ANTARA RANGKING DAN BUKAN RANGKING

Dunia pendidikan kita saya rasakan kadang aneh juga. Orang tua menyekolahkan anak di SD itu tujuan utamanya apa? Agar anak menjadi tahu yang sebelumnya tidak tahu,menjadi mengerti yang sebelumnya tidak mengerti, bisa menulis yang sebelumnya tidak bisa menulis, atau mencari rangking untuk anak? Tentu jawabannya adalah bukan mencari rangking. Tetapi mengapa orang tua berlomba-lomba agar anaknya masuk rangking sehingga anaknya dileskan kemana-mana,meskipun anak sesungguhnya sudah kelebihan beban? Bertahun-tahun saya memikirkan ini sejak anak saya di SD.

Apakah saya ikut-ikutan para ortu dengan menuntut rangking anak ? Tidak. Rangking atau tidak bagi saya bukan soal. Bagi saya yang penting anak bisa mengembangkan kemampuan yang lain,karena kesuksesan anak tidak hanya dilihat kemampuan kognitifnya saja, rangking atau tidaknya, tapi juga yang lain. Setiap anak itu punya potensi masing-masing yang jika dikembangkan justru barangkali akan melebihi potensi kognitifnya.

Pemikiran itulah yang kemudian saya coba terapkan ketika dipercaya menjadi ketua pendiri SD UMP dan yang kemudian menjadi kepala labnya. Saya coba kenalkan sekolah tanpa rangking dengan mengembangkan potensi anak yang lain, bukan hanya kognitif, sehingga yang pandai dalam kognitif dan menonjol di bidang lain tumbuh dan berkembang bersama dengan baik. Dengan cara ini anak yang mempunyai kemampuan kognitif terbatas tetapi punyai potensi lain yang menonjol dan dibanggakan akan merasa tidak kalah dengan yang pandai dalam segi kognitif.

Memang dengan sekolah tanpa rangking pada awalnya banyak ortu yang keberatan,kadang juga menanyakan pada guru dengan alasan untuk penyemangat. Benarkah penyemangat ? Kenyataannya tidak sepenuhnya benar. Dengan rangking justru anak kadang minder jika mendapatkan rangking bawah, sebaliknya rangking atas merasa bangga dan menyepelekan yang di bawah., oleh karena itu tanpa rangking justru tidak memunculkan hal-hal tersebut.

Jadi mana yang anda pilih ? Rangking atau tanpa rangking ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.