TELEPATI,BENARKAH ADA?

Banyak orang yang tidak percaya soal telepati,meskipun sesungguhnya ia pernah merasakan atau melakukan tanpa disadari. Sebaliknya banyak orang yang percaya telepati seperti yang digambarkan dalam film populer yaitu dua orang bisa bercakap-cakap melalui pikiran,yang sebenarnya tidaklah demikian. Telepati yang sebenarnya itu seperti apa?

Saya teringat ketika masih kecil pada suatu malam saya tidur tidak nyenyak,gelisah,berkali-kali bangun dan setiap bangun yang teringat adalah nenek, yang menyayangi cucu-cucu ya,termasuk saya. Peristiwa itu terjadi saat saya masih SMP, dan saya baru menyadari bahwa pada waktu itu terjadi kontak batin antara saya dengan nenek,dan itulah sesungguhnya telepati. Peristiwa lain terjadi ketika SMA (saya di yogya dan ibu di cilacap) sedang mengikuti kemah. Pada malam hari saya merasa meriang,dan entah mengapa pada waktu itu saya jadi punya ide untuk mencampur bawang merah dengan minyak kayu putih untuk melumuri badan saya agar hangat. Sesungguhnya pada saat yang bersamaan ternyata (saya ketahui kemudian) ibu pada waktu itu berpikir jika saya sakit agar punya pikiran seperti yang sudah saya lakukan. Tanpa saya sadari secara alamiah saya sudah melakukan telepati,tetapi saya belum tahu bahwa sesungguhnya itu adalah telepati.

Telepati berasal dari bahasa latin tele dan pathos,tele berarti jauh dan pathos berarti perasaan. Jadi telepati sesungguhnya adalah komunikasi jarak jauh melalui perasaan. Komunikasi yang terjalin hanya berupa gambaran-gambaran saja,bukan seperti orang bercakap-cakap seperti yang digambarkan dalam film,karena itu penggambaran yang berlebihan.

Telepati dipercaya melibatkan fisiologis tubuh. Tidak semata-mata pikiran yang bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang menyampaikan sebuah informasi telepatik kepada orang lain, terjadi perubahan fisiologis dalam diri pengirim. Pada saat seorang pengirim pesan diminta berkonsentrasi memikirkan penerima pesan, respon kulit galvanik atau GSR, yang merupakan detektor alamiah terhadap stres psikologis dalam diri seseorang, meningkat. Pada saat relaks, GSR-nya kembali menurun.

Penelitian di laboratorium tersebut juga menunjukkan bahwa pada saat pengirim pesan berkonsentrasi pada penerima pesan, dimana terjadi peningkatan GSR, penerima pesan juga mengalami kenaikan GSR. Saat pengirim pesan dalam kondisi relaks, secara otomatis, GSR penerima pesan juga ikut menurun. Padahal, penerima pesan tidak tahu apakah pengirim pesan sedang berkonsentrasi atau sedang relaks. Jadi, secara fisiologis, penerima pesan merespon perubahan fisiologis pengirim pesan.
Dalam bidang parapsikologi, telepati dianggap sebagai suatu bentuk indera keenam di mana informasi dihubungkan melalui kemampuan psi. Hal ini sering dikategorikan sama dengan prekognisi dan kewaskitaan. Berbagai percobaan telah digunakan untuk menguji kemampuan telepati. Di antara yang paling terkenal adalah penggunaan kartu Zener dan metode Ganzfeld. Seseorang yang diberi kemampuan lebih oleh Yang Maha Pencipta dalam hal ini bisa memanfaatkan telepati dengan baik,bahkan dengan orang yang tidak masuk dalam kerabat atau keluarga sekalipun, dan mungkin itulah yg saya gunakan untuk membantu orang yang membutuhkan,misalkan menghipnotis yang sedang mabok dari harak jauh. Mudah-mudahan anda menjadi paham apa itu TELEPATI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s