BANJIR DARAH MENJADI BIASA

SAAT manusia mulai menghilangkan rasa belas kasihan maka ia tega berbuat apa saja. Saat manusia diijinkan memegang senjata,maka ia diberi kewenangan untuk membunuh tanpa perasaan. Saat itulah banjir darah dipastikan terjadi,karena pembunuhan terjadi di mana-mana. Nyawa menjadi tidak ada harganya. Kapak,golok menjadi senjata andalan utama, dan nyawa dengan mudahnya melayang begitu saja. Tubuh menjadi tidak ada nilainya,karena ia dengan mudah dicincang dan ditimbang,lalu diberikan pada siapa saja. Tetapi darah,tubuh dan nyawa yang terbunuh bukanlah hal yang utama yang sampai kepada Tuhannya,karena hanya ketaqwaannyalah yang dinilai lebih berharga dan diterima Allah. Yaaaaa, banjir darah dan nyawa melayang terjadi mulai kemarin,dan lebih besar-besaran lagi pembantaian pada hari ini. IEDUL QURBAN,itulah esensi banjir darah dan ketaqwaan umat manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari mari kita wujudkan semangat berkurban itu, berkurban untuk menghargai pendapat orang lain,berkurban untuk belajar mendengar,berkurban untuk bersabar menghadapi masalah dan rintangan,berkurban untuk mencerdaskan anak bangsa,dan pengurbanan-pengurbaban yang lain, dengan ikhlas,karena keikhlasanlah yang akan memberikan kita nilai lebih dan mungkin pada akhirnya rezeki yang lebih.
SELAMAT BERKURBAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.