SALAH KAPRAH SEMUT JEPANG

Trend obat hidup kini adalah “semut jepang”. Banyak orang mulai memelihara semut jepang atau dijual. Orang mengatakan semut jepang meskipun sesungguhnya bukan golongan semut,tapi klo melihat ciri-cirinya sebenarnya adalah kumbang atau bangsa coleoptera,marga Tenebrio dan Triobolium.

Keunikan khas Semut jepang 

Semut jepang memiliki ciri atau tanda seperti:

  1. Suka atau cepat berkembangbiak
  2. Hidup berkoloni atau berkelompok
  3. ruas badan lebih besar dari ruas kepala
  4. Ukuran tubuh kecil hanya beberapa milimeter
  5. Bukan tipe hewan pemakan daging/sesama
  6. Memiliki sayap tapi tidak bisa terbang
  7. Makanan ragi tape
  8. Memiliki badan yang keras,
  9. Memiliki kaki 6

Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut).  Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang, sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole).  Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).





GRUP DI LUAR BBM

Kami mengetahui bahwa tidak semua anggota Asosiasi PGSD Indonesia memiliki id BBM, oleh karena itu kami siapkan alternatif lain untuk mempercepat arus informasi dari Asosiasi. Bagi bapak/ ibu yang ingin bergabung di grup Line silahkan masuk di ASOSIASI PGSD Ind,dengan id saya masih sama eka2001id. Nama ini tidak lepas dari nama email yang saya gunakan untuk memudahkan mengingat jika akan kirim email di eka2001id@live.com. Bagu yang tidak punya id BBM dan id Line silahkan masuk ke Wechat dengan nama id saya eka2001id juga.Terimakasih.Salam Asosiasi.

JIKA PREMAN BERTOBAT

KEMARIN hari Kamis 12 Februari, saya melakukan perjalanan purwokerto sidareja pp nai bus umum. Dalam perjalanan pulang saya bertemu dengan seseorang yang bertubuh besar,pakai celana pendek berkaos oblong dan nyangklong tas kulit kecil. Tidak ada hujan tidak ada angin,setelah dia naik bus langsung bilang ke kenek bus,anak-anak sekolah yang naik bis ini jangan ditarik bayaran,hitung saja jumlahnya,saya yang mbayari, Si kenek langsung menghitung jumlahnya 15 orang,dan langsung dibayar tanpa tanya berapa jumlahnya,meyodorkan uang begitu saja dan kembaliannya dimasukan tas tanpa dihitung. Sejurus kemudian dia lalu bercerita :”saya punya anak seusia mereka yang saya bayari tadi,usia anak SMA. Ini saya lakukan juga dalam rangka menebus dosa. Dulu saya preman yang ditakuti di surabaya,di kepala saya ada 14 jahitan akibat bertarung kalau tidak percaya”, lalu dia menunjukan luka sayatan di kepalanya. Dia katakan :”Dulu kalau saya naik bis kalau ditarik bayaran keneknya saya ajak ribut,dan semua jadi takut,tapi kini aku sadar,perbuatanku yang dulu memang keterlaluan. Itu sebabnya kalau aku naik bis selalu mbayari anak-anak sekolah,dan tidak pernah nawar berapapun yang diminta kenek.
Saya berpikir,ini barangkali pelajaran hidup yang luar biasa. Dia meman preman,tapi dulu,dia sekarang bertobat dan menebusnya melalui dimensi sosial,habluminannas.Kita memang tidak bisa melihat satu sisi dalam diri manusia,siapakah dia dan bagaimana masa lalunya. Kenyataan saya juga sering menjumpai (bahkan juga di kampus) orang-orang yang pandai ceramah,pandai kotbah,mengisi ceramah agama dimana-mana,tetapi dimensi sosialnya sangat-sangat kurang,bahkan cenderung seperti Sya’labah. Simpulannya kadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar sering juga berbeda dengan apa yang dilakukan. Mungkin lebih baik preman yang bertobat dilihat dari dimensi sosial dibanding orang yang dianggap tekun dalam hal agama tetapi nyaris kurang dalam dimensi sosial,padahal kita hidup dalam dimensi sosial.