MAU DIBAWA KEMANA KURIKULUM KITA

Awal pemerintaha baru Menteri Anis Baswedan menetapkan kurtilas ditunda pelaksanaannya dengan catatan sekolah yang telah melaksanakan 3 semester tetap menjalankan kurtilas, sedang yang baru menjalankan 1 semester diberikan piihan kembali ke KTSP bagi yang belum siap dan boleh menjalankan Kurtilas bagi yang sudah siap,baik negeri maupun swasta. Sekolah yang siap melaksanakan kurtilas baik yang sudah 3 semester maupun baru 1 semester di Kabupaten Banyumas pada tanggal 2 Januari sekolah diberi pilihan mau menggunakan kurikulum yang mana pada jam 8 dan jam 10 harus sudah ada keputusan,bayangkan hari libur haru memutuskan sesuatu yang sangat penting hanya dalam waktu 2 jam,kemudian pada tanggal 16 Januari sekolah yang memilih Kurtilas dikumpulkan lagi untuk pemantapan dan rencana tindak lanjut. Petir di siang bolong muncul tanggal 19 Januari 2015. Sekolah pelaksana Kurtilas yang dikumpulkan tanggal 16 Januari tiba-tiba disodorkan surat dari Dirjen Pendidikan Dasar dengan surat no 233/C/KR/2015 tertanggal 19 Januari yang menetapkan semua sekolah yang baru 1 semester melaksanakan kurtilas meskipun semua sarana prasarana termasuk SDM siap kembali ke Kurikulum 2006 dan akan diintegrasikan dengan sistem DAPODIK,sementara yang sudah 3 semester menjadi sekolah piloting. Pejabat yang di atas nampaknya tidak memikirkan bagaimana kalang kabutnya dan kacau balaunya semua persiapan yang dibawah,pada saat proses KBM sudah berjalan setengah bulan. Sungguh mengherankan ketetapan2 terkait dengan pelaksanaan kurikulum di Indonesia ini. Mau dibawa kemana sebetulnya KURIKULUM KITA. Sekolah dan guru itu bukan kelinci percobaan yang demikan mudah diombang-ambingkan.