KETIKA CALON MAHASISWA TIDAK HAFAL PANCASILA

Indonesia tahun ini merayakan kemerdekaannya genap yang ke 71. Kemerdekaan Indonesia yang telah mencapai usia 71 tahun justru pada  tahun  ini diwarnai 2 kejadian yang cukup menghebohkan,yaitu dugaan adanya menteri yang mempunyai dwi kewarganegaraan yang akhirnya dicopot jabatannya,dan masuknya satu orang anggota paskibraka nasional yang mempunyai nasib sama. Tulisan ini tidak akan menyoroti 2 kasus tersebut,tetapi lebih pada bagaimana rasa kebangsaan generasi muda kita saat ini.

Banyaknya kasus yang menunjukan kurangnya rasa kebangsaan sebagian generasi muda kita menunjukkan betapa tipisnya jiwa penghormatan mereka terhadap para pahlawan dan juga jiwa nasionalisme. Kasus-kasus yang pernah menghebohkan mulai dari pelecehan Pancasila, diinjaknya patung pahlawan revolusi, digunakannya bendera merah putih untuk penutup pohon sampai tidak tahunya generasi muda pada sejarah perjuangan bangsa.

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa. 

Rasa nasionalisme juga bisa diidentikan dengan rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurang-beruntungan saudara setanah air, sebangsa, dan senegara, rasa memiliki dan menghargai bangsa serta upaya untuk mempertahankannya. RASA NASIONALISME juga dapat ditunjukan bagaimana menghargai karya bangsa sendiri dan atribut kebangsaan lainnya.. Nasionalisme mengandung makna persatuan dan kesatuan yang beberapa dari makna tersebut didefinisikan sebagai suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

FALSAFAH bangsa yang ditunjukan dengan Pancasila beserta nilai-nilainya merupakan salah satu pilar untuk mewujudkan rasa Nasionalisme warga bangsa. PANCASILA diperlukan tidak hanya untuk masa lampau,tetapi juga masa kini dan masa yang akan datang. Sayangnya kadang Pancasila yang menjadi dasar negara dan ideologi bangsa yang mampu merekat keaneka ragaman dan kemajemukan bangsa, hanya dipandang sebagai masa lalu dan kuno. Seringkali pemerintah maupun para elit politik hanya menjadikan Pancasila sebagai wacana seremonial dalam upacara-upacara kenegaraan dan dalam “upacara” peringatan hari lahirnya Pancasila. Sesudah upacara, selesai sudah tugas mengingat dan mengamalkannya. Itu mungkin yang menyebabkan banyak pejabat tidak ingat butir-butir Pancasila. Akibatnya karena dipandang sebagai masa lalu maka sejarah kebangsaan tidak pernah dijadikan mata pelajaran utama atau mata kuliah utama, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Kalau ditanya, siapa Bung Karno dan siapa Bung Hatta ? ternyata ada juga yang jawabannya: “Oh, itu Sukarno-Hatta nama lapangan terbang internasional di Cengkareng ! 

PEJABAT yang tidak hafal Pancasila tidak wajar,apalagi jika masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Penulis sebagai pewawancara calon mahasiswa PGSD menemukan hal yang cukup memprihatinkan. Rata-rata setiap diminta menyebutkan Pancasila secara lengkap,ada 25 persen calon mahasiswa yang tidak hafal. Mereka baru lulus SMA tetapi mereka tidak hafal dengan Pancasila,dan jumlahnya mencapai 25 % dari peserta tes  dan ini menurut penulis bukan perkara main-main. Tambah mengenaskan lagi ketika banyak diantaranya yang juga tidak hafal bahkan mengenal lagu wajib seperti Maju Tak Gentar, Benderaku, Hari Merdeka dan sebagainya. Memang angka tersebut belum bisa dipakai untuk menggeneralisir kondisi lapangan,karena hanya 25 persen dari jumlah calon mahasiswa yang mendaftar, tetapi setidaknya dapat dipakai sebagai indikasi adanya kemerosotan penanaman nilai-nilai kebangsaan, berbeda dengan ketika masih ada Pendidikan Moral Pancasila atau P4.

Apa yang salah dengan sistem pendidikan yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan sampai banyak lulusan SMA yang tidak hafal dengan Pancasila. Apakah karena kurikulumnya ataukah karena cara pengajaran nilai kebangsaan yang tidak mengena. Kondisi ini tentunya perlu dipikirkan bersama. Jangan sampai di masa datang makin banyak lagi warga bangsa yang tidak tahu atau bahkan tidak peduli lagi dengan nilai-nilai Pancasila, dasar yang mempersatukan kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu barangkali sudah saatnya kita mereaktualisasi jiwa nasionalisme di tingkat sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 

Jika Pancasila yang selama ini hanya dibacakan di tempat-tempat upacara atau acara seremonial belaka, maka ya sebatas itu pula Pancasila dipahami tanpa dimaknai, apalagi diaktualisasikan. Barangkali sudah saatnya model pembelajaran Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa diubah tidak sekedar pelajaran yang harus ada dalam kurikulum, tetapi juga harus ditindak lanjuti dengan langkah-langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari, karena kenyataannya ketika masih ada PMP atau P4 nyaris tidak ada warga bangsa yang lupa dengan butir-butir Pancasila yang hanya 5, bahkan butir-butir penjabaran yang mencapai 36pun banyak yang hafal. MUNGKIN ada yang keliru dengan pengajaran Pancasila selama ini setelah muncul euforia reformasi,dan saatnya kita mereaktualisasi kembali agar negara ini tidak tercerai berai seperti halnya Uni Sovyet. Mudah-mudahan dalam Seminar Nasional tentang Revitalisasi kedudukan dan fungsi Pancasila besok tanggal 27 Agustus di Universitas Muhammadiyah Purwokerto besok dapat ditemukan formulasinya.  Semoga.

(sudah dimuat Satelitpost 23 Agustus 2016)

 

 

 

APAKAH KALAU MAHAL BERHENTI MEROKOK ..?

ROKOK MAHAL, BERHENTIKAH,? 

Ada perbincangan yg menarik antara teman sy yg merokok dan tidak merokok. Teman tdk merokok komentar mahal banget ya begitu baca postingan harga rokok, sebaliknya yg merokok komentar mahal bagi yg tdk udud, yg udud ya biasa. Menurut sy ini bkn soal mahal atau tdk mahal, tapi soal generasi mendatang. Bagi orang yg berpenghasilan cukup berapapun harga rokok akan tetap dibeli, sama halnya dg mereka yg memakai narkoba. Kita hanya berharap efeknya menghentikan anak-anak kita terhadap keinginan merokok. Sekarang anak SD masih sanggup beli rokok seharga Rp. 12000 dengan uang jajan mereka, dan itu sebabnya perokok usia anak-anak meningkat. Kita berharap dg harga rokok yg tinggi akan mengerem keinginan anak membeli rokok, dan itu efek kedepannya yg kita harapkan. Perkara yg sdh udud dan punya penghasilan tetap udud biarlah tetap udud. 

Bagi orang yang memilih lebih baik tidak makan dari pada tidak merokok lantas apakah mereka akan berhenti merokok gara-gara harganya mahal ? Saya yakin tidak. Mereka akan memilih alternatif lain,yang penting mulut tetap ngebul. Tembakau lepas, itulah solusinya. Mereka akan memilih merokok dengan pola tingwe, linting dhewe dibanding beli rokok bungkusan, dan efeknya toko tembakau tentu akan meningkat penjualannya. Bagi perokok berat masih banyak cara untuk dapat membuat mulut tetap berasap. Oleh katena itu tujuan utama yang kita harapkan bukan pada berhentinya para perokok dari kegiatannya sebagai ahli hisap,tetapi pada berkurangnya anak-anak pembeli rokok,khususnya di kalangan pelajar.

Lalu bagaimana komentar mereka para pendukung tembakau? Mereka mengatakan akan terjadi PHK besar2an,realitanya sudah sejak lama terjadi PHK besar-besaran karena tenaga manusia sudah diganti mekanisasi pelinting. Mereka mengatakan kasihan para petani tembakau,realitanya  sudah sejak lama mereka impor tembakau besar2an dari cina,karena harga tembakau cina hanya sepertiganya tembakau lokal. Produsen rokok justru lebih memperkaya diri sendiri dan juga negara asing,karena di luar negeri medek jual dengan harga di atas 100 ribu. Jadi.? silahkan pikirkan sendiri 

Anda suka dan peduli anti rokok, Silahkan share.

MAHKAMAH AGUNG :GURU BOLEH MENGHUKUM MURID

TAHUN 2016 adalah tahun yang memprihatinkan bagi guru terkait dengan banyaknya guru yang di praperadilankan gara-gara mendisiplinkan anak,bahkan kasus terakhir di Makasar adalah kasus yang paling memprihatinkan dan perlu dikasihani karena guru sampai berdarah-darah karena dihajar orang tua siswa. Sayangnya semua kasus itu oleh polisi ditindak lanjuti dan disidangkan oleh jaksa meskipun jelas-jelas guru dilindungi undang-undang saat mendisiplinkan siswa. Rupanyakabar baik justru berhembus dari gedung Mahkamah Agung.
Berdasarkan yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) yang dikutip dari website MA, Jumat (12/8/2016), guru tidak bisa dipidana saat menjalankan profesinya dan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap siswa. Hal itu diputuskan saat mengadili guru dari Majalengka, Jawa Barat, SD Aop Saopudin (31).Kala itu, Aop mendisiplinkan empat siswanya yang berambut gondrong dengan mencukur rambut siswa tersebut pada Maret 2012. Salah seorang siswa tidak terima dan melabrak Aop dengan memukulnya. Aop juga dicukur balik.

Meski sempat didemo para guru, polisi dan jaksa tetap melimpahkan kasus Aop ke pengadilan. Aop mengenakan pasal berlapis, yaitu:

1. Pasal 77 huruf a UU Perlindungan Anak tentang perbuatan diskriminasi terhadap anak. Pasal itu berbunyi:

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik materiil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

2. Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak.

3. Pasal 335 ayat 1 kesatu KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

Atas dakwaan itu, Aop dikenakan pasal percobaan oleh PN Majalengka dan Pengadilan Tinggi (PT) Bandung. Tapi oleh MA, hukuman itu dianulir dan menjatuhkan vonis bebas murni ke Aop. Putusan yang diketok pada 6 Mei 2014 itu diadili oleh ketua majelis hakim Dr Salman Luthan dengan anggota Dr Syarifuddin dan Dr Margono. 

Ketiganya membebaskan Aop karena sebagai guru Aop mempunyai tugas untuk mendisiplinkan siswa yang rambutnya sudah panjang/gondrong untuk menertibkan para siswa. Pertimbangannya adalah:

Apa yang dilakukan terdakwa adalah sudah menjadi tugasnya dan bukan merupakan suatu tindak pidana dan terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana atas perbuatan/tindakannya tersebut karena bertujuan untuk mendidik agar menjadi murid yang baik dan

Perlindungan terhadap profesi guru sendiri sudah diakui dalam PP Nomor 74 Tahun 2008. Dalam PP itu, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dalam mendidik, mengajar, membimbing hingga mengevaluasi siswa, maka guru diberikan kebebasan akademik untuk melakukan metode-metode yang ada. Selain itu, guru juga tidak hanya berwenang memberikan penghargaan terhadap siswanya, tetapi juga memberikan punishment kepada siswanya tersebut.

“Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,” bunyi Pasal 39 ayat 1.

Dalam ayat 2 disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. 

“Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,” papar Pasal 40.

Semoga dengan munculnya putusan Mahkamah Agung ini tidak membuat polisi begitu mudah menerima aduan masyarakat terkait dengan upaya guru mendisiplinkan murid.

GURU GARIS DEPAN

Syarat-Syarat untuk Mendaftar Program GGD (Guru Garis Depan) Kemdikbud
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pelamar Program GGD:

  • Calon peserta Program Guru Garis Depan hanya dari lulusan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan) seperti dari FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan), STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan).
  • Lulus Seleksi
  • Mengikuti Prakondisi

Tahapan Program GGD (Guru Garis Depan)

Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mengikuti Program GGD ini adalah sebagai berikut:

  • Pertama-tama anda harus telah lulus dari LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan).
  • Mengikuti seleksi Program SM-3T (Sarjana Mengajar di daerah 3T – Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
  • Memberikan pengabdian selama 1 tahun di daerah terdepan, terluar, tertinggal atau terpencil.
  • Setelah menyelesaikan tugas pengabdian mengajar di daerah 3T, maka para peserta program GGD akan mengikuti Program PPG (Pendidikan Profesi Guru) selama 1 tahun dengan diasramakan (ini sama seperti guru lain yang ingin memperoleh sertifikat profesi pendidik – sertifikasi guru)
  • Mengikuti UTL dan UTN (Ujian Tulis LPTK dan Ujian Tulis Nasional) sehingga mendapatkan Sertifikat Pendidik.
  • Ikut seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) formasi khusus untuk SM-3T (Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dari Kemdikbud.
  • Jika lulus tes CPNS formasi khusus ini maka peserta akan diangkat menjadi Guru Garis Depan (GGD).

Tahapan Program GGD (Guru Garis Depan) memang panjang dan relatif lama, tetapi inilah salah satu wahana yang disediakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengakomodasi para pahlawan fresh graduate (sarjana yang baru lulus) dari LPTK untuk mengabdi kepada negeri, sambil mengambil kesempatan kusus untuk menjadi CPNS guru.

HATI-HATI DENGAN SINAR MATAHARI MINGGU INI

Beberapa hari terakhir ini cuaca begitu terik dengan sinar matahari yang sangat menyilaukan. Kejadian ini ternyata ada kaitannya dengan apa yang terjadi dengan cuaca di Indonesia. Oleh karena itu untuk aktivitas luar ruang sebaiknya dikurangi atau menggunakan kacamata anti uv untuk melindungi mata kita. Berikut ini screen capture dari info teman tentang cuaca tersebut

Tutorial guru pembelajar

​Kepada Yth. Bapak/Ibu guru di Seluruh Indonesia

Kami informasikan alamat youtube Tutorial e-Learning untuk peserta Guru Pembelajar yaitu :

Aplikasi guru pembelajar adalah aplikasi online yang digunakan untuk belajar apa itu program peningkatan Kompetensi Guru melalui Guru Pembelajar?. Saat ini Kemdikbud sudah melaksanakan pelatihan guru untuk dijadikan sebagai Instruktur Nasional (IN) yang akan membimbing guru yang ikut program Guru Pembelajar. Selanjutnya semua guru yang sudah ikut UKG boleh ikut program peningkatan komnpetensi ini. Bagi guru yang punya kemampuan komputer minimal bisa menggunakan internet akan kami arahkan ikut moda daring, sedangkan yang pemahaman komputernya masih belum begitu baik dapat mengikuti program guru pembelajar dengan moda kombinasi yaitu daring dan tatap muka. Dalam waktu dekat ini kami akan meminta para guru ikut registrasi online tentang moda apa yang akan diikuti. Semua kegiatan peningkatan kompetensi melalui guru pembelajar akan dibiayai oleh pemerintah khususnya biaya internet untuk akses ke aplikasi Guru Pembelajar. Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi karena guru harus kompeten dan program Guru Pembelajar ini adalah salah satu media peningkatan komnpetensi yang disiapkan oleh Pemerintah. Tolong disebarluaskan ke teman2 sejawat agar tidak melewatkan program Guru Pembelajar ini. Informasi tentang program guru pembelajar bisa ditanyakan langsung ke P4TK terdekat atau ke alamat website P4TK

1. http://www.p4tkipa.org/fas.php

2. http://tkplb.org/

3.http://www.tedcbandung.com/

4.http://pppptkbahasa.net/

5.http://www.p4tkpenjasbk.or.id/

6.http://p4tk-bispar.net/web-bispar/

7.http://p4tksb-jogja.com/arsip/

8.http://p4tkmatematika.org/

9.http://p4tkpknips.org/

10.http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/

11.http://p4tkmedan.or.id/v1/

12.http://vedca.net/

13.http://kptk.or.id/

14.http://lppks.kemdikbud.go.id/

15.http://gtk.kemdikbud.go.id/

LIHATLAH GALAXY BIMA SAKTI 6 AGUSTUS

Ahli astronomi dan astrofisika sekaligus Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengimbau kepada masyarakat untuk ikut serta dalam kampanye ‘Malam Langit Gelap’. Lewat akun Facebook, lulusan Kyoto University, Jepang, ini mengajak untuk mematikan lampu selama satu jam mulai dari pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB tepat pada hari Sabtu, 6 Agustus 2016 mendatang.

Ajakan ini bukan tanpa alasan. Sebab pada malam itu, Galaksi Bima Sakti dengan ratusan miliar bintang akan terlihat jelas membentang dari utara ke selatan. Oleh karena itu, dengan mematikan lampu selama sejam maka polusi cahaya akan jauh berkurang dan masyarakat dapat menyaksikan keindahan langit yang jarang terlihat di malam-malam biasa.

“Kita bisa melihat rasi Angsa (Cygnus) di langit utara dengan Segitiga Musim Panas (Summer Triangle), tiga bintang terang di sekitar rasi Angsa: Vega, Deneb, dan Altair. Di langit selatan kita bisa melihat rasi Layang-layang atau Salib Selatan (Crux) yang sering digunakan sebagai penunjuk arah Selatan. Hampir di atas kepala kita dapat menyaksikan rasi Kalajengking (Scorpio) dengan bintang terang Antares,” tulis Thomas seperti dikutip dari akun Facebooknya, Selasa (2/8).

 

“Mematikan lampu luar selama satu jam, juga sekaligus mengkampanyekan hemat energi seperti Earth Hour. Pada Sabtu, 6 Agustus 2016, saat malam tanpa bulan, kita juga bisa menyaksikan planet merah Mars dan planet bercincin Saturnus bersanding dengan bintang raksasa merah Antares,” tutupnya.

Sumber : Brilio.net, SuaraMerdeka.com