CATATAN UNTUK CALON PENULIS

Kenapa anda takut menulis, apa anda tidak mampu atau tidak percaya diri ? Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa calon penulis gagal untuk menulis. Coba perhatikan catatan di bawah ini, menurut anda mana yang paling tepat ada pada diri anda
Secara umum seseorang gagal menulis karena :

1. TAK PERNAH DAN TAK BERANI MENCOBA MEMULAI
2. TIDAK TAHU MULAI DARI MANA
3. TERLALU BANYAK YANG INGIN DISAMPAIKAN,TIDAK FOKUS
4. SELALU INGIN SEMPURNA, PENYEBAB TIDAK SELESAI
5. TAKUT DIKRITIK, KURANG PERCAYA DIRI
6. BANYAK IDE TAPI BINGUNG MANA YANG DIPILIH
APA YANG HARUS DILAKUKAN.
Tulislah ide apapun yang melintas dalam pikiran anda dalam sebuah catatan kecil,kemudian fokuskan pada salah satu ide untuk memulai. Tulislah tanpa memperhatikan struktur kalimat,kosa kata ataupun nyaman tidaknya tulisan itu dibaca, nanti kan bisa diedit setelah selesai untuk diperbaiki. Jika anda belum pernah mempublikasikan tulisan,setidaknya mintalah pendapat teman bagaimana komentarnya terhadap karya yang anda tulis.
MARILAH MULAI BERKARYA DARI SEKARANG

IMPIAN DAN MIMPI

MEMIMPIKAN IMPIAN.

  MImpi dalam konteks fisiologi tubuh adalah salah satu cara otak melepaskan memori yang sudah tidak diperlukan,ibarat hardisk merefresh dan mendelet file tidak terpakai. Mimpi adalah salah satu komponen utama orang tidur. Orang yang tidak bisa bermimpi akan merasa cape ketika bangun tidur. Lalu bagaimana memaknai fenomena alam itu dalam dunia nyata ?
  Orang harus punya impian,sebuah mimpi yang ingin diraih. Tanpa impian orang tidak punya mimpi untuk apa,bagaimana,apa yang akan diraih nanti. Dengan impian orang menjadi semangat. Impian juga akan memotivasi orang untuk mewujudkannya,bukan sekedar mimpi lagi. Oleh karena itu berikan pikiran untuk memunculkan impian dan berikan kesempatan pada tubuh untuk mewujudkannya dengan berbagai macam usaha.
  Sungguh aneh jika ada orang yang meraih kesuksesan tanpa impian apapun sebelumnya. Impian sesungguhnya adalah sebuah cita-cita,tetapi bukan sekedar cita-cita. Ibarat anda punya impian pasangan hidup yang memenuhi kriteria dalam segala aspek harapan anda,maka anda akan menimbang benarkah orang tersebut memenuhi kriteria anda,meskipun pada akhirnya bisa terpenuhi semuanya atau hanya sebagian,minimal anda sudah punya impian dan tidak sekedar diimpikan.
  Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya bahwa saya pernah punya impian untuk mengunjungi makam BK di Blitar,Rumah BK di Blitar,Rumah pengasingan BK di Bengkulu,Rumah pengasingan BK di Ende,Rumah Bung Hata di Bukittinggi. Semua impian tersebut alhamdulillah sudah terwujud,tinggal pengasingan di Ende yang belum,tetapi saya ingin bisa mewujudkannya entah kapan. Ketika kecil saya terbiasa bermain dan sepakbola di halaman kraton Yogya (sekarang menjadi pelataran wisata), bahkan bermain layang-layang, juga tiduran di dekat tempat meletakkan DAMPAR (tempat duduk HB IX jika ada pisowanan). Beranjak dewasa saya punya impian melihat kraton yang lain,bukan sekedar Yogya. Alhamdulillah saya sudah melihat kraton PB di Solo, Kraton peninggalan Wiraraja di Sumenep,Kraton kesultanan Kutai di Tenggarong dan Kraton Kesultanan Buton. Impian-impian itulah yang memberi dorongan untuk mewujudkannya.
  Apa IMPIAN anda ? Usahakan dan wujudkan kapanpun anda bisa.
SELAMAT BERKHAYAL YANG BISA DIRAIH, YANG AKAN MENJADI MOTIVATOR UTAMA DALAM TUBUH ANDA

KETAT UNTUK ORANG LAIN LUNAK UNTUK DIRI SENDIRI


PERBEDAAN SUDUT PANDANG.

Suatu sore seorang bapak ngobrol di depan teve sambil nonton pertandingan sepakbola,di atas meja tersedia camilan goreng yang disediakan ratu rumah tangga. Ibu dan anak gadisnya di dapur sedang sibuk mencuci piring yang baru selesai dipakai untuk makan nasi waktu malam bersama-sama.
Bapak dan si anak sedang asyik bercerita soal sepak bolanya,tiba-tiba di belakang terdengar suara yang sangat keras
“Praaaaaaaaaang”..
lalu suasan hening sejenak,dan sia anak memandang si ayah dengan wajah mau bicara sesuatu.
“Ada apa ?’, tanya si bapak.
“Pasti yang memecahkan piring tadi ibu”, kata si anak dengan nada yakin.
“Kok kamu tahu ?”, tanya bapaknya lagi.
” Karena tidak ada suara marah-marah”, kata si anak “kalau yang mecahkan mbak Ais pasti ibu ngomel-ngomel”,lanjut si anak.
Begitulah kita. Kita seringkali memandang persoalan dengan sudut yang berbeda,ketat untuk orang lain tapi lunak untuk diri sendiri. Jika kita ingin dipercaya orang lain dan disegani buatlah aturan yang sama-sama ketatnya baik untuk orang lain maupun diri sendiri. Jika mahasiswa tidak boleh masuk jika terlambat kuliah 10 menit, ya aturan yang sama juga diterapkan untuk diri sendiri,begitu contohnya. Jika kita menuntut orang lain disiplin,ya disiplinkan diri sendiri dulu. Bagaimana mungkin kita meminta orang lain on time jika yang mengundang saja terlambat. Itulah sebabnya mengapa di Indonesia sangat laku keras yang namanya jam karet,bukan sekedar Indonesia penghasil karet dunia saja. Mari kita merenung apa yang telah kita lakukan

PRESIDEN TERMISKIN DUNIA

PELAJARAN DARI PEMIMPIN.

JOSE MUJICA adalah presiden Uruguay. Pada saat terpilih menjadi presiden ia hanya mempunyai sedikit uang, dan setelah menjadi presiden 90 % gajinya disumbangkan untuk kepentingan rakyat miskin (sekitar 120 juta). Sebagai Presiden ia mempunya kesempatan hidup mewah,namun itu tidak dilakukannya. Ia tetap tinggal di rumahnya yang sederhana dengan sedikit lahan pertanian dan masih menaiki mobil tua VW Beetle miliknya. Istrinya yang anggota senat masih berkebun bunga dan menjual hasil panen bunganya ke pasar. Pak Jose dianggap sebagai PRESIDEN TERMISKIN DI DUNIA (kaya lagunya Hamdan ATT). Ketika sebutan itu diberikan kepadanya,Pak Jose hanya menjawab :”Orang miskin adalah orang yang bekerja hanya untuk memenuhi gaya hidup yang berlebihan,dan ingin lebih dan lebih, dan selalu merasa kekurangan. Seandainya para pemimpin Indonesia seperti Pak Jose,barangkali pekerjaan KPK akan menjadi ringan. Namun sayang seribu kali sayang…..

PERLU DIBUAT MALU DIRI

BUSUKNYA KEDISIPLINAN

JALUR bus way di Jakarta sudah dirancang sedemikian rupa sejak lama untuk bebas hambatan. Kendaraan selain ambulance tidak boleh melewati jalur bus wa. Kenyataannya aturan itu tetap saja dilanggar. Baik sepeda motor maupun mobil tetap saja melalui jalur tersebut. Cara berikutnya setelah Jokowi jadi gubernur dengan meninggikan pembatas,masih juga tidak mempan. Aturan kini diperberat lagi dengan denda tilang yang tinggi yaitu Rp.500.000 untuk sepeda motor dan Rp.1.000.000 untuk mobil. Kenyataan jika tidak dijaga masih saja ada yang melanggar. Ada ide seorang warga yang sudah geregetan dengan kampanye moral melalui gaya bus way kick, dengan mengacungkan kaki ke mereka yang melintas,namun nampaknya dicuekin saja. Barangkali sudah saatnya mereka yang melintas jalur bus way untuk dilempar dengan telur busuk,terutama mobil,karena kedisiplinan mereka memang sudah BUSUK sebusuk-busuknya. Sungguh memprihatinkan jika banyak mobil mewah yang melintas jalur larangan tersebut. Barangkali gerakan melempar telur busuk akan sedikit berpengaruh.
Tidak jauh berbeda dengan Jakarta, di Purwokerto di setiap perempatan tertentu sudah ada fasilitas kendaraan roda dua,yaitu ruang henti roda dua. Kenyataannya ruang henti roda dua sering ditempati mobil,termasuk mobil mewah. Barangkali mereka memang buta huruf,karena itu mungkin sudah saatnya kita mengadakan gerakan moral di perempatan dengan memberika selebaran yang berbungi “RUANG HENTI RODA DUA BUKAN MILIK ANDA. MINTALAH SAUDARA ANDA YANG BISA MEMBACA UNTUK MEMBANTU MEMBACA TULISAN DI PEREMPATAN INI.”, Baragkali mereka perlu dibuat malu untuk diri sendiri jika mereka tidak mau memberi hak pada orang yang berada di bawahnya. SETUJUKAH anda melakukan gerakan moral itu ? Mari kita turun bersama.

BELAJAR DARI PEMULUNG

Jangan beri saya UANG

Seorang pemulung tua renta dengan kaki pincang kemarin “bekerja” memunguti sampah yang bisa dimanfaatkan di seputaran kampus UNSUD. Jalan terseok-seok,satu demi satu sampah plastik dimasukkan dalam keranjang yang dibawanya. Beberapa mahasiswa yang merasa iba mencoba mendekatinya, kemudian menjulurkan sejumlah uang. Harapan mahasiswa adalah si pemulung tua tadi menerima uang tersebut dengan ucapan terima kasih berkali-kali. Tapi apa yang terjadi ? Si pemulung menolak pemberian uang dengan nada halus. Mahasiswa yang mencoba memberikan uang masih mencoba memberikan dengan mengatakan itu pemberian yang iklas. Orang tua itu membalas ucapan mahasiswa yang cukup mengejutkan. “Jika akan membantu saya,jangan beri saya uang,itu membuat saya malas”, katanya dengan tegas. Subhanallah… Kita bayangkan sekarang peminta-minta yang berada di perempatan,yang datang dari rumah ke rumah, bagaimana kondisi mereka. Mereka justru orang-orang yang sehat,masih muda,dan tidak ada yang kurus kering. Mereka adalah orang-orang yang malas. Islam mengajarkan untuk tidak memberikan uang pada peminta-minta, hukumnya haram. Berikan bantuan pada orang yang sudah bekerja di jalan Allah tetapi masih kekurangan untuk kehidupannya. Tapi bagaimana kalau yang kita jumpai seperti pemulung tadi ? Sebuah pelajaran bahwa untuk mendapatkan uang sekecil apapun harus dimulai dengan cucuran keringat,dan mensyukuri seberapapun yang diperoleh, niscaya akan selalu cukup. Amiiin YRA. Pelajaran hidup tidak hanya dari orang-orang mampu,bahkan bisa muncul dari orang yang tidak kita sangka-sangka.