PERPECAHAN JANGAN SAMPAI PECAH

Masa kampanye Pilpres sudah dimulai,masing-masing capres dimeriahkan dengan dukung-mendukung oleh pendukung POKOKE, tanpa membandingkan. Kini semua warga bangsa pecah semua, warga NU ada yang ke 1 ada yang ke 2, PKB demikian,PAN tidak jauh beda,Muhammadiyah sami mawon, penguasa media idem dito, GOLKAR nggih mekaten, partai-partai lain tidak ada bedanya,kecuali partai utama pengusung yang tetap solid. Tidak hanya ormas,parpol,kelompok yang sudah mulai terpecah,bahkan dalam lingkungan keluargapun sudah mulai berbeda pilihan. Kakek,nenek,suami istri,anak cucu sudah bisa berbeda-beda pilihan. Jika dukungan diberikan secara membabi buta dan dengan kata HARUS MENANG, justru itu yang mengkhawatirkan. Pilihan boleh beda, tapi jangan sampai perbedaan itu dibawa dalam perpecahan yang sesungguhnya. Perpecahan boleh saja dalam pilihan,tapi jangan sampai PECAH betulan. Oleh karena itu bijaklah dalam bersikap,bijaklah dalam berucap,bijaklah dalam membuat status. Tontonlah teve secara berimbang karena ada yang beritanya membelas capres 1 ada pula capres 2 secara berlebihan. Sering-seringlah juga tonton teve yang pemberitaannya masih berimbang. Surat kabar juga tidak jau beda dengan teve,karena ada yang bos medianya condong ke 1 ada juga yang condong ke 2. Indonesia itu tetap satu,apapun warna kulitnya,apapun baju agamanya,apapun bahasa IBU yang digunakan,benderanya tetap sama,MERAH PUTIH. Mari kita bertoleransi untuk sebuah pilihan yang berbeda,setelah selesai PILPRES,siapapun yang menang kita terima dengan legawa,tidak perlu melampiaskan dengan amarah jika kalah sebaliknya tidak perlu terbawa euphoria berlebihan. KITA JAGA INDONESIA TETAP SATU