Terima kasih Pak SBY,Pak Prabowo,Selamat Presiden Baru

Tadi pagi Joko Widodo resmi dilantik menjadi Presiden RI ke 7,dan baru saja Pak SBY resmi menyambut Presiden Baru di Istana Merdeka. Sungguh peristiwa yang luar biasa,karena sepanjang pergantian Presiden di Indonesia belum pernah terjadi prosesi seperti hari ini. Ini semua tidak terlepas dari peran Pak SBY agar terjadi perpindahan yang mulus,diawali sebagai presiden yang amanah dan diharapkan diakhiri dengan khusnul khotimah. Proses di Istana tadi betul-betul menunjukan betap semua pergantian bisa diakhiri dengan ikhlas tanpa dendam atau kekecewaan seperti sebelumnya.
Di sisi lain kehadiran pak Prabowo menunjukkan jiwa kenegarawanan dan patriot seorang Prabowo.Kita melihat betapa pasar merespon positif ketikda terjadi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Hal seperti inilah yang sebetulnya diharapkan sebagian besar warga bangsa ini agar tidak ada kecemasan pelaku usaha,dan itu terbukti dengan menguatnya nilai tukar rupiah.
SBY sudah memimpin negeri ini selama 10 tahun,dan sudah memberi contoh bagaimana pergantian itu berjalan sangat baik. Tidak ada gading yang tak retak. Diantara banyak keberhasilan mestinya masih saja ada kekurangan SBY dalam memerintah negeri ini. Terlepas dari itu semua saya juga mengucapkan terima kasih pada SBY yang telah memberikan banyak peninggalan yang luar biasa, termasuk undang-undang guru dan dosen,serta perbaikan nasib kaum pendidik yang sebelumnya terpinggirkan.
Ucapan terima kasih juga layak diberikan kepada Prabowo yang memberikan contoh pada pendukungnya bahwa kubu kanan dan kubu kiri kini sudah usai,dan mari bersama-sama membangun bangsa. Perseteruan yang selama ini ada dianggap sudah usai,dan itu pula yang dikatakan Jokowi bahwa Prabowo adalah seorang sahabat.
Selamat datang untuk Jokowo sebagai Presiden baru Indonesia, selamat mengemban amanah dan jangan lupa dengan program-program yang sudah dijanjikan. Selamat membawa beban berat yang harus diringankan,dan SELAMAT BEKERJA MEMBANGUN BANGSA INI.
Purwokerto,20-10-2014.

RUANG KELAS MINI SISWA MAKSI

Ada sebuah kelas SD yang menurut saya sangat tidak layak karena ukuran kelasnya yang kecil dengan jumlah siswa yang besar. Ukuran kelas jika dilihat dari eternitnya berukuran 3×6 meter,yang berarti hanya 18 meter persegi,sementara jumlah muridnya adalah 27 anak. Dengan kondisi kelas semacam itu maka setiap bangku dengan terpaksa diisi dengan 3 siswa,sehingga terkesan berhimpitan.Bagaimana mungkin pelaksanaan kurikulum 2013 bisa berjalan dengan maksimal jika kondisi kelasnya semacarm itu. Kasus-kasus di lapangan seperti inilah yang mungkin tidak dilihat pada pejabat di tingkat pusat. Semestinya pejabat harus lebih banyak melihat lapangan sehingga dalam mengambil kebijakan juga berdasarkan lapangan,misalnya dalam kasus di atas bagaimana memberikan keleluasaan ruang belajar dengan merenovasi dan memperluas kelas sesuai dengan ukuran yang standar. Hal semacam ini tentunya perlu mendapatkan perhatian lebih setelah prioritas gedung-gedung sekolah yang hampir roboh. Jangan biarkan gedung SD roboh,tetapi juga jangan biarkan anak tidak nyaman dalam belajar karena ruang yang sempit,sehingga untuk bergerak saja tidak bisa.
Sempitnya ruang kelas tentunya tidak bisa ditimpakan hanya pada pihak sekolah,tetapi juga yang punya kebijakan di atasnya. Jika sekolah diminta membatasi jumlah murid lalu kemana mereka harus belajar,sementara hanya itu satu-satunya sekolah yang terdekat dari pegunungan tempat anak-anak tinggal

IMG_4644.JPG
Semoga dengan melihat foto ini para pejabat ikut memikirkan kelanjutannya,tetapi jangan sekedar memikirkan,juga dengan tindakan yang diperlukan.