CALEG ATAU KUCING DALAM KARUNG

PARPOL DAN SAHWAT CALEG

Hari ini sudah memasuki hari ke 3 masa kampanye. Hampir semua caleg danjurkam berbicara dimana-mana sampai mulut berbuih. Entah didengar entah tidak, entah hadir karena tertarik dengan jurkamny atau karena tertarik dengan tarian dangdutnya,yang penting tetap bicara berapi-api. Namun sayang seribu kali sayang,merekakampanye dengan mengerahkan masa dengan melakukan berbagai pelanggaran. Mulai dari pengerahan anak-anak yang semestinya tidak boleh sampai penggunaan bak terbuka dengan penumpang para manusia yang jelas melanggar lalu lintas. Selain pelanggaran tersebut, pelanggaran yang tidak nampak karena dianggap hal biasa tapi justru banyak dilakukan,terutama oleh para caleg adalah dengan memasang gambar-gambar dengan cara memaku di pohon. Bayangkan jika ratusan caleg menggunakan pohon sebagai media kampanye dengan memaku beramai-ramai,bagaimana nasib pohon-pohon itu,seperti penampung sampah kertas dan kain. Bagaimana mungkin saya dan mungkin banyak lagi yang lain untuk memilih mereka jika di awal kampanye saja sudah mengobral janji dan melakukan banyak pelanggaran. Pertanyaannya adalah berapa banyak lagi mereka akan melanggar aturan setelah punya kekuatan dan kekuasaan. Ada benarnyanya kalau anggota dewan kita periode sekarang banyak masalah,mulai dari meninggalkan ruang sidang, tidur di ruang sidang,korupsi,manipulasi,memperbanyak selir dan macam-macam lagi,tidak partai putih tidak biru tidak kuning tidak merah, ada saja. dan 90 % dari mereka sekarang mencalonkan lagi. Oeh karena itu alangkah baiknya jika para pemilih meihat track record yang akan dipilih,jangan seperti membeli kucing dalam karung.