BIARKAN MEREKA MEREMEHKAN

KENAPA HARUS MEMBACA SAMPAI SELESAIMungkin anda bertanya mengapa status sy kali ini diberi judul,dan mengapa harus membaca status ini sampai selesai? BIsa jadi anda akan mendapatkan semangaat dari membaca status ini, setidaknya test case bagi anda apakah anda sekedar membaca judul lalu komen atau membaca sampai tuntas. Kenapa demikan? Karena banyak pembaca berita on line (dan juga status) sekedar ngelike tanpa pernah membaca sampai tuntas atau memberi komen tanpa pernah tahu apa isi sesungguhnya yang diberi komen,sehingga antara berita/status dengan komen seperti Jaka Sembung,gak nyambung. Anda mungkin juga bertanya-tanya kenapa status sy kali ini panjang kali lebar sama dengan luas, seperti berita surat kabar,bukan lagi sebuah status yang biasa sy lakukan, makanya baca status ini sampai selesai ya.

Mengapa anda membaca status sy yang berkepanjangan ini? Karena jika anda beruntung,yang menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan souvenir dari saya,jika lebih dari satu maka akan dipilih 2 orang atau 3 orang yang berhak, bergantung pada mood saya.

MENGAPA HARUS PAKAI MOOD ? 

Seperti halnya menulis artikel atau essay atau bahkan cerpen jawa yang sy lakukan,semua bergantung pada mood. Anda ingat sy membuat status judul tentang darurat air ? Ide itu muncul ketika saya mengikuti seminar hari sabtu kemarin,dan ketika semua orang mendengarkan paparan pemakalah,sy justru sibuk menulis artikel yang kemudian dimuat hari ini. Peetanyaan sy kepada anda kapan sebenarnya sy mulai menulis ? Jawaban harus sekali jadi di komen,tidak boleh disunting,dan tidak boleh menjawab 2 kali atau lebih.

Kebiasaan menulis itu diawali ketika kelas 3 SMA sy konsultasi pada guru bahasa Indonesia tentang bagaimana menulis di surat kabar, tetapi jawaban yang sy terima sungguh menyakitkan,ilmu bahasa kamu masih sekuku hitam saya kok mau nulis di surat kabar. Sejak itulah dalam pikiran sy bertekad harus bisa membuktikan. Nah dengan bekal pelajaran kimia yang sy peroleh dan buku bacaan tentang teori plastik,jadilah tulisan saya dengan judul PLASTIK,POLISI TUJUH TURUNAN, yang dimuat di surat kabar Nasional Suara Karya,bulan April tahun 1979, dan mendapatkan honor (saat itu) Rp.7500,- ( wakyu itu harga permen masih Rp.10,-dan harga bakso Rp.200,-). sy masih ingat karena honor itu habis untuk nraktir teman-teman SMA,waktu itu masih klas 3), Pada akhirnya sy bisa membuktikan pada guru bahasa saya,dan sy justru berterima kasih,karena ejekannyalah yang membuat sy bisa menulis.

Ketika jadi mhs di biologi UGM juga ingin menulis buku,dan lagi2 diejek dosen yg sy mintai saran,dikatakannya mhs baru kemarin sore kok pengin nulis buku. Lagi2 itu menjadi cambuk sy,dan buku pertama sy terbit pada saat duduk di semester 3, dengan judul BIOLOGI ANAK SMA dg honor yg bisa untuk beli kamera SLR,KAMERA pertama sy. Selain buku,sejak tahun 1979 sy jadi rajin mengirim artikel di banyak surat kabar, yang sy ingat selain Suara Karya adalah Suara Pembaruan, Simpony, Mutiara, Bernas, Kedaulatan Rakyat, Suara Indonesia, Wawasan, Solo Pos, Panjebar Semangat, Pikiran Rakyat, Intisari.Republika,juga koran lokal seperi Radar Banyumas, Satelit Post, Suara Rakyat. Sy juga menulis buku yang ke empat saat melaksanakan KKN desa Harjobinangun Grabag,Kutoarjo dengan judul DILEMA PESTISIDA yg cetak ulang sampsi 6 kali. PERTANYAAN sy di sebelah mananya Kutoarjo Grabag itu ?

Inti yg sy tulis dari status ini adalah untuk menunjukan kepada mahasiswa bahwa kemampuan menulis itu bukan hanya dari bakat saja,tapi juga muncul dari sebuah tantangan. Kemampuan menulis itu tidak harus berlatar belakang pendidikan bahasa,karena yang punya latar belakang bahasapun belum tentu bisa menulis di surat kabar. Sy sama sekali tidak punya latar belakang pendidikan resmi bahasa, itu contohnya, tetapi hanya mempunyai kemampuan menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat bermakna yang bisa diterima oleh redaksi mass media, itu saja. Kenyataannya anda bisa hitung dengan jari berapa orang yang berlatar belakang bahasa tidak pernah menulis di mass media sama sekali,kecuali hanya untuk mengajar saja, guru bahasa anda misalnya.

Pertanyaan sy kepada anda identitas saya pada tulisan DARURAT AIR ditulis apa oleh redaksi surat kabar? 

Dari 3 pertanyaan sy,anda hanya boleh menjawab pertanyaan terakhir sy di komen kalau ingin mendapat souvenir,karena artinya anda membaca status sy sampai tuntaaaas. (Seperti yg tertulis di status FB saya, souvenir tidak berlaku di website)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.