Layanan Penasehat Akademik

Dalam rangka memberikan layanan dan memberikan kemudahan untuk ceking nilai akhir pada saat pengisian KRS,mahasiswa yang PAnya saya diharapkan sudah mengunduh format Summary KHS di bawah ini. Mahasiswa harap selalu mengisi forma tersebut setiap selesai menerima KHS dan menunjukkan print outnya saat melaksanakan bimbingan pengisian KRS. Cara ini diharapkan akan memudahkan mahasiswa untuk mengetahui kondisi akhir mata kuliah yang sudah ditempuh.

Summary KHS

 

HIKMAH DIBALIK TUGAS

 

HIKMAH DIBALIK KESULITAN
Saya dalam memberikan tugas kadang memang di luar perkiraan mahasiswa,dan sering dianggap tidak masuk akal. Tugas yang saya berikan memang punya tujuan akhir,dan tujuan akhir itu baru terasa setelah 2-4 tahun kemudian sejak mengerjakan tugas, bukan sekedar nilai di akhir semester. Tujuan akhir yang terasa setelah beberapa tahun tentunya akan lebih bermakna dan dikenang dibanding sasaran jangka pendek. Saya baru saja menerima sms dari mantan mahasiswa kelas guru-guru sepuh yang cukup menyentuh,dan berikut saya tulis secara lengkap,apa adanya tanpa saya tambahi maupun saya kurangi.
Pertama P Eka memberi mt kuliah,aku diberi tgs mencari sesuatu di internet. Aku sedih. Lebih sedih lagi ketika p Eka mengatakan spt apapun,skripsi bikinan sendiri !!! Bgmana aku ini, buka leptop saja ga bs, suruh bikin skripsi sendiri. Aku berusaha untuk bisa. Mulai dari membuka,menghdpkan, menulis dst. Alhamdulillah kini sudah selesai, dan aku merasakan hikmahnya. Aku jd bs menulis di leptop, leptop membantu sy dlm menyampekan materi pmbljrn, terima kasih Pak Eka, kata2 bpk mendorong saya untuk bersemangat. Betul2 saya merasakan hikmahnya. (nama saya sembunyikan, klas PPKHB).
Maaf Bapak S, sms bapak saya tuliskan di website untuk mendorong dan memberi motivasi mereka-mereka yang takut bertemu dengan saya. Saya merasa bersyukur jika kini Bapak sudah merasakan manfaat dari tugas yang saya berikan yang awalnya memang dikeluhkan, dan saya bangga bapak bisa memanfaatkan untuk proses pembelajaran, itulah yang saya harapkan dan tujuan akhir tugas saya. SELAMAT BAPAK, dan selamat bertugas mengentaskan anak-anak bangsa menjadi anak yang kreatif.

Metode,Strategi dan Model

 Pengertian Metode Pembelajaran
Menurut Nana Sudjana (2005: 76) metode pembelajaran adalah,  cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. M. Sobri Sutikno (2009: 88) menyatakan, “Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan”.
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
ceramah;
demonstrasi;
diskusi;
simulasi;
laboratorium;
pengalaman lapangan;
brainstorming;
debat,
simposium,
dan sebagainya.
Pada saat ini metode pembelajaran yang paling banyak digunakan oleh para guru ada semacam ceramah atau menerangkan apa yang ada di dalam buku teks. Porsi ini bisa sekitar 80 persen, baru sisanya semacam praktek di laboratorium, diskusi, demonstrasi. Memang untuk beberapa mata pelajaran porsi-porsi metode pembelajaran berbeda-beda, misal ketika mengajar pelajaran sejarah tentu saja guru lebih banyak menerangkan dab bercerita, berbeda dengan pelajaran kesenian, guru akan sedikit menerangkan, siswa lebih banyak langsung praktek.
Metode pembelajaran yang baik adalah bagaimana siswa bisa mengerti, untuk bisa membuat siswa mengerti yang paling bagus adalah mengajak mereka berpatisipasi dengan cara praktek di laboratorium, diskusi atau debat. Pokoknya mereka mengerti karena keterlibatan mereka, biasanya jika mereka paham melalui proses ini akan lebih lengket di kepala mereka dari pada mereka mengerti hanya dari ceramah guru semata. Selain itu, saat ini para guru dituntut untuk memberikan metode pembelajaran yang kreatif. Guru mungkin bisa menggunakan komputer dan proyektor untuk menampilkan dan mendemonstrasikan pelajaran. Dengan dibantu visualisasi dan audio, biasanya pelajaran yang didapat oleh para siswa akan lebih lekat di otak mereka. Mereka juga akan dengan senang hati mendegarkan dan melihat penjelasan dari guru mereka.
Berdasarkan uraian di atas, disimpulkan bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran
Posted on 12 September 2008 
oleh: Akhmad Sudrajat
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
==========
Sumber:
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

SEBERAPA LAYAK DIRI KITA

  Seseorang ketika pertama kali melamar pekerjaan dan kemudian ditanya berapa bayaran yang anda minta,maka sering membuat kebingungan menjawab. Menentukan harga untuk diri sendiri sering membuat ewuh pekewuh,tidak enak dan sebagainya,apalagi orang yang baru pertama kali mencari pekerjaan. Jawaban untuk pertanyaan tersebut akan memunculkan 2 pemikiran, yaitu jawaban profesional atau jawaban keimanan. Jika jawaban keimanan maka pasti menjawab saya bekerja untuk ibadah,berapun besar gaji yang diterima akan saya jalani,meskipun kenyataannya kalau tidak sesuai harapan akan ditinggal pergi. Jawaban profesional adalah jika seseorang berani menentukan berapa bayaran yang diminta. Namun orang sering lupa dengan satu hal,layakkah bayaran yang diminta dengan kemampuan yang dimiliki ? bagaimana mengukur kemampuan jika pengalaman saja belum punya. Berapa layak anda harus dibayar bergantung pada seberapa layak kemampuan anda dibayar dengan bayaran yang anda minta. Oleh karena itu jawaban yang sulit seperti itu akan menentukan seberapa besar pemikiran anda,masing-masing akan punya argumentasi sendiri. Jika kita ingin meminta lebih ya lebihkan kemampuan kita,tunjukan dengan prestasi dan kinerja,itulah kunci utamanya. Kinerjalah yang bisa menentukan anda layak atau tidak dibayar untuk itu. Hargai diri sendiri dengan percaya diri dan kemampuan yang dimiliki. Bagaimana cara kita berpakaian juga menunjukan bagaimana kita menghargai diri sendiri. Bagaimana orang bisa “menghargai kita mahal” misalnya jika pakaiannya saja butut dan banyak bolongnya,atau sobek-sobek. SELAMAT MENGHARGAI DIRI SENDIRI. (14 SEPTEMBER 2013)

RPP berkarakter

Bagi mahasiswa yang ingin menegetahui RPP berkarakter,berikut ini saya unggah contoh RPP dimaksud. Silahkan dishare dengan guru pamong anda bagi yang sedang PPL,terutama yang DPPnya saya.

RPP Kelas 1 2013 berkarakter (bagi peserta PPL)

Materipendekatan scientifik dapat diunduh dari link di bawah ini

Pendekatan Scientific (bagi peserta PLPG)

Model pemb tematik SD

KONSEP PENILAIAN AUTENTIK
Stop