HABIBIE DAN KURS RUPIAH

Tahun 1998 Indonesia memasuki krisi moneter seperti negara-negara lain,dan cukup parah. Habibie naik menjadi presiden saat krisis moneter melanda Indonesia menggantikan Suharto yang diturunkan gerakan mahasiswa dan rakyat melalui gerakan reformasi. Karena kondisi yang tidak memungkinkan itulah maka pengambilan sumpah Habibie sebagai presiden bukan di gedung dewan,tetapi di istana negara. Memang di era pak Habibielah Timor Timur lepas dari Indonesia karena jajak pendapat,tapi tidak dapat dipungkiri bahwa beliaulah satu-satunya Presiden Indonesia yang berhasil menurunkan nilai dollar dari yang semula Rp 17.000 per dollar menjadi Rp.6500 tidak sampai 2 tahun mas pemerintahannya. Hanya karena masih diberi label sebagai anak didik Suharto dan warisan ORBA beliau tidak dapat terpilih lagi menjadi presiden yang sesungguhnya,bukan sekedar menggantikan,meskipun sesungguhnya prestasi dalam mengendalikan dollar dengan gaya teknokratnya patut diacungi jempol. Demikian juga nasib Ilham Habibie,putra beliau yang juga mewarisi keahliannya sebagai ahli pesawat terbang,hanya stempel KKN,meskipun sesungguhnya punya keahlian akhirnya juga dipersoalkan oleh anggota dewan.Jika melihat sejarah maka sesungguhnya hanya beliaulah satu-satunya presiden pasca reformasi yang berhasil mengembalikan keperkasaan rupiah, sesudah itu belum ada lagi,bahkan di era Presiden Jokowi kini menembus level Rp.14.000 lagi. Akankan kita melupakan beliau ? Mari kita doakan beliau yang sekarang katanya sedang sakit untuk diberi kesembuhan. Semoga pemikiran Bapak Habibie bisa membuka mata batin kita semua.