JIKA PREMAN BERTOBAT

KEMARIN hari Kamis 12 Februari, saya melakukan perjalanan purwokerto sidareja pp nai bus umum. Dalam perjalanan pulang saya bertemu dengan seseorang yang bertubuh besar,pakai celana pendek berkaos oblong dan nyangklong tas kulit kecil. Tidak ada hujan tidak ada angin,setelah dia naik bus langsung bilang ke kenek bus,anak-anak sekolah yang naik bis ini jangan ditarik bayaran,hitung saja jumlahnya,saya yang mbayari, Si kenek langsung menghitung jumlahnya 15 orang,dan langsung dibayar tanpa tanya berapa jumlahnya,meyodorkan uang begitu saja dan kembaliannya dimasukan tas tanpa dihitung. Sejurus kemudian dia lalu bercerita :”saya punya anak seusia mereka yang saya bayari tadi,usia anak SMA. Ini saya lakukan juga dalam rangka menebus dosa. Dulu saya preman yang ditakuti di surabaya,di kepala saya ada 14 jahitan akibat bertarung kalau tidak percaya”, lalu dia menunjukan luka sayatan di kepalanya. Dia katakan :”Dulu kalau saya naik bis kalau ditarik bayaran keneknya saya ajak ribut,dan semua jadi takut,tapi kini aku sadar,perbuatanku yang dulu memang keterlaluan. Itu sebabnya kalau aku naik bis selalu mbayari anak-anak sekolah,dan tidak pernah nawar berapapun yang diminta kenek.
Saya berpikir,ini barangkali pelajaran hidup yang luar biasa. Dia meman preman,tapi dulu,dia sekarang bertobat dan menebusnya melalui dimensi sosial,habluminannas.Kita memang tidak bisa melihat satu sisi dalam diri manusia,siapakah dia dan bagaimana masa lalunya. Kenyataan saya juga sering menjumpai (bahkan juga di kampus) orang-orang yang pandai ceramah,pandai kotbah,mengisi ceramah agama dimana-mana,tetapi dimensi sosialnya sangat-sangat kurang,bahkan cenderung seperti Sya’labah. Simpulannya kadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar sering juga berbeda dengan apa yang dilakukan. Mungkin lebih baik preman yang bertobat dilihat dari dimensi sosial dibanding orang yang dianggap tekun dalam hal agama tetapi nyaris kurang dalam dimensi sosial,padahal kita hidup dalam dimensi sosial.

6 comments

  1. Pa…., Pengalaman hidup yang luar biasa. Tidak semua orang mendapatkan pengalam seperti itu. Terima kasih, salam kami dari STKIP Muhammadiyah Kuningan

  2. Agama diturunkan krn manusia berdosa. Namun bagi yg “merasa” benar dan ada kekuatan contoh: angg dprd DKI lupalah ia melakukan pembusukan didlm dewan yg terhormat dan semua ikut kesana, miris rasanya. Etika bahasa indah, mulut manis, dgn hati busuk lebih berharga bagi mereka. Niat hati yg ingin agar PNS DKI d jajarannya halal dlm menerima yg seharusnya diterima, justru tidak didukung, HALAL d HARAM tipis setipis rambut bagi mereka. NERAKA tak menjadikan takut, krn itu korupsi jalan terus beriringan dgn pendukungnya para angg dewan yg kita hormati. Salut bagi yg sadar dan menjalankan fungsinya, Tuhan yg memberi berkahnya.

  3. Ya … saat ini kita perlu keteladanan tingakah laku…. bukan ceramah saja. Kia kadang di landa sifat ghulluw (berlebih-lebihan), sehingga berapapun kurang dan kurang peduli sesama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.