TOLERANSI JANGAN  DIBALIK-BALIK

Ramadhan tahun ini muncul fenomena baru terkait  dengan soal toleransi. Kasus besar menggelinding meskipun sebenarnya kecil ketika mbok Saeni terkena razia Satpol PP. Muncul anjuran biarkan  saja mereka jualan makanan siang hari,di sisi lain muncul himbauan hormatilah bulan Ramadhan. Inti persoalan adalah soal toleransi. Apakah toleransi itu perlu. Toleransi memang diperlukan agar negara ini tetap utuh dalam kerangka NKRI, tapi jangan sampai toleransi kemudian dibalik-balik.

Apakah umat Nasrani diminta ke masjid saat Jumatan, atau sebaliknya umat Islam diminta ke gereja saat kebaktian minggu? Tentu tidak seperti itu maksudnya. Toleransi hanya ketika berkaitan dengan hubungan antar manusia, tetapi tidak ketika berkaitan dengan aqidah. Apakah soal buka warung siang hari terkait aqidah? Tentu juga tidak, ini soal rasa,soal penghargaan,soal saling hormat menghormati.

Contoh sederhana adalah saat orang yang tidak berpuasa berkunjung ke rumah orang berpuasa. Tuan rumah tentu tidak akan mengeluarkan sajian hanya sekedar untuk menghormati tamu yang tidak berpuasa, sementara tuan rumah berpuasa. Sebaliknya saat yang muslim berkunjung ke rumah non muslim atau orang yang tidak berpuasa, tentu tidak kemudian si tamu diajak makan dan harus mau demi toleransi. Puasa itu aqidah dan harus dijalankan,sementara buka warung siang hari di bulan Ramadhan bukan aqidah tapi untuk menghormati yang berpuasa.

Memang kekuatan iman yang nampak besar adalah ketika mampu menahan diri dari godaan yang besar. Bagaimana mungkin kita tahu kadar seseorang jika tidak pernah mendapat godaan, lurus-lurus saja. Seseorang akan dikatakan pahlawan ketika ia maju di medan perang,bukan orang yang duduk di rumah saja. Orang yang berpuasa akan nampak kuat jika ia tetap berpuasa meskipun disuguhi hidangan yang lezat, tapi tidak berarti kemudian biarkan saja orang membuka warung makan sesukanya. Bagaimanapun juga bulan Ramadhan adab bulan pengendalian  diri, hormatilah orang yang berpuasa,sebaliknya yang berpuasa menghormati yang mencari nafkah asal tidak provokatif.

Toleransi jangan dibolak-balik.