KRITIK DIRI SENDIRI LEBIH BAIK

KRITIKLAH DIRI SENDIRI SEBELUM KE ORANG LAIN
Seringkali kita begitu mudah mengritik atau menyemooh orang lain. Kritik memang bagaikan obat,terasa pahit namun menyehatkAn. Kritik itu menyakitkan namun justru akan membuat kemajuan,tetapi sudahkah kita melakukan apa yg kita katakan? Contoh sederhana ketika kita katakan seseorang itu pemalas,sudahkan kita tunjukan bahwa kita rajin? Ketika kita katakan seseorang tidak mampu bekerja,sudahkah kita tunjukan bahwa kita mampu bekerja. Ketika kita katakan seseorang tidak mampu mengatasi masalah,sudahkah kita tunjukan bahwa kita selalu bisa mengatasi masalah ? Ketika kita katakan seseorang tidak dapat dipercaya,sudahkah kita tunjukan bahwa kita dapat dipercaya? Orang begitu mudah menyampaikan kritik tapi sering lupa bagaimana solusi dari kritik yang kita lontarkan. orang begitu mudah menyalahkan,tapi lupa bagaimana membetulkannya. Memang lidah tidak bertulang,itu sebabnya begitu mudah bicara tapi sulit menerima kata orang lain. Orang begitu panda bicara jadinya,tapi jadi tidak pandai mendengar. Mari kita sama-sama belajar mengritik yang bertanggung jawab,mengritik tapi juga sudah melakukan yang kita lakukan,jika belum bisa lebih baik diam,itu lebih terhormat.Mari sama-sama belajar mendengar karena kita juga punya telinga,tidak hanya lidah. Belajar dimana
In dalam kondisi apapun,sekecil apapun,itu akan membuat kita menjadi lebih pandai menerima keadaan,mampu melemparkan gagasan tetapi juga mampu mewujudkan. Ketika saya jadi ketua sebuah ormas pernah terjadi seorang anggota yang jadi pengritik ketua sebuah kegiatan karena dianggap tidak becus,tetapi ketika pada sesi berikutnya orang tersebut saya tunjuk jadi ketua ternyata juga tidak berhasil mewujudkan ide dan gagasannya yang dipakai untuk mengritik. Belajar menghargai dalam konsep jawa disebut Tepo slira, jalma tan kena kinira.Semoga bermanfaat. Orang yang menganggap diri paling pintar akan selalu menganggap orang lain salah,tidak pernah mengakui kesalahan sendiri dan tidak mau menghargai orang lain.
Makasar 30 Oktober 2014.

REPRESENTASI MUHAMMADIYAH

Banyak orang Muhammadiyah merasa kecewa dengan susunan kabinet sekarang,karena tidak ada representasi warga Muhammadiyah di kabinet kerja. Kekecewaan itu wajar mengingat Muhammadiyah adalah organisasi Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama yang direpresentasikan oleh PKB, lagi pula banyak kader Muhammadiyah yang menjadi relawan JOKOWI-JK. Salah satu tokoh yang aktif membela Jokowi adalah Buya Syafii,dan beberapa kali Pak Din juga mengadakan pertemuan dengan Jokowi,dan juga mantan PP Pemuda Muhammadiyah dengan relawan Mataharinya. Barangkali kekecewaan itu wajar karena yang ada di Kabinet adalah orang-orang yang kurang begitu dikenal. Menurut wakil ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Edi Kuscahyanto,sebenarnya ada 4 orang yang merepresentasikan Muhammadiyah, yaitu Menkes Nila F Moeluk diajukan oleh PP Aisyiah. Selain Nila F Moeluk yang diajukan oleh Aisyiah dan dibawa Pak Din menjelang pelantikan ada juga Saleh Husin yang mantan anggota Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah,juga Siti Nurbaya yang dari kekuarga Muhammadiyah dan Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang orang tuanya tokoh Muhammadiyah. Barangkali informasi yang dikutip dari penjelasan wakil ketua Majelis Pustaka dan Informasi ini bisa menyejukan yang semula kecewa dengan ketiadaan wakil Muhammadiyah di Kabinet.

TIDAK PATUT,MENTERI MEROKOK DI DEPAN PUBLIK

Bungkus rokok selalu mencantumkan PERINGATAN PEMERINTAH : MEROKOK MEMBUNUHMU. Inti dari peringatan itu adalah bahwa merokok membahayakan,olehkarena itu melalui Menteri Kesehatan diupayakan menekan laju pertumbuhan perokok aktif, Sayangnya justru perokok aktif di kalangan anak-anak meningkat. Peningkatan perokok di kalaangan anak-anak tentu saja tidak lepas dari contoh yang diberikan orang tua, termasuk ketidak patutan guru yang memberi contoh dengan merokok di depan publik. Saya bahkan pernah menegur guru yang mengikuti PLPG yang sangat keterlaluan,merokok di bawah tulisan kawasan bebas rokok,sudah ditegur tetap saja merokok. Patutkah guru seperti itu mendapatkan sertifikasi ? Menurut saya TIDAK. Guru seperti itu bukan guru yang patut digugu dan ditiru,dan di Indonesia cukup banyak guru seperti itu.
Berita mengejutkan justru terjadi di kalangan istana negara,ketika Paspampres menegur menteri yang merokok sambil wawancara. REVOLUSI MENTAL perlu juga dimulai dari kalangan menterinya,terutama seperti Hanif Dakhiri dalam hal merokok. Barangkali kita perlu mencontoh Malaysia yang bebas asap rokok di ruang publik,dan tidak ada yang melanggar. REVOLUSI MENTAL HARUS DIMULAI DARI ISTANA

PENGENYEKAN DAN KEKUATAN MENTAL

Baru saja saya berbincang dengan teman-teman kuliah jaman di Biologi UGM.Berbincangan yang semula judulnya apa arti sebuah nama,menilik pada mata kuliah taksonomi,sampai pada ngrasani dosen yang kalau kuliah hanya mendikte catatan tanpa pernah menerangkan,dosen yang setiap minggu memberi soal berlembar-lembar yang harus dijawab tanpa ada kuliah tatap muka sama sekali,sampai dosen yang medeni. Akhirnya saya juga cerita tidk selamanya pengenyekan dosen itu membuat kita down kalau mentalnya kuat. Saya akhirnya memberi contoh,ketika SMA kelas 3 saya konsultasi dengan guru bahasa Indonesia bagaimana cara menulis artikel di surat kabar. Jawaban sang guru justru bukan bagaimana caranya,tapi menyakitkan. Beliau berkata,ilmu bahasa kamu itu masih sekuku hitam saya mau coba-coba nulis di surat kabar ? Jangan mimpi,saya saja yang guru bahasa belum pernah. Dalam hati saya berkata saya akan membuktikan. Akhirnya tulisan pertama saya,yang sebenarnya dasar ilmunya dari buku kimia sma yang saya baca dimuat di surat kabar nasional yaitu Suara Karya dengan judul PLASTIK,POLUSI TUJUH TURUNAN (dan mungkin inilah awal saya mencintai ilmu lingkungan). Luar biasa senangnya saya,dan honor pertama saya habis untuk nraktir teman,tapi saya bangga menjungkir balikan ejekan guru saya. Ketika mahasiswa semester 3 saya konsultasi dengan seorang Doktor yang baru pulang dari Philiphin untuk menulis buku. Lagi-lagi dapat ejekan,kamu itu bisa apa,ilmu saja masih cethek mau nulis buku (lagi-lagi saya katakan akan saya buktikan), dan selama kuliah akhirnya saya bisa nulis 3 buah buku. Intinya manfaatkan pengenyekan untuk membuktikan kalau kita mampu. Terlebih bagi anda yang baru mau nyusun skripsi,jangan patah semangat hanya gara-gara konsultasi susah ketemu,lama disetujui dan seabreg alasan lain kemudian membuat mental down,galau,stress dan seabreg kawan-kawannya. Justru jadikan itu sebagai pemicu untuk membuktikan cepat selesai,bukan malah putus asa,hilang semangat dan sebagainya. Hanya orang-orang yang biasa DIMANJA SAJA, yang gampang putus asa dan hilang SEMANGAT. MANFAATKAN PENGENYEKAN UNTUK MEMACU SEMANGAT,AYO…PASTI BISA.

MERAH PUTIH MENUJU INDONESIA HEBAT

DUNIA ini penuh warna,maka muncul keindahan warna pelangi, dan warna pelangi bisa muncul pada tumbuhan dan juga pada hewan. Orang sering lupa warna warni dunia dan mendikotomiskan menjadi 2 warna saja, hitam dan putih,kiri dan kanan, besar dan kecil dan seterusnya,bahkan sampai menjelang pelantikan presiden (sebagian pendukung kini juga masih) KMP dan KIH. Kita lupa bahwa tanpa Prabowo maka Jokowi belum tentu jadi presiden,sebaliknya tanpa Jokowi maka Prabowo mungkin tidak dapat pesaing berat.. Demikian juga orang juga punya pikiran, negatif thinking atau positif thinking.
Ketika kemarin ada pelantikan presiden Jokowi sudah menyebut Prabowo sebagai sahabat baik,sebaliknya Prabowo sudah memberi hormat secara militer,hubungan kembali cair,namun para pendukungnya justru masih mengkotak-kotakan antara KIH dan KMP,antara hitam dan putih. Ketika terjadi prosesi kerakyatan dan syukuran rakyatpun bisa dilihat negatif atau positif,bergantung yang melihat.
Mereka yang positif thinking akan menganggap bahwa ini baru pertama kali dalam sejarah seorang presiden dilantik dengan gegap gempita oleh rakyatnya dengan biaya patungan dari rakyat. Peristiwa yang langka dalam proses perpindahan pemerintahan,dan tidak dilakukan oleh pemerintah sebelumnya. dan SBYpun punya andil dalam perpindahan yang mulus ini. Dalam hal ini yang positif thinking memandang,seolah-olah rakyat sudah siap dengan pelantikan oleh rakyat seperti masyarakat Yogya terhadap Sultannya jika anggota dewan tidak bersedia melakukan pelantikan. Seolah-olah ada dikotomi kekuatan elit politik di senayan dengan kekuatan rakyat yang tidak menerima keangkuhan anggota dewan.
Bagi yang negatif thinking akan menganggap bahwa ini adalah acara hura-hura yang membuang-buang beaya saja. Berjuta-juta uang rakyat dihambur-hamburkan begitu saja hanya untuk sebuah proses,meskipun itu dilakukan seorang bakul bakso yang dengan sukarela mengurangi keuntungannya. Bagi negatif thinking menganggap bahwa uang yang terbuang tentunya bisa digunakan untuk kepentingan lain.
Kita lupa bahwa diantaranya ada hal positif yang bisa ditunjukkan pada dunia bahwa beginilah demokrasi di Indonesia yang warna warni,usai pesta usai pula perseteruan. Oleh karena itu marilah kita mulai untuk bekerja kembali. Kerja untuk menganggap Indonesia yang Hebat dan dijiwai oleh Merah Putih. Kita satukan KMP dan KIH menjadi Merah Putih menuju Indonesia Hebat. SELAMAT BERKARYA.

MATERI PLH M3,M4,M5 UNDUH DI SINI

Menegaskan apa yang saya tulis di status grup bahwa perkuliahan minggu ini diganti materi (dapat diunduh di sini) dan juga diganti dengan penanaman bibit tanaman yang akan dilaksanakan besok minggu tanggal 26 Oktober 2014 dengan aturan sebagai berikut

Semester 3 kelas A,B dan C jam 08.00-08.30

Semester 3 kelas D dan E serta semester 5 kelas A dan B pukul 08.30-09.00

Semester 5 kelas C,D.E dan F jam 09.00-09.30. Harap diperhatikan pembagian waktu terbaru ini, pembagian waktu di Grup dibatalkan. ARTINYA PERKULIAHAN DI KELAS SESUAI JADWAL PERKULIAHAN MINGGU INI DITIADAKAN. Jangan salah tafsir lagi,sehingga tidak perlu bertanya berkali-kali

Adapun materi dapat diunduh di sini

Kul Mg3

Kul PLH M-4

 PLH SD M-5.

Terima kasih Pak SBY,Pak Prabowo,Selamat Presiden Baru

Tadi pagi Joko Widodo resmi dilantik menjadi Presiden RI ke 7,dan baru saja Pak SBY resmi menyambut Presiden Baru di Istana Merdeka. Sungguh peristiwa yang luar biasa,karena sepanjang pergantian Presiden di Indonesia belum pernah terjadi prosesi seperti hari ini. Ini semua tidak terlepas dari peran Pak SBY agar terjadi perpindahan yang mulus,diawali sebagai presiden yang amanah dan diharapkan diakhiri dengan khusnul khotimah. Proses di Istana tadi betul-betul menunjukan betap semua pergantian bisa diakhiri dengan ikhlas tanpa dendam atau kekecewaan seperti sebelumnya.
Di sisi lain kehadiran pak Prabowo menunjukkan jiwa kenegarawanan dan patriot seorang Prabowo.Kita melihat betapa pasar merespon positif ketikda terjadi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Hal seperti inilah yang sebetulnya diharapkan sebagian besar warga bangsa ini agar tidak ada kecemasan pelaku usaha,dan itu terbukti dengan menguatnya nilai tukar rupiah.
SBY sudah memimpin negeri ini selama 10 tahun,dan sudah memberi contoh bagaimana pergantian itu berjalan sangat baik. Tidak ada gading yang tak retak. Diantara banyak keberhasilan mestinya masih saja ada kekurangan SBY dalam memerintah negeri ini. Terlepas dari itu semua saya juga mengucapkan terima kasih pada SBY yang telah memberikan banyak peninggalan yang luar biasa, termasuk undang-undang guru dan dosen,serta perbaikan nasib kaum pendidik yang sebelumnya terpinggirkan.
Ucapan terima kasih juga layak diberikan kepada Prabowo yang memberikan contoh pada pendukungnya bahwa kubu kanan dan kubu kiri kini sudah usai,dan mari bersama-sama membangun bangsa. Perseteruan yang selama ini ada dianggap sudah usai,dan itu pula yang dikatakan Jokowi bahwa Prabowo adalah seorang sahabat.
Selamat datang untuk Jokowo sebagai Presiden baru Indonesia, selamat mengemban amanah dan jangan lupa dengan program-program yang sudah dijanjikan. Selamat membawa beban berat yang harus diringankan,dan SELAMAT BEKERJA MEMBANGUN BANGSA INI.
Purwokerto,20-10-2014.

RUANG KELAS MINI SISWA MAKSI

Ada sebuah kelas SD yang menurut saya sangat tidak layak karena ukuran kelasnya yang kecil dengan jumlah siswa yang besar. Ukuran kelas jika dilihat dari eternitnya berukuran 3×6 meter,yang berarti hanya 18 meter persegi,sementara jumlah muridnya adalah 27 anak. Dengan kondisi kelas semacam itu maka setiap bangku dengan terpaksa diisi dengan 3 siswa,sehingga terkesan berhimpitan.Bagaimana mungkin pelaksanaan kurikulum 2013 bisa berjalan dengan maksimal jika kondisi kelasnya semacarm itu. Kasus-kasus di lapangan seperti inilah yang mungkin tidak dilihat pada pejabat di tingkat pusat. Semestinya pejabat harus lebih banyak melihat lapangan sehingga dalam mengambil kebijakan juga berdasarkan lapangan,misalnya dalam kasus di atas bagaimana memberikan keleluasaan ruang belajar dengan merenovasi dan memperluas kelas sesuai dengan ukuran yang standar. Hal semacam ini tentunya perlu mendapatkan perhatian lebih setelah prioritas gedung-gedung sekolah yang hampir roboh. Jangan biarkan gedung SD roboh,tetapi juga jangan biarkan anak tidak nyaman dalam belajar karena ruang yang sempit,sehingga untuk bergerak saja tidak bisa.
Sempitnya ruang kelas tentunya tidak bisa ditimpakan hanya pada pihak sekolah,tetapi juga yang punya kebijakan di atasnya. Jika sekolah diminta membatasi jumlah murid lalu kemana mereka harus belajar,sementara hanya itu satu-satunya sekolah yang terdekat dari pegunungan tempat anak-anak tinggal

IMG_4644.JPG
Semoga dengan melihat foto ini para pejabat ikut memikirkan kelanjutannya,tetapi jangan sekedar memikirkan,juga dengan tindakan yang diperlukan.

PEMBELAJARAN DARING,SERIUSKAH ?

Baru saja Pak Wapres bersama pak Menteri Dikbud meresmikan Dapodik dan pembelajaran Daring. Pak menteri di akhir tahun masa jabatan kok banyak meluncurkan program berbasis IT ya padahal yang kemarin-kemarin saja belum tuntas. Contohnya program SIKPD, yang terlalu lama ga beresnya,akhirnya ga tahu juga apa masih diteruskan atau tidak,sampai sekarang belum ada perintah lagi untuk ngisi SIKPD,belum program yang lain. Contohnya untuk perbaikan PDPT sampai sekarang juga masih dikeluhkan banyak perguruan tinggi karena susahnya memperbaiki data yang ada.
Ketika menerapkan kur 2013 muncul kebijakan baru untuk menghilangkan TIK dan bahasa Inggris dari mapel di sekolah,tapi kok sekarang tiba-tiba muncul pembelajaran daring. Satu sisi menghilangkan TIK,sisi lain membuka pembelajaran daring,kok jadi inkonsisten ya. Memang benar yang dipilih adalah 6 perguruan tinggi yang sudah dalam katagori baik dari sisi penguasaan TIKnya, tapi itu kan di tingkat perguruan tinggi. Bagaimana bisa mendapatkan mahasiswa yang baik jika calon mahasiswanya saja malah tidak diberi kesempatan belajar TIK di sekolahnya. Pikiran saya kok jadi ga positif ya, ini program beneran apa program akhir masa jabatan ? Contoh lain adalah dalam hal kurikulum 2013, tujuannya bagus tapi kenyataan pelaksanaan di lapangan tidak bagus karena memang belum siap sebetulnya,tapi dipaksakan harus dijalankan, pelajaran sudah jalan bukunya saja belum datang,padahal di awal asumsinya luar biasa lancar. Walahualam bishowab.