HESTI SUNDARI,GENERASI TERDIDIK MELEK TEKNOLOGI TANPA KARAKTER BERUCAP

Jaman sekarang setiap keindahan alam demikian mudah terekspos karena media sosial,namun juga demikian mudah rusak karena ekspos media sosial. Sudah banyak contoh bukti ketika ada orang yang mengunggah tempat indah dan menyebutkan tempatnya,tak lama kemudian para remaja kekinian demikian mudah mengejar sekedar berselfie ria dan kemudian merusaknya.

Demikian pula halnya dengan bunga Amarylis yang biasa disebut dengan brambang procot. Pada awal terekspose memang luar biasa indahnya,bak di kebun bunga di Belanda. Namun begitu ribuan orang berdatangan sekedar untuk berselfi,rusaklah kebun bunga itu dalam hitungan hari,sirnalah segala keindahannya. Kerusakan itu lebih banyak terjadi karena ulah para remaja yang terdidik dan tidak gaptek dengan berselfie tanpa punya kepedulian lingkungan,misal berfoto ria sambil rebahan di atas tanaman dan bunga, atau duduk dan menginjak-injak tanpa merasa bersalah, seolah-olah itu kebun milik sendiri

Memang pemilik kebun, pak Sukidi, tidak marah dan merasa lahannya terlalu sempit untuk menampung orang sebanyak itu, dan justru menyalahkan kapada kebunnya yang dibilang sempit (meski sebenarnya luas), tetapi patutkah kemudian kita bertindah seenaknya sendiri di kebun orang ? Sungguh sangat disayangkan status seorang gadis kuliahan yang dengan sombongnya membuat status yang jauh dari sikap cendikiawan yang punya kesalehan sosial. Kalau  demikian siapakh yang salah? Pendidikan di sekolah ? Pendidikan orang tua ? Atau faktor lingkungan ? Kalau dia punya sifat seperti itu lalu bagaimana cara mendidiknya agar punya etika dan sopan santun dalam menghargai hak milik orang lain (dalam hal ini kebun milik pak Sukidi). Akhirnya semoga si gadis diberi jalan kebenaran dan tidak bersikap arogan, atau jika tidak bisa mungkin perlu dicuci otaknya.