KETIKA ATLIT BERHIJAB DILARANG DI NEGERI INI

Sebuah kejadian yang cukup mengherankan terjadi lagi di negeri ini. Seorang pelajar SMP saat mengikuti O2SN tingkat SMP di cabang renang yang dilakukan di Malang didiskualifikasi gara-gara tetap kukuh memakai pakaian renang muslim. Hebatnya meskipun sudah didiskualifikasi si anak tetap melakukan start karena dalam lomba start memang harus dilakukan. Kejadian ini menjadi sebuah ironi ketika di dunia Internasional sudah mulai longgar dengan mengijinkan atlit-atlit berhijab (meskipun sebagian masih ada yang melarang), tetapi di negeri yang mayoritas muslim justru melarang. Jika kita lihat kembali ke pendidikan katakter anak bangsa,maka kukihnya si anak menunjukan keberhasilan pendidikan akhlak, tetapi anehnya justru institusi pendidikan sendiri yang menolak.

Kejadian ini mempertunjukan bagaimana sebenarnya sebagian dari tenaga pendidik ini ingin membangun karakter anak. Ini bukan soal isu SARA, tetapi sekali lagi saya menyoroti dari sisi membangun karakter atau akhlak anak. cukup mengherankan jika yang seperti ini dilarang tetapi justru sikap anak-anak yang masih SD saja semprot-semprotan cat saat merayakan kelulusan dibiarkan. Mengharukan jika pendidikan keagamaan yang berhasil dilarang,tetapi perusak moral justru dibiarkan. Rupanya ada yang salah dalam otak sebagian tenaga pendidik di negeri ini.

Saya kemarin baru saja mengunjungi sebuah obyek wisata. Ada kejadian yang membuat saya tersodok ketika melihat seorang guru dengan santainya merokok dikelilingi anak didiknya yang masih SD. Beberapa tahun yang lalu saya justru menegur seorang guru yang melatih upacara anak didiknya yang masih SD sambil merokok. Seperti inikah yang kita harapkan dari tenaga pendidik ? kita gencar gembar gembor tentang merokok itu tidak baik, kita mencoba mencegah agar anak-anak tidak mengenal rokok,tapi apa jadinya justru guru yang seharusnya menjadi tuntunan hanya sekedar tontonan yang menarik untuk diikuti. Ini,ah yang kita kehendaki.
Kembali ke soal atlet tadi, sungguh alangkah mengherankan jika dunia pendidikan sendiri yang akan mengenalkan anak didik untuk meninggalkan aqidahnya. RUpanya panitia O2SN tingkat SMP di Malang perlu diberi pencerahan agar mampu berpikir baik tentang pendidikan akhlak, dan kembali ke jalan yang benar. Semoga kita bisa belajar bersama untuk saling menghargai kepercayaan dan aqidah masing-masing tanpa memaksakan kehendak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s