REPUBLIK ANEH-ANEH

Beberapa tahun yang lalu,mungkin lebih dari 15 tahun di Indonesia muncul Republi Aeng-Aeng yang dikomandani Mayor Haristanto,dan sampai sekarang masi eksis. Pimpinan RAA saja sudah mengandung nama aeng (aneh),meskipun bukan tentara bukan polisi tetapi menyandang nama Mayor. Mayor ini bukan pangkat,tetapi memang nama manusia. Jika kemudian yang ditelorkan RAA memang banyak yang aneh ya wajar,namanya saja Republik Aeng-Aeng (aneh-aneh),tetapi bagaimana kalau yang aneh-aneh justru dikeluarkan oleh pejabat kita,mungkin itu jadi tidak wajar.
Kita tentua ingat kasus Zaskia gotik yang menghina Pancasila. Banyak cibiran dan caci maki ditujukan kepada Zaskia. Media sosial ramai-ramai membully dan menuntut agar diadili. Sebagian membela karena tingkat pendidikannya yang rendah,meskipun tidak ada hubungan pendidikan yang rendah dengan penghinaan lambang negara. ppengacaara yang membela mengatakan bahwa istilah bebek nungging muncul karena spontanitas,tidak ada maksud sengaja untuk menghina. Berlanjut ke pengadilankah ? Tidak. Kasus akhirnya ditutup dengan diangkatnya Zaskia sebagai Duta Pancasila.
Kasus kedua ramai di media sosial ketika Sonya Depari yang siswa SMA klas tiga membentak-bentak Polwan dan mengaku anak jendral pentolan BNN sehabis konvoi selesai ujian. Kasus ini menjadi ramai di media sosial dan menyebabkan si anak di bully di medsos karena sikapnya,terlebih setelah terbongkar bahwa dia hanya mengaku-ngaku saja. Kasus ini membawa korban dengan meninggalnya sang ayah. Kasus dianggap selesai dengan diangkatnya Sonya menjadi Duta Anti Narkoba. Kedua contoh kasus tersebut memberikan pelajaran karakter yang buruk bagi anak-anak kita. Kesan yang muncul kalau ingiin diangkat menjadi contoh warga bangsa berbuatlah yang buruk. Para pejabat yang mengangkat para duta tersebut mungkin tidak berpikir bahwa apa yang dia lakukan akan menjadi contoh. buruk bagi anak-anak atau warga bangsa ini.
Melihat kasus tersebut tentunya wajar jika dalam pikiran anak-anak bangsa ini muncul pikiran,jangan-jangan remaja yang menduduki patung pahlawan nanti bukannya dibina atau dihukum, tapi juga diangkat jadi DUTA, entah duta apa yang terkait dengan nilai kepahlawanan. Bisa jadi. mahasiswa yang membunuh dosennya gara-gara skripsi diangkat menjadi Duta Skripsi, besok lagi muncul Duta-duta baru dari perilaku yang buruk sebagian rakyat kita. Ada yang salah dengan pendidikan karakter di negeri ini, dan dari mana memulainya cukup susah mengurai benang kusut ini. Apakah pendidikan karakter di sekolah yang salah atau nilai-nilai di masyarakata yang bergeser ke arah yang tidak wajar yaang akhirnya menjadi wajar. Korupsi pada akhirnyaa menjadi wajar kalau dilakukan oleh anggota dewan yang terhormat,meskipun sudah puluhan yang berurusan dengan KPK. REPUBLIK INI MEMANG ANEH-ANEH KINI.  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s