PENDIDIKAN UNTUK SIAPA

Kemarin kita memperingati hari pendidikan nasional yang juga hari lahirnya Ki Hadjar Dewantara,tokoh pergerakan,tokoh politik,tokoh pendidikan sekaligus juga kolumnis. Konsep utama KHD sebenarnya adalah memerdekana jiwa dengan pendidikan,menghapuskan mental budak dan mental priyayi. Apakah mental-mental itu sudah hilang dari Indonesia ? Belum. Masih banyak warga bangsa ini yang bermental ambtenar dan juga bermental budak. Setiap tangan dan kaki bergerak harus ada bayarannya,harus ada upahnya, itu adalah mental budak,bahkan anggota dewan yang terhormatpun dan pelayan publik (pegawai pemerintah) banyak yang bermental budak. Anak-anak bangsa banyak yang berpikir bahwa pekerjaan yang menjanjikan dan berharga adalah jadi pegawai negeri,selain itu tidak. Itu adalah contoh mental ambtenar/mental priyayi. Lalu bagaimana dengan dunia pendidikan kita ? Tidak bisa disalahkan jika guru-guru yang mencerdaskan anak bangsa justru tidak sesuai dengan kualifikasinya. Undang-Undang mensyaratkan untuk menjadi guru harus S1 sesuai dengan bidangnya, namun ketika banyak lulusan SLTA yang diterima wiyata bakti menjadi guru,kemudian surat keterangan wiyata bakti yang dipalsukan waktu mengajarnya (baru 3 bulan dibuat sudah mengajar 5 tahun, contoh saya temukan lulus sma thn 2011,tapi tahun 2012 punya surat keterangan wiyata bakti 5 tahun, masuk akalkah?), dan surat keterangan itu dipakai untuk mendaftar menjadi mahasiswa yang menerima lulusan SLTA tapi sudah guru di universitas terluas. Layakkah dia menjadi seorang pendidik jika untuk menempuhnya sudah menggunakan cara-cara manipulasi ? Bagaimana nasib pendidikan kita kalau banyak guru-guru kita seperti itu. Contoh lain iklan pemerintah merokok membunuhmu,lalu apa jadinya jika guru justru merokok di depan murid-muridnya ? Patutkan guru itu menjadi contoh bagi anak-anaknya ?
Saat ini Indonesia sedang menggalakan pendidikan karakter,karena sudah banyak karakter bangsa ini yang hilang. Tetapi pendidikan karakter tidak cukup diajarkan dengan teori,harus diajarkan dengan praktek dan contoh nyata. Jika gurunya saja tidak disiplin,tidak taat aturan,suka memanipulasi data, menggunakan segala cara untuk menjadi guru atau kepala sekolah dll,bagaimana ia bisa membentuk karakter anak yang baik ? Mari kita renungkan.
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL