LILIN ATAU KUNANG-KUNANG

kunang kunang

lilin-kecil

Ada seseorang menuliskan tentang sebuah perumpaan.  Beliau mengatakan akan menjadi lilin yang rela berkorban bahkan sampai hancur demi menerangi orang lain atau dunia. Seorang guru diharapkannya bisa menjadi sebuah lilin tersebut. Perumpaan tersebut tidak salah,tetapi untuk apa menerangi sekejap kalau kemudian hancur. Bukankah lebih baik menjadi kunang-kunang. Seekor kunang-kunang akan tetap menerangi kegelapan,tetapi  tetap saja hidup,tidak hancur. Cahaya kunang-kunang baru akan padam ketika si kunang-kunang tersebut mati. Artinya dibutuhkan cahaya baru dari kunang-kunang lainnya.Tugas kunang-kunang selesai ketika ajal menjemputnya, dan akan diteruskan oleh generasi berikutnya. Lilin tidak demikian. Lilin makin lama makin habis dan padam, tetapi tidak dapat mewariskan ke generasi berikutnya,kecuali diganti oleh lilin yang baru. Jadi lebih baik LILIN atau KUNANG-KUNANG ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s