KEBUN RAYA BATURADEN : AWAS SELFIYER DESTROYER DATANG.

Kasus rusaknya taman Amarylis di gung kidul rupa-rupanya tidak menjadi sebuah pelajaran yang berharga, dan lagi-lagi pelakunya pasukan selfie wanita. Taman Amarylis yang keindahannya heboh luar biasa setelah beberapa hari diunggah di media sosial kini juga menimpa Kebun Raya Baturaden.

Kebun Raya Baturaden  diresmikan oleh Megawati selaku ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia pada tanggal 20 Desember 2015.. Peresmian kebun raya yang berada di bawah pengelokaan Pemprov Jateng tersebut, ditandai dengan pemukulan lesung dan penandatanganan prasasti.
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Akhmadi Abbas.
Megawati dalam kesempatan itu mengaku bersyukur, bahwa Kebun Raya Baturraden yang sebenarnya sudah digagas sejak ia masih menjabat sebagai Wakil Presiden RI, akhirnya diresmikan. ”Ketika saya dikabari bahwa Kebun Raya Baturraden akan diresmikan, hati saya rasanya nyess, adem,” jelasnya.
Dia mengaku menunggu cukup lama, agar Kebun Raya Baturraden diresmikan. Dia pertama kali mengungkapkan harapan itu, saat Jateng masih dipimpin Gubernur Mardiyanto atau sekitar 12 tahun. ”Karena itu, saya sangat bersyukur Kebun Raya Baturraden ini akhirnya bisa diluncurkan,” katanya.

Namun cerita kebun raya menjadi lain ketika mulai dijadikan ajang selfie para remaja,dan mulai diunggah ke media sosial. Berbondong-bondong pasukan selfie akhirnya mendatangi kebun raya. Semula masih berjalan normal,mereka yang datang terdahulu masih menjaga keindahan taman bunga itu. Makin lama makin banyak pasukan selfie yang tidak tahu etika. Mereka sekedar ingin selfie tanpa mempedulikan keawetan keindahan yang menjadi background mereka. Pasukan selfie bermoral perusak itu mulai mnghasilkan korban alam. Taman bunga itu mulai rusak, dan perusaknya mayoritas memang para wanita muda yang berselfi ria.  Nasib kebun raya Baturaden pada akhirnya tidak jauh beda dengan kebun Amarylis di Gunung kidul. Kapan sikap mereka berselfie dengan mengedepankan etika dan sopan santun terhadap alam dimulai ?  Entahlah, dan itulah karakter remaja kita yang betul-betul memprihatinkan. Sudah saatnya ada sanksi untuk mereka, misalnya ditangkap dan wajib memperbaiki kembali.

  
(Gambar dari brilio.net)

   
    

  
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s