JALAN PANJANG MENUJU RI 1

Pilpres tahun 2014 memang pilpres yang paling heboh,paling panas dan berliku dibanding sebelumnya. Jalan menuju RI 1 itu melalui kelokan-kelokan yang luar biasa banyaknya dengan kerikil tajam yang ada di sepanjang kelokan,tetapi akhirnya sampai juga ke muaranya. Benar apa yang dikatakan Mahfud MD setelah pengumuman rekapitulasi bahwa akan sangat sulit untuk menang di MK melihat jumlah suara yang demikian besar selisihnya. Proses itu berakhir ketika MK sebagai jalur konstitusional tertinggi telah memutuskan dengan menolak dalil-dalil yang diajukan kubu pasangan Prabowo-Hatta,dan keputusan MK bersifat final dan mengikat. Apakah proses itu telah berakhir ? Secara hukum proses telah berakhir,tetapi pada kenyataannya secara batiniah masih belum.
Dalam pers confrencenya koalisi merah putih menganggap bahwa keputusan MK tidak mencerminkan keadilan substansif,artinya batiniah masih belum bisa menerima. Jika merujuk pada statement itu nampak suasana yang masih belum legowo menerima kekalahan dan pergulatan yang panjang ini. Mengambil statemen seorang negarawan yang mengatakan keberanian adalah ketika mau menerima kenyataan meskipun pahit,mungkin itu yang ingin kita dengar dari pasangan no 1. Apa yang direncanakan untuk mencari keadilan di tempat lain,bahkan Ngabalin pernah mengatakan untuk mendesak Tuhan saya kira sudah waktunya ditutup. Apa yang dipikirkan elit politik kenyataannya jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan rakyat. Kondisi itu dapat terlihat dari survey terbaru LSI yang mengambil tema bagaimana suara rakyat jika dilakukan PSU,kenyataannya justru dukungan terhadap no 1 merosot tajam.
Marilah sekarang kita mulai mengubur dalam-dalam perbedaan pilihan dan memulai babak baru dalam membangun pemerintahan tetapi tetap dengan sikap kritis. Bagaimanapun juga siapapun pemerintahannya selalu saja ada kekurangan,karena siapapun pemimpinnnya,siapapun presidennya kita tetap punya presiden manusia,bukan malaikat.
SELAMAT DATANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KE 7,kita tunggu kiprah dan janjinya dalam memajukan bangsa ini.
SELAMAT MENJALANKAN AMANAH SEBAGIAN RAKYAT INDONESIA,KARENA SEBAGIAN YANG LAIN BELUM MEMBERIKAN AMANAHNYA.

IMG_4241.JPG

ROBOHNYA DUNIA PENDIDIKAN KAMI

Meminjam judul novel Buya HAMKA,itu saya ambil ketika dua kali saya melihat spanduk yang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak mengherankan jika sudah lulus sarjana dan sudah wisuda karena syarat daftar CPNS IPK minimal 3.0 sementara lulusannya banyak yg tidak memenuhi syarat lalu ada program perbaikan nilai. Hancurlah dunia pendidikan kita kalau hal yang seperti itu ditolerir dan lulusannya jadi guru. Bagaimana nasib anak didik kita nantinya karena mereka akan mendidik anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

IMG_4231.JPG