hanya seorang Gubernur, tapi rakyat Indonesia. Semoga Polisi bijak menyikapi ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s